RADARBANYUWANGI.ID – Persaingan memperebutkan kursi di SMA Negeri pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur Tahap III Jalur Nilai Prestasi Akademik semakin ketat. Menjelang penutupan pendaftaran, Kamis (25/6/2026), posisi peserta yang masih berada dalam kuota di 16 SMA Negeri Banyuwangi terus berubah mengikuti pergerakan nilai para pendaftar.
Berdasarkan pantauan laman resmi SPMB Jatim hingga pukul 17.35 WIB, skor ambang batas di setiap sekolah masih sangat dinamis. Perubahan nilai peserta yang terus masuk membuat posisi aman pada sore hari belum tentu bertahan hingga pendaftaran resmi ditutup.
Fenomena tersebut menjadi perhatian ribuan calon siswa dan orang tua yang terus memantau perkembangan seleksi secara real time. Banyak peserta memilih menunggu hingga detik-detik terakhir atau menerapkan strategi injury time sebelum menentukan pilihan sekolah demi memperoleh peluang lolos yang lebih besar.
SMAN 1 Genteng masih menjadi sekolah dengan skor ambang batas tertinggi di Banyuwangi. Peserta terakhir yang berada dalam kuota berada di peringkat 102 dengan skor 82,53.
Di bawahnya, SMAN 1 Glagah mencatat peserta terakhir pada peringkat 84 dengan skor 79,79, disusul SMAN 1 Gambiran yang menempatkan peserta terakhir di peringkat 77 dengan skor 77,99.
Sementara itu, SMAN 1 Giri mencatat skor ambang batas 77,59 pada peringkat 84, sedangkan SMAN 1 Banyuwangi berada di peringkat 77 dengan skor 76,12.
Persaingan juga berlangsung ketat di sejumlah sekolah favorit lainnya. SMAN Purwoharjo memiliki skor ambang batas 74,64 pada peringkat 86, diikuti SMAN 1 Rogojampi dengan 73,86 pada peringkat 93, serta SMAN 1 Cluring yang mencatat 73,49 pada peringkat 79.
Adapun SMAN Glenmore berada pada peringkat 86 dengan skor 72,59, sedangkan SMAN Pesanggaran menempatkan peserta terakhir yang masih diterima pada peringkat 79 dengan skor 69,34.
Selanjutnya, SMAN 1 Tegaldlimo mencatat skor ambang batas 68,52 di peringkat 86, disusul SMAN Darussholah Singojuruh dengan 67,68 pada peringkat 86.
Untuk kelompok sekolah dengan skor ambang batas lebih rendah, SMAN Srono berada di peringkat 36 dengan skor 63,36, SMAN 1 Wongsorejo di peringkat 32 dengan 59,63, dan SMAN 1 Bangorejo pada peringkat 70 dengan 59,23.
Sementara itu, SMAN 1 Muncar menjadi sekolah dengan skor ambang batas terendah dalam pantauan tersebut. Peserta terakhir yang masih berada dalam kuota berada di peringkat 24 dengan skor 11,34.
Daftar Peringkat Terakhir dan Skor Ambang Batas 16 SMAN Banyuwangi
| Sekolah | Peringkat Terakhir | Skor Ambang Batas |
|---|---|---|
| SMAN 1 Genteng | 102 | 82,53 |
| SMAN 1 Glagah | 84 | 79,79 |
| SMAN 1 Gambiran | 77 | 77,99 |
| SMAN 1 Giri | 84 | 77,59 |
| SMAN 1 Banyuwangi | 77 | 76,12 |
| SMAN Purwoharjo | 86 | 74,64 |
| SMAN 1 Rogojampi | 93 | 73,86 |
| SMAN 1 Cluring | 79 | 73,49 |
| SMAN Glenmore | 86 | 72,59 |
| SMAN Pesanggaran | 79 | 69,34 |
| SMAN 1 Tegaldlimo | 86 | 68,52 |
| SMAN Darussholah Singojuruh | 86 | 67,68 |
| SMAN Srono | 36 | 63,36 |
| SMAN 1 Wongsorejo | 32 | 59,63 |
| SMAN 1 Bangorejo | 70 | 59,23 |
| SMAN 1 Muncar | 24 | 11,34 |
Data tersebut merupakan kondisi sementara berdasarkan pantauan 25 Juni 2026 pukul 17.35 WIB. Posisi dan skor ambang batas masih berpotensi berubah hingga sistem SPMB resmi ditutup karena seluruh proses seleksi berlangsung secara daring dan memperbarui peringkat secara otomatis sesuai nilai peserta yang masuk. (*)
Editor : Ali Sodiqin