Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

SPMB SMAN Banyuwangi Memanas, Strategi Injury Time Ubah Peta Kelulusan

M Ksatria Raya • Jumat, 26 Juni 2026 | 09:42 WIB
Jelang penutupan SPMB Banyuwangi, nilai ambang terus bergeser tiap menit. (ChatGPT)
Jelang penutupan SPMB Banyuwangi, nilai ambang terus bergeser tiap menit. (ChatGPT)

RADARBANYUWANGI.ID – Persaingan masuk SMA Negeri di Banyuwangi memasuki babak paling menegangkan. Menjelang penutupan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahap III Jalur Nilai Prestasi Akademik, ribuan calon peserta terus memantau perubahan peringkat secara real time. Bahkan, banyak di antaranya sengaja menunda pendaftaran hingga detik-detik terakhir atau menerapkan strategi injury time demi mengamankan peluang lolos di sekolah tujuan.

Fenomena tersebut terjadi pada hari terakhir pendaftaran, Kamis (25/6). Sistem SPMB Jatim memperlihatkan perubahan posisi peserta hampir setiap saat seiring bertambahnya pendaftar baru maupun perpindahan pilihan sekolah.

Situasi itu membuat calon siswa dan orang tua terus memantau laman resmi SPMB Jatim. Pergeseran nilai ambang batas terjadi secara dinamis hingga waktu pendaftaran ditutup pukul 21.00 WIB.

Kepala Subbagian Tata Usaha Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Banyuwangi, Setyo Agung Wahyudi, mengatakan mekanisme SPMB tahun ini berlangsung terbuka dan transparan karena masyarakat dapat melihat perkembangan hasil seleksi sementara secara langsung.

"SPMB SMA bisa dicek bebas oleh masyarakat umum dan sangat transparan melalui laman SPMB Jatim secara real time pada sekolah tujuan masing-masing calon siswa," ujarnya.

Menurut Agung, Jalur Nilai Prestasi Akademik menjadi kesempatan terakhir bagi lulusan SMP dan MTs yang ingin melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri. Kondisi itu membuat banyak peserta memilih menunggu hingga menjelang penutupan sebelum menentukan pilihan akhir.

"Banyak calon siswa yang melakukan pendaftaran pada waktu injury time dengan melihat dan menunggu perkembangan pendaftar di sekolah tujuan masing-masing," katanya.

Ia menjelaskan, perubahan nilai dan peringkat merupakan hal yang wajar karena sistem akan terus memperbarui posisi peserta selama masa pendaftaran masih berlangsung.

"Nilai calon siswa yang mendaftar dalam SPMB SMA akan terus berubah-ubah hingga pendaftaran ditutup," tegasnya.

Persaingan Ketat di Sekolah Favorit

Pantauan di laman SPMB Jatim pada Kamis (25/6) pukul 17.35 WIB menunjukkan persaingan berlangsung ketat hampir di seluruh SMA Negeri di Banyuwangi.

SMAN 1 Genteng menjadi sekolah dengan skor ambang batas tertinggi. Peserta terakhir yang masih berada dalam kuota menempati peringkat 102 dengan nilai 82,53.

Di bawahnya terdapat SMAN 1 Glagah pada peringkat 84 dengan skor 79,79, disusul SMAN 1 Giri di peringkat 84 dengan nilai 77,59.

Sementara itu, SMAN 1 Gambiran mencatat skor minimum 77,99 pada peringkat 77. SMAN 1 Banyuwangi memiliki skor ambang 76,12, sedangkan SMAN Purwoharjo berada di angka 74,64.

Persaingan juga berlangsung ketat di SMAN 1 Rogojampi dengan skor 73,86, SMAN 1 Cluring 73,49, dan SMAN Glenmore 72,59.

Untuk sekolah lainnya, SMAN Pesanggaran mencatat nilai ambang 69,34, SMAN 1 Tegaldlimo 68,52, dan SMAN Darussholah Singojuruh 67,68.

Sementara kelompok sekolah dengan skor ambang relatif lebih rendah di antaranya SMAN Srono 63,36, SMAN 1 Wongsorejo 59,63, dan SMAN 1 Bangorejo 59,23. Adapun SMAN 1 Muncar tercatat berada pada peringkat terakhir kuota dengan skor 11,34.

Siswa Diminta Terus Memantau Posisi

Dengan sistem seleksi yang berlangsung secara daring, peserta diimbau terus memonitor posisi masing-masing hingga pengumuman resmi agar mengetahui peluang diterima di sekolah tujuan.

Kepala SMAN 1 Glagah, Abdullah, mengingatkan seluruh proses pendaftaran dilakukan secara online sehingga calon siswa tidak perlu datang ke sekolah.

Di SMAN 1 Glagah sendiri tersedia 84 kursi untuk Jalur Nilai Prestasi Akademik. Hingga menjelang penutupan, persaingan berlangsung sangat ketat dengan nilai tertinggi mencapai 90,45, sedangkan batas bawah sementara berada di kisaran 79,87.

"Pendaftaran SPMB SMA dilakukan secara online dan diharapkan untuk terus memantau, jadi siswa tidak perlu ke sekolah," ujarnya.

Pergerakan nilai yang sangat dinamis pada hari terakhir menunjukkan tingginya persaingan masuk SMA Negeri di Banyuwangi. Strategi injury time yang dipilih sebagian peserta memang dapat membuka peluang memperoleh posisi lebih aman, namun juga menyimpan risiko tergeser apabila muncul pendaftar lain dengan nilai lebih tinggi pada menit-menit terakhir penutupan pendaftaran. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#SPMB Jatim #SMAN Banyuwangi #Nilai ambang #jalur prestasi #spmb banyuwangi