RADARBANYUWANGI.ID – Universitas Airlangga (UNAIR) bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Johor, Malaysia, memperkuat kolaborasi internasional dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui transformasi digital usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Upaya tersebut diwujudkan melalui Webinar Internasional Pengabdian Masyarakat bertajuk Sustainable Digital Economy: Cultural-Based MSME Transformation in Gresik and Tuban.
Kegiatan yang berada di bawah naungan World University Association for Community Development (WUACD) itu menjadi forum berbagi pengalaman mengenai pengembangan UMKM berbasis budaya lokal dengan dukungan teknologi digital. Program tersebut menitikberatkan pada penguatan daya saing pelaku usaha tanpa menghilangkan identitas budaya daerah.
Salah satu materi utama yang mendapat perhatian peserta adalah gerakan Legen Trend, sebuah inisiatif pengembangan industri hilir berbahan baku air nira siwalan atau legen yang digagas PT Legend Tren Internasional. Program tersebut menunjukkan bagaimana komoditas lokal dapat diolah menjadi produk bernilai tambah sekaligus memiliki peluang menembus pasar internasional.
Penanggung jawab program dari UNAIR, Dr. Anak Agung Gde Satia Utama, SE., M.Si., Ak., CA., CIQaR, mengatakan transformasi digital menjadi salah satu kunci agar produk berbasis budaya mampu bersaing di pasar global.
"Melalui forum internasional ini, kami ingin membagikan potret nyata bagaimana warisan budaya lokal dapat berevolusi menjadi inovasi modern yang diminati pasar global berkat dukungan literasi digital dan model bisnis yang berkelanjutan," ujarnya.
Dalam program tersebut, dosen dan mahasiswa dari Indonesia maupun Malaysia memberikan pendampingan kepada pelaku usaha lokal. Pendampingan meliputi pengelolaan toko digital, penyusunan katalog produk, pemasaran melalui e-commerce, hingga penguatan strategi cultural branding. Sebanyak 10 UMKM ditargetkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperluas akses pasar internasional.
Selain membahas digitalisasi UMKM, webinar juga mengangkat inovasi pengelolaan limbah yang dikembangkan PT Legend Tren Internasional di Mojopurogede, Gresik. Perusahaan tersebut tidak hanya mengembangkan produk turunan nira siwalan untuk pasar domestik maupun ekspor, tetapi juga mengembangkan teknologi hijau berbasis biomassa.
Melalui pemanfaatan teknologi biokimia dan enzim, berbagai jenis limbah organik seperti kulit siwalan, limbah jagung, sampah dari Tempat Pengolahan Sampah (TPS), hingga limbah dari fasilitas Makan Bergizi Gratis (MBG) diolah menjadi pellet biomassa.
Teknologi tersebut telah diuji coba di TPS Purba Rahayu, Rengel, Tuban. Hasil uji menunjukkan metode berbasis enzim mampu mengurangi bau akibat gas amonia dan hidrogen sulfida, menetralkan cairan lindi, serta mengubah sampah organik menjadi biomassa yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak alternatif maupun bahan bakar ramah lingkungan.
Melalui metode mix feedstock, pellet biomassa yang dihasilkan mampu mempertahankan nilai kalor pada kisaran 3.200 hingga 3.800 kkal per kilogram sehingga dinilai layak sebagai sumber energi alternatif.
Kolaborasi internasional tersebut juga diarahkan untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDG 9 mengenai industri, inovasi, dan infrastruktur, serta SDG 17 yang menekankan pentingnya kemitraan global.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan sektor swasta, model pemberdayaan UMKM berbasis budaya yang dikembangkan di Gresik dan Tuban diharapkan dapat menjadi contoh penerapan ekonomi hijau yang dapat direplikasi di berbagai wilayah, termasuk negara-negara lain di kawasan ASEAN.
Editor : Lugas Rumpakaadi