Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Siswa MIN 3 Banyuwangi M Syahid Raih Juara Lomba Azan HUT ke-27 Jawa Pos Radar Banyuwangi

Fredy Rizki Manunggal • Kamis, 18 Juni 2026 | 07:00 WIB
Para juara lomba azan dan kaligrafi berfoto bersama dengan founder Masjid Al-Ma’ruf Ferdy Elfian, Kepala Kemenag Chaironi Hidayat, Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi, dan Kabid SD Dispendik Sutikno, serta Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Banyuwangi Fahrurrozi, Rabu (17/6). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Para juara lomba azan dan kaligrafi berfoto bersama dengan founder Masjid Al-Ma’ruf Ferdy Elfian, Kepala Kemenag Chaironi Hidayat, Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi, dan Kabid SD Dispendik Sutikno, serta Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Banyuwangi Fahrurrozi, Rabu (17/6). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Suara merdu para muazin cilik menggema di Masjid Al-Ma’ruf, Desa Klatak, Kecamatan Kalipuro, Rabu (17/6). Sebanyak 25 finalis terbaik tampil penuh percaya diri pada babak final Lomba Azan tingkat SD/MI se-Kabupaten Banyuwangi yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) dan Hari Anak Nasional 2026.

Dari puluhan peserta yang sebelumnya lolos seleksi video, nama M Syahid Cahyo Santoso dari MIN 3 Banyuwangi akhirnya keluar sebagai juara pertama. Penampilannya yang tenang, penguasaan tajwid yang baik, serta irama azan yang indah berhasil memikat hati tiga dewan juri.

Posisi kedua diraih Arya Satria Anggara dari SDIT Al Irsyad, sedangkan juara ketiga diraih M Fikri dari MI Darunnajah 1. Sementara itu, Al Akbar Natanegara dari MI Miftahul Muna meraih Juara Harapan I dan Abrisam Athar Tsaqif dari SDN Penganjuran 4 menyabet Juara Harapan II.

Final lomba berlangsung semarak dan dihadiri sejumlah tokoh penting. Hadir dalam kesempatan tersebut Founder Masjid Al-Ma’ruf Ferdy Elfian, Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi, Kepala Kantor Kementerian Agama Banyuwangi Chaironi Hidayat, Kabid SD Dinas Pendidikan Banyuwangi Sutikno, serta Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Banyuwangi Fahrurrozi.

Selama perlombaan, para peserta dinilai berdasarkan empat aspek utama, yakni makharijul huruf dan tajwid, kualitas suara, irama lagu azan, serta penghayatan dan adab saat mengumandangkan azan.

Founder Masjid Al-Ma’ruf Ferdy Elfian menyerahkan piala kepada juara 1 lomba azan M Syahid Cahyo Santoso dari MIN 3 Banyuwangi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Founder Masjid Al-Ma’ruf Ferdy Elfian menyerahkan piala kepada juara 1 lomba azan M Syahid Cahyo Santoso dari MIN 3 Banyuwangi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

Salah satu dewan juri, Ustad Nabil Bahrain, mengaku cukup terkesan dengan kualitas para finalis. Menurut dia, keberanian peserta tampil langsung di hadapan juri dan penonton menjadi nilai lebih yang patut diapresiasi.

“Ada yang saat di video bagus, tapi ketika tampil langsung sedikit berbeda. Itu hal yang wajar. Yang jelas mereka masih sangat berpotensi untuk terus diasah,” ujarnya.

Nabil menilai kemampuan para peserta masih dapat berkembang lebih baik lagi melalui latihan yang konsisten dan pendampingan dari guru maupun orang tua.

“Suara, bacaan dan lagu adzannya masih bisa dilatih. Potensinya sudah ada, tinggal dikembangkan lagi,” katanya.

Hal senada disampaikan dewan juri lainnya, Ustad Kudus. Menurut dia, kualitas peserta tahun ini cukup merata sehingga proses penilaian berlangsung ketat.

“Nilainya tipis-tipis. Artinya, banyak peserta yang bagus. Yang belum juara jangan berkecil hati karena kemampuan mereka juga sangat baik,” ujarnya.

Dia berharap kompetisi ini menjadi pintu awal bagi para peserta untuk terus mengembangkan bakat di bidang seni baca Al-Qur’an maupun menjadi muazin di sekolah dan masjid masing-masing.

“Yang punya bakat harus terus dilatih dan dikembangkan. Nanti bisa ikut lomba qiraah atau menjadi muazin di sekolah maupun masjidnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Banyuwangi Chaironi Hidayat memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta. Menurut dia, keberanian tampil di depan publik merupakan bagian penting dari pendidikan karakter.

“Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mampu melahirkan anak-anak yang berani. Kecerdasan bukan satu-satunya syarat sukses, tetapi juga karakter dan keberanian,” tegasnya.

Chaironi menegaskan, seluruh peserta sejatinya adalah juara karena telah berani tampil dan berkompetisi. Pengalaman mengikuti lomba menjadi bekal penting dalam membentuk mental serta karakter anak sejak dini.

“Juara itu bukan hanya yang mendapat piala. Semua yang berani ikut adalah juara. Mereka belajar bahwa untuk berhasil harus berani berjuang,” ungkapnya.

Dia pun mengajak para orang tua untuk terus mendampingi dan memberikan dukungan kepada putra-putrinya agar semangat berprestasi terus tumbuh.

“Semoga prestasi anak-anak Banyuwangi terus berkembang dan tidak berhenti sampai di sini,” pungkasnya.

Lomba Azan yang menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-27 Jawa Pos Radar Banyuwangi ini kembali membuktikan bahwa Banyuwangi memiliki banyak bibit muazin berbakat. Dengan pembinaan yang tepat, bukan tidak mungkin dari ajang ini akan lahir generasi muazin berprestasi yang mampu mengharumkan nama Banyuwangi di tingkat nasional. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#JP RaBa #Lomba Azan #Muazin Cilik #HUT JP #banyuwangi