Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Karya Siswi MI Darul Ulum Dzakia Arsyifa Pukau Juri, Rebut Juara Lomba Kaligrafi HUT JP-RaBa

Fredy Rizki Manunggal • Kamis, 18 Juni 2026 | 05:00 WIB
Kepala Kantor Kementerian Agama Banyuwangi Chaironi Hidayat meneyrahkan piala kepada juara 1 lomba kaligrafi Dzakia Arsyifa R dari MI Darul Ulum Muncar. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Kepala Kantor Kementerian Agama Banyuwangi Chaironi Hidayat meneyrahkan piala kepada juara 1 lomba kaligrafi Dzakia Arsyifa R dari MI Darul Ulum Muncar. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Selain diramaikan final lomba azan, rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) dan Hari Anak Nasional 2026 juga menghadirkan kompetisi seni tulis Islam yang tak kalah menarik. Lomba kaligrafi yang digelar di Masjid Al-Ma’ruf, Desa Klatak, Kecamatan Kalipuro, Rabu (17/6), berhasil memunculkan talenta-talenta muda berbakat yang memadukan keindahan tulisan Arab dengan kreativitas seni.

Dari puluhan karya yang masuk, Dzakia Arsyifa R dari MI Darul Ulum Muncar berhasil keluar sebagai juara pertama setelah menyisihkan para pesaingnya melalui proses penilaian yang berlangsung ketat.

Posisi kedua ditempati Nabila Putri H dari MI NU Bulurejo, sedangkan juara ketiga diraih Faizatun Nisa S dari MI Darun Najah 2. Sementara itu, Dzakiyya Krasiva dari MIN 3 Banyuwangi meraih Juara Harapan I dan Chika Khansa H dari MI Darun Najah 2 menyabet Juara Harapan II.

Dewan juri melakukan penilaian dengan mempertimbangkan sejumlah aspek penting. Mulai dari ketepatan penulisan sesuai kaidah kaligrafi, kreativitas dan imajinasi peserta, tata warna, komposisi karya, hingga tingkat kerapian dan kebersihan hasil akhir.

Peserta lomba mengerjakan kaligrafi. Aspek yang dinilai antara lain ketepatan penulisan sesuai kaidah kaligrafi, kreativitas, dan komposisi karya. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Peserta lomba mengerjakan kaligrafi. Aspek yang dinilai antara lain ketepatan penulisan sesuai kaidah kaligrafi, kreativitas, dan komposisi karya. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

Salah satu juri, Inti Dhommil Khoiriyah SPd, mengaku cukup terkesan dengan beragam karya yang dihasilkan peserta. Menurut dia, kualitas karya yang ditampilkan menunjukkan bahwa Banyuwangi memiliki banyak bibit seniman kaligrafi yang potensial.

“Kaligrafi sebenarnya seni yang cukup kompleks. Tidak hanya soal tulisan yang indah, tetapi juga harus memahami kaidah penulisan, keseimbangan komposisi, hingga perpaduan warna,” ujarnya.

Dhommil menilai, lomba kaligrafi seperti ini masih cukup jarang diselenggarakan, padahal memiliki nilai edukatif sekaligus artistik yang tinggi. Karena itu, ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan.

Menurut dia, pembinaan kaligrafi di sekolah-sekolah masih perlu ditingkatkan. Sebab, tidak sedikit siswa yang selama ini belajar secara mandiri tanpa pendampingan khusus.

“Kegiatan seperti ini bisa menjadi wadah bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memotivasi sekolah agar lebih serius mengembangkan kegiatan kaligrafi,” katanya.

Dalam kompetisi tersebut, peserta menampilkan berbagai aliran kaligrafi dengan karakter dan gaya yang berbeda-beda. Keunikan setiap karya menjadi salah satu pertimbangan penting bagi dewan juri dalam menentukan para pemenang.

“Semoga kegiatan seperti ini bisa menjadi pemantik semangat sekolah-sekolah untuk lebih aktif mengembangkan ekstrakurikuler kaligrafi. Sehingga bakat siswa bisa terwadahi dan berkembang lebih terarah,” harap Dhommil.

Sementara itu, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Banyuwangi Sutikno mengapresiasi penyelenggaraan lomba kaligrafi yang dinilainya memiliki peran besar dalam pembentukan karakter generasi muda.

Menurut dia, pendidikan karakter yang saat ini menjadi prioritas pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan positif, termasuk kompetisi seni kaligrafi.

“Lomba ini merupakan kegiatan yang mulia untuk menyiapkan generasi emas ke depan. Pendidikan karakter yang menjadi prioritas di pendidikan dasar dan menengah juga diwujudkan melalui kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Sutikno juga memberikan apresiasi kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi yang selama ini konsisten mendukung dunia pendidikan melalui berbagai program dan kolaborasi dengan sekolah maupun pemerintah daerah.

“Jawa Pos Radar Banyuwangi selalu berkomitmen menjaga kegiatan pendidikan di Banyuwangi dan terus berkolaborasi untuk memberikan ruang bagi pengembangan potensi siswa,” tandasnya.

Melalui ajang ini, tidak hanya lahir para juara, tetapi juga tumbuh semangat berkarya dan kecintaan terhadap seni Islam di kalangan generasi muda. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, Banyuwangi diyakini akan terus melahirkan seniman-seniman kaligrafi yang mampu berprestasi hingga tingkat nasional. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#JP RaBa #HUT JP #Lomba Kaligrafi #Kaligrafi Islam #banyuwangi