RADARBANYUWANGI.ID - Komitmen SMK 17 Agustus 1945 (Semesta) Genteng dalam menyiapkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja terus menunjukkan hasil nyata.
Tidak hanya terserap di tingkat nasional, lulusan sekolah vokasi tersebut kini mulai menembus pasar kerja internasional melalui program unggulan bertajuk "Semesta Goes to Japan".
Program yang mulai dijalankan pada semester kedua tahun 2025 itu menjadi salah satu strategi sekolah untuk membuka akses kerja global bagi para siswa dan alumni.
Hingga pertengahan 2026, sebanyak empat alumni telah berhasil bekerja di Jepang.
Selain itu, sembilan siswa telah dinyatakan lolos seleksi perusahaan Jepang dan menandatangani kontrak kerja, sementara sepuluh siswa lainnya masih menjalani pelatihan intensif sebagai persiapan menghadapi proses seleksi berikutnya.
Kepala SMK 17 Agustus 1945 Genteng, Sunarto, mengatakan bahwa langkah yang dijalankan melalui Bursa Kerja Khusus (BKK) Semesta merupakan respons terhadap meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terampil di luar negeri.
Menurut dia, program tersebut tidak hanya berfokus pada penempatan kerja, tetapi juga menyiapkan siswa secara menyeluruh sejak masih berada di bangku sekolah.
Berbagai pembekalan diberikan mulai dari kemampuan bahasa Jepang, keterampilan teknis sesuai kebutuhan industri, hingga pembentukan karakter dan mental kerja.
“Target kami setelah lulus mereka bisa langsung berangkat bekerja tanpa harus menunggu terlalu lama. Karena itu, persiapan dilakukan sejak kelas XI dan XII agar siswa memenuhi standar perusahaan di Jepang,” ujarnya.
Empat alumni yang kini bekerja di Jepang ditempatkan di sejumlah perusahaan mitra, di antaranya Kabushikigaisha Yoakengyou, Kabushikigaisha Maruyoshi Kougyou, dan Being Group.
Keberhasilan para alumni tersebut menjadi motivasi sekaligus pembuka jalan bagi siswa lain yang ingin mengikuti jejak serupa.
Sementara itu, sembilan siswa yang telah lolos wawancara saat ini tengah menyelesaikan berbagai dokumen administrasi dan keimigrasian sebelum diberangkatkan ke Jepang.
Di sisi lain, sepuluh siswa lainnya masih mengikuti pelatihan bahasa Jepang standar industri serta penguatan kompetensi teknis guna meningkatkan peluang lolos seleksi pada gelombang berikutnya.
Ketua Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Nasional (Perpenas) Banyuwangi, Yunita Iliana, mengapresiasi capaian SMK Semesta Genteng yang dinilai berhasil membuka akses kerja internasional bagi para lulusannya.
Menurut Yunita, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi mampu menjawab kebutuhan dunia kerja global apabila dikelola secara serius dan terarah.
Tidak hanya memberangkatkan lulusan ke luar negeri, sekolah juga dituntut memastikan peserta didik memiliki kompetensi, karakter, dan daya saing yang kuat agar mampu beradaptasi di lingkungan kerja internasional.
Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut tidak lepas dari sinergi antara sekolah, dunia usaha, dan dunia industri yang bersama-sama membangun ekosistem pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
“Semesta telah menunjukkan bahwa pendidikan vokasi dapat menjadi solusi nyata untuk menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” tegasnya.
Keberadaan perusahaan mitra di Jepang juga menjadi indikator bahwa kualitas lulusan SMK Semesta Genteng mulai mendapatkan pengakuan di tingkat internasional.
Selain meningkatkan kesejahteraan alumni, program ini diharapkan mampu menghadirkan transfer teknologi, keterampilan, dan budaya kerja profesional yang dapat dibawa pulang ke Indonesia.
Capaian tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa sekolah menengah kejuruan mampu membuka peluang karier yang konkret hingga ke pasar kerja global.
Bagi masyarakat dan wali murid, keberhasilan ini menjadi gambaran bahwa pendidikan vokasi dapat menjadi jalur strategis untuk meraih masa depan yang lebih kompetitif dan berdaya saing internasional.
Editor : Lugas Rumpakaadi