RADARBANYUWANGI.ID - Sorak tepuk tangan menggema di Sewarna Cafe kawasan Pantai Boom Banyuwangi, Selasa (23/6). Setelah melalui persaingan sengit yang mempertemukan 25 finalis terbaik, Nakaya Medina Permata Dian dari MAN 1 Banyuwangi akhirnya dinobatkan sebagai Juara I Lomba Pidato Bahasa Inggris antarpelajar SMA/SMK/MA se-Kabupaten Banyuwangi.
Siswi yang tampil percaya diri itu sukses memukau tiga dewan juri dengan penguasaan materi, pelafalan Bahasa Inggris yang baik, serta kemampuan membawakan tema budaya dan pariwisata Banyuwangi secara menarik. Kemenangan Nakaya sekaligus menegaskan kualitas pelajar Banyuwangi yang mampu bersaing di level internasional.
Posisi Juara II diraih Galang Areta Ghiffari dari MAN 4 Banyuwangi. Sementara Kristianingsih Putri Handayani dari SMAN Purwoharjo berhasil mengamankan posisi Juara III.
Adapun gelar Juara Harapan I menjadi milik Uzma Kamila Rohman dari SMAN 1 Glagah, sedangkan Juara Harapan II diraih Acha Septia Rhamadan dari SMAN 1 Tegaldlimo.
Para pemenang berhak membawa pulang piala, piagam penghargaan, serta uang pembinaan.
Daftar Lengkap Pemenang
Juara I
Nakaya Medina Permata Dian
MAN 1 Banyuwangi
Juara II
Galang Areta Ghiffari
MAN 4 Banyuwangi
Juara III
Kristianingsih Putri Handayani
SMAN Purwoharjo
Juara Harapan I
Uzma Kamila Rohman
SMAN 1 Glagah
Juara Harapan II
Acha Septia Rhamadan
SMAN 1 Tegaldlimo
Ajang bergengsi yang digelar Jawa Pos Radar Banyuwangi bekerja sama dengan PT Lundin Industry Invest tersebut berlangsung meriah sekaligus kompetitif. Sebanyak 25 peserta tampil membawakan pidato berbahasa Inggris dengan tema kebudayaan dan pariwisata Banyuwangi.
Penampilan mereka dinilai oleh tiga juri yang berasal dari latar belakang berbeda. Dua di antaranya merupakan juri internasional, yakni Mr Chris Tirris, guru asal Australia, serta Russell Saunderson, perwakilan PT Lundin Industry Invest. Sementara juri lokal adalah Aekanu Hariyono, budayawan Banyuwangi sekaligus mantan Kepala Bidang Adat dan Tradisi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi.
Sejak babak awal hingga akhir, para juri dibuat terkesima. Penguasaan materi, kelancaran berbicara, serta rasa percaya diri para peserta dinilai berada di atas ekspektasi.
“Saya sangat menghargai kompetisi ini. Para peserta sangat antusias dan menyampaikan presentasi dengan lancar dalam Bahasa Inggris. Saya yakin tidak mudah bagi peserta untuk menguasai materi atau topik yang mereka presentasikan,” ujar Russell Saunderson.
Menurutnya, kemampuan Bahasa Inggris para pelajar Banyuwangi harus terus diasah agar dapat menjadi sarana memperkenalkan budaya dan pariwisata daerah kepada wisatawan mancanegara.
Apresiasi juga datang dari Aekanu Hariyono. Ia menilai kemampuan para finalis merupakan aset penting bagi kemajuan Banyuwangi, khususnya sektor pariwisata.
“Para peserta sangat mahir berpidato dengan Bahasa Inggris. Ini aset untuk kemajuan wisata Banyuwangi,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Hartono, menyebut lomba ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan bagi generasi muda.
“Dengan lomba ini peserta dapat mengenalkan budaya maupun pariwisata Banyuwangi kepada para juri internasional. Kemampuan peserta harus terus diasah agar terus berkembang,” pesannya.
Kebahagiaan terpancar dari wajah Nakaya Medina Permata Dian usai menerima trofi juara. Ia mengaku bersyukur sekaligus berterima kasih kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi dan PT Lundin Industry Invest yang telah memberikan wadah bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris.
“Saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya. Semoga ajang lomba ini dapat digelar kembali,” ungkapnya.
Tak hanya memperebutkan gelar juara, ajang ini juga membuka peluang masa depan. Bahkan, General Manager PT Lundin Industry Invest, Mr Grant Willis, secara terbuka menawarkan kesempatan bekerja bagi peserta yang memiliki kemampuan Bahasa Inggris aktif.
“Silakan, bagi peserta yang aktif berbahasa Inggris bisa bekerja di Lundin,” ujarnya.
Ajang ini membuktikan bahwa pelajar Banyuwangi tak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menjadi duta budaya dan pariwisata yang mampu membawa nama Bumi Blambangan ke panggung dunia. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin