Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Smadatara Genteng Tancap Gas Sambut Tahun Ajaran Baru, AI dan Coding Masuk Kurikulum

Salis Ali Muhyidin • Rabu, 17 Juni 2026 | 06:30 WIB
SERIUS: Guru SMAN 2 Taruna Bhayangkara serius mengikuti Bintek Review Diversifikasi Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) di Aula Cakra Buana, Senin (15/6). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)
SERIUS: Guru SMAN 2 Taruna Bhayangkara serius mengikuti Bintek Review Diversifikasi Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) di Aula Cakra Buana, Senin (15/6). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Peta pendidikan di Banyuwangi terus bergerak mengikuti perkembangan zaman. Menyongsong tahun ajaran baru 2026, puluhan tenaga pendidik SMA Negeri 2 Taruna Bhayangkara (Smadatara) Genteng mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Review Diversifikasi Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) yang digelar di Aula Cakra Buana, Senin (15/6). Agenda ini menjadi langkah strategis sekolah untuk mengintegrasikan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), coding, dan konsep deep learning ke dalam proses pembelajaran.

Bimtek tersebut bukan sekadar evaluasi kurikulum tahunan. Smadatara membawa misi lebih besar, yakni menyiapkan generasi taruna yang tidak hanya unggul dalam disiplin dan karakter, tetapi juga siap menghadapi tantangan revolusi teknologi yang semakin cepat.

Sejak pagi, Aula Cakra Buana dipenuhi para guru yang antusias mengikuti pemaparan materi dari Dr. Ninik Kristiani, M.Pd., pengawas sekolah sekaligus praktisi pendidikan Jawa Timur. Dalam sesi tersebut, para pendidik diajak memahami bagaimana AI, coding, dan pembelajaran mendalam kini menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan modern.

Menurut Dr. Ninik, perkembangan teknologi tidak lagi bisa dipandang sebagai tren masa depan. Teknologi digital sudah menjadi realitas yang harus hadir di ruang-ruang kelas agar peserta didik memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Siapkan Taruna Berdaya Saing Global

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 2 Taruna Bhayangkara Genteng, I Ketut Renen, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa diversifikasi kurikulum yang dilakukan sekolah merupakan bagian dari strategi besar untuk meningkatkan kualitas lulusan.

“Kami ingin memastikan para taruna dan taruni memiliki daya saing global. Melalui penguatan deep learning, siswa diajak berpikir kritis, analitis, dan mampu memecahkan persoalan secara komprehensif. Sementara pengenalan coding dan AI akan membuka wawasan mereka terhadap industri masa depan,” ujarnya.

Menurut Renen, dunia kerja dan pendidikan tinggi saat ini menuntut kemampuan yang jauh lebih kompleks dibanding sebelumnya. Karena itu, sekolah perlu beradaptasi agar lulusan tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan teknologi.

Guru Dilatih Manfaatkan AI Secara Bijak

Selain membahas arah kurikulum, bimtek juga difokuskan pada penyusunan perangkat pembelajaran. Para guru dibekali kemampuan memanfaatkan AI sebagai alat bantu dalam merancang modul ajar yang lebih efektif, interaktif, dan sesuai kebutuhan siswa.

Renen menegaskan bahwa kehadiran AI tidak boleh dipandang sebagai ancaman bagi dunia pendidikan. Sebaliknya, teknologi tersebut harus dimanfaatkan secara bijak untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

“AI jangan ditakuti, tetapi dimanfaatkan. Guru-guru kami dilatih menggunakan AI secara tepat untuk menyusun perangkat ajar yang lebih personal dan menarik. Harapannya, saat tahun ajaran baru dimulai, implementasinya sudah berjalan optimal,” katanya.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya Smadatara untuk meningkatkan kapasitas guru dalam menghadapi transformasi digital yang kini menyentuh hampir seluruh aspek pendidikan.

Menjadi Sekolah Taruna Berbasis Teknologi

Sebagai sekolah berbasis taruna, Smadatara selama ini dikenal dengan penekanan pada pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan. Kini, nilai-nilai tersebut diperkuat dengan kompetensi teknologi yang menjadi kebutuhan utama generasi muda.

Integrasi AI, coding, dan deep learning ke dalam Kurikulum Satuan Pendidikan diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya tangguh secara mental dan fisik, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi global.

Dengan langkah tersebut, SMAN 2 Taruna Bhayangkara Genteng semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan di Banyuwangi yang aktif berinovasi dalam menghadapi era digital.

Sekolah berharap penguatan kurikulum berbasis teknologi ini menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi emas Indonesia yang berkarakter Bhayangkara, berpikiran kritis, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (sas)

Editor : Ali Sodiqin
#pendidikan Banyuwangi #Kurikulum AI #Coding siswa #Smadatara Genteng #Deep Learning