RADARBANYUWANGI.ID – Ratusan video azan dari pelajar SD dan MI se-Banyuwangi akhirnya melewati tahap seleksi ketat. Setelah proses penjurian yang berlangsung maraton di Gedung Grha Pena Radar Banyuwangi, Selasa (16/6), sebanyak 25 peserta terbaik resmi dinyatakan lolos ke babak final Lomba Azan yang digelar Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa).
Seleksi dilakukan oleh tiga dewan juri yang memiliki kompetensi di bidang azan dan ilmu tajwid, yakni Ustad Ahmad Nabil Bahrain, Ustad M Kudus, dan Ustad Rozak. Mereka menilai kemampuan peserta dari berbagai aspek, mulai kualitas suara, ketepatan tajwid, makharijul huruf, hingga penguasaan lagu dan irama azan.
Ajang yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-27 Jawa Pos Radar Banyuwangi tersebut mendapat respons luar biasa dari masyarakat. Ratusan peserta dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah mengirimkan video terbaik mereka untuk memperebutkan tiket menuju babak final.
Ustad Ahmad Nabil Bahrain mengatakan, kualitas peserta yang mengikuti kompetisi cukup beragam. Namun, sejumlah peserta menunjukkan kemampuan yang menonjol dan layak bersaing di tahap akhir.
“Kalau melihat dari video yang masuk, kemampuannya cukup beragam. Ada yang bagus sekali, ada yang masih standar. Gambaran awal sudah terlihat, tetapi penilaian lengkapnya nanti akan terlihat saat final,” ujarnya.
Menurutnya, penampilan langsung akan menjadi faktor penting karena juri dapat menilai aspek teknis maupun mental peserta saat berada di hadapan publik.
Penampilan Langsung Jadi Penentu
Hal senada disampaikan Ustad M Kudus. Muadzin Masjid Agung Baiturrahman (MAB) Banyuwangi itu menilai kemampuan dasar peserta sudah dapat terlihat melalui video yang dikirimkan. Namun, suasana kompetisi di panggung final dipastikan menghadirkan tantangan berbeda.
“Dari video sudah bisa dilihat kemampuan masing-masing peserta. Namun, penampilan besok tetap akan sangat berpengaruh terhadap performa dan hasil penilaian mereka,” katanya.
Karena itu, para finalis diharapkan mempersiapkan diri secara maksimal agar mampu menampilkan kemampuan terbaik saat tampil di hadapan dewan juri.
Babak final dijadwalkan berlangsung mulai pagi ini (17/6) di Masjid Al Ma’ruf, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro. Sebanyak 25 finalis akan tampil secara langsung untuk memperebutkan gelar juara sekaligus membuktikan kualitas mereka sebagai calon muazin muda berbakat.
Menjaring Bibit Muazin Masa Depan
Sementara itu, Ustad Rozak yang juga menjadi muadzin Masjid Al Ma’ruf mengaku optimistis babak final akan berlangsung menarik. Dari hasil seleksi video, sebagian besar peserta telah menunjukkan kemampuan yang baik dalam melafalkan azan sesuai kaidah tajwid.
“Kami melihat tajwid dan lantunannya cukup bagus. Dari video sudah bisa terlihat seperti apa kemampuan peserta. Nanti saat tampil langsung kami akan melihat lebih detail lagi,” ungkapnya.
Lomba Azan JP-RaBa tidak sekadar menjadi ajang kompetisi. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana pembinaan generasi muda agar semakin mencintai syiar Islam serta melahirkan bibit-bibit muazin berkualitas yang kelak dapat menjadi penerus di masjid dan musala.
Dengan antusiasme peserta yang tinggi dan kualitas yang terus meningkat, babak final diprediksi berlangsung sengit. Sebab, para finalis tidak hanya berlomba menghadirkan suara terbaik, tetapi juga menunjukkan penguasaan tajwid dan penghayatan yang menjadi ruh utama dalam mengumandangkan azan. (fre/sgt)
Editor : Ali Sodiqin