Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Minat Santri Kuliah di Al-Azhar Mesir Meningkat, 26 Santri Banyuwangi Ajukan Rekomendasi Jalur PBNU 2026

Syaifuddin Mahmud • Kamis, 18 Juni 2026 | 15:08 WIB
Pendaftaran diperpanjang, santri Banyuwangi berebut beasiswa Al-Azhar Mesir. (Foto: Humas PCNU Banyuwangi)
Pendaftaran diperpanjang, santri Banyuwangi berebut beasiswa Al-Azhar Mesir. (Foto: Humas PCNU Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Mimpi santri Banyuwangi menembus kampus bergengsi Al-Azhar Mesir terus menyala. Meski kuota Beasiswa Al-Azhar Mesir jalur PBNU tahun 2026 sangat terbatas, antusiasme santri untuk melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah justru menunjukkan tren meningkat.

Sejak pendaftaran dibuka pada 10 Juni hingga 17 Juni 2026, sebanyak 25 santri telah mengajukan surat rekomendasi ke PCNU Banyuwangi sebagai salah satu syarat mengikuti seleksi. Jumlah itu kembali bertambah setelah PBNU memperpanjang masa pendaftaran hingga 21 Juni 2026.

Perpanjangan waktu tersebut langsung dimanfaatkan para santri yang sebelumnya belum sempat menyelesaikan berkas administrasi. Salah satunya Abrar Khairunnata, santri asal Desa Pendarungan, Kecamatan Kabat, yang datang ke Kantor PCNU Banyuwangi pada Kamis (18/6/2026) didampingi ibundanya untuk mengurus surat rekomendasi.

Kedatangan Abrar menambah jumlah pemohon rekomendasi menjadi 26 orang hingga Kamis (18/6/2026). Angka tersebut menunjukkan tingginya minat santri Banyuwangi mengikuti program beasiswa internasional yang difasilitasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Bagi Abrar, kesempatan ini menjadi harapan baru setelah sebelumnya belum berhasil memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi ke Maroko. Informasi mengenai perpanjangan masa pendaftaran Al-Azhar membuka jalan baginya untuk kembali memperjuangkan cita-cita menempuh pendidikan di Timur Tengah.

“Alhamdulillah masih ada kesempatan untuk ikut seleksi. Saya ingin terus berusaha agar bisa melanjutkan pendidikan dan menimba ilmu di luar negeri,” ungkapnya.

Wakil Sekretaris PCNU Banyuwangi, Haikal Kafili, S.H., S.Pd., M.Pd., mengatakan tingginya antusiasme para santri menjadi kabar menggembirakan bagi Nahdlatul Ulama. Menurutnya, semangat tersebut mencerminkan tumbuhnya generasi muda NU yang memiliki tekad kuat untuk memperluas wawasan keilmuan sekaligus mempersiapkan diri menjadi pemimpin umat di masa depan.

“Melihat semangat para santri Banyuwangi untuk belajar hingga ke luar negeri, kami merasa haru dan bangga. Ini menunjukkan bahwa tunas-tunas ulama dan calon pemimpin bangsa terus tumbuh dan berkembang di Banyuwangi. PCNU Banyuwangi akan terus mendorong serta melayani kebutuhan administrasi para santri dengan cepat dan ramah,” ujar Haikal.

Menurut dia, keberanian santri mengikuti seleksi internasional merupakan modal penting dalam mencetak kader-kader NU yang mampu bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Namun, Haikal mengingatkan bahwa persaingan tahun ini tidak mudah. Kuota Beasiswa Al-Azhar Mesir jalur PBNU 2026 hanya tersedia untuk 30 peserta dari seluruh Indonesia. Jumlah tersebut terbagi menjadi 15 kuota fakultas keagamaan dan 15 kuota fakultas non-keagamaan.

Meski demikian, keterbatasan kuota tidak boleh menjadi alasan untuk surut sebelum berjuang.

“Kuota yang terbatas jangan sampai mematahkan semangat perjuangan. Setiap ikhtiar memiliki nilai dan manfaat. Nahdlatul Ulama sendiri lahir melalui proses panjang yang penuh perjuangan, pengorbanan, dan kesabaran. Karena itu, teruslah berusaha, belajar, dan berdoa. Jangan pernah menyerah sebelum mencoba,” tegasnya.

Haikal menilai, tingginya minat santri Banyuwangi menjadi bukti bahwa semangat menuntut ilmu masih tumbuh kuat di kalangan generasi muda Nahdliyin. Pendidikan tetap menjadi jalan yang diyakini mampu membawa manfaat yang lebih luas bagi agama, masyarakat, dan bangsa.

Karena itu, PCNU Banyuwangi menyampaikan apresiasi kepada seluruh santri yang telah mendaftarkan diri dan berani mengambil peluang untuk bersaing dalam seleksi beasiswa internasional tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh santri yang terus berikhtiar menjemput masa depan melalui pendidikan. Semoga langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar memperoleh ilmu yang bermanfaat, keberkahan hidup, dan pengabdian yang lebih luas bagi agama, bangsa, dan Nahdlatul Ulama,” pungkas Haikal.

Meningkatnya jumlah pendaftar dari Banyuwangi sekaligus menjadi sinyal positif bahwa minat generasi muda NU untuk menimba ilmu di pusat-pusat pendidikan Islam dunia terus berkembang. Di tengah ketatnya persaingan dan terbatasnya kuota, semangat para santri untuk menggapai Al-Azhar Mesir tetap tumbuh dan tak surut oleh tantangan. (aif)

Editor : Ali Sodiqin
#santri Banyuwangi #PBNU 2026 #Beasiswa Al-Azhar #Kuliah Mesir #pcnu banyuwangi