Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ribuan Siswa SMP di Banyuwangi Daftar Ulang, Helpdesk Sekolah Diserbu

Fredy Rizki Manunggal • Sabtu, 13 Juni 2026 | 00:00 WIB
BERI ARAHAN: Calon siswa didampingi orang tua mendatangi helpdesk SPMB di SMPN 1 Banyuwangi, Jumat (12/6). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
BERI ARAHAN: Calon siswa didampingi orang tua mendatangi helpdesk SPMB di SMPN 1 Banyuwangi, Jumat (12/6). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Seluruh tahapan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP di Banyuwangi resmi berakhir. Jumat (12/6), ribuan siswa yang dinyatakan lolos seleksi mulai melakukan daftar ulang di sekolah tujuan. Menariknya, meski proses daftar ulang telah disiapkan secara daring, banyak wali murid tetap memilih datang langsung ke sekolah.

Sejak pagi, sejumlah sekolah negeri tampak ramai didatangi calon peserta didik baru bersama orang tua mereka. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi di SMPN 1 Banyuwangi, SMPN 3 Banyuwangi, hingga SMPN 1 Giri menunjukkan antrean wali murid yang ingin memastikan proses daftar ulang berjalan lancar.

Fenomena tersebut terjadi karena sebagian orang tua merasa lebih tenang jika mendapatkan penjelasan langsung dari pihak sekolah. Selain melakukan daftar ulang, mereka juga ingin memperoleh informasi terkait aktivitas sekolah yang akan dijalani anak-anak mereka setelah resmi diterima.

Ketua SPMB SMPN 1 Giri Dedy Susanto menjelaskan, seluruh proses daftar ulang sebenarnya dilakukan secara online. Namun, sekolah tetap membuka layanan bantuan atau helpdesk untuk mendampingi wali murid yang mengalami kendala maupun membutuhkan informasi tambahan.

“Di sekolah mereka tetap diarahkan melakukan daftar ulang secara online. Jadi hanya kami bantu saja, daftar ulangnya tetap daring,” ujarnya.

Menurut Dedy, mekanisme daftar ulang tidak rumit. Orang tua cukup membuka tautan yang telah disediakan sekolah, kemudian mengikuti petunjuk pada menu yang tersedia. Meski demikian, banyak wali murid yang memilih datang langsung agar lebih yakin prosesnya sudah selesai.

Selain membantu proses daftar ulang, sekolah juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat komunikasi dengan orang tua siswa. Salah satunya dengan memasukkan wali murid ke dalam grup WhatsApp resmi sekolah.

“Setelah daftar ulang, wali murid dibuatkan grup WA khusus. Informasi selanjutnya akan dibagikan melalui grup tersebut, termasuk persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS),” jelasnya.

Hal serupa disampaikan Humas SMPN 1 Banyuwangi Mazwin Mukaromah. Ia mengatakan sebagian besar orang tua datang bukan karena kesulitan melakukan daftar ulang, melainkan untuk memperoleh informasi terbaru terkait layanan digital yang akan digunakan siswa selama bersekolah.

Salah satu yang disiapkan adalah akun siswa untuk mengakses aplikasi sekolah. Melalui aplikasi tersebut, berbagai dokumen penting dapat tersimpan secara digital sehingga siswa tidak perlu lagi menyerahkan banyak berkas fisik.

“Aplikasi ini digunakan untuk menyimpan data-data siswa. Jadi tidak perlu mengumpulkan fotokopi SKL, akta kelahiran, rapor, dan berkas lainnya. Informasi kegiatan sekolah juga bisa diakses melalui aplikasi tersebut,” katanya.

Rampungnya tahapan daftar ulang sekaligus menandai berakhirnya rangkaian SPMB SMP tahun ajaran baru di Banyuwangi. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sebelumnya telah menegaskan komitmen agar proses penerimaan peserta didik berlangsung transparan, objektif, akuntabel, dan bebas dari praktik gratifikasi maupun pungutan liar.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui Deklarasi Integritas dan Komitmen Bersama Penyelenggaraan SPMB yang digelar di Aula Dharma Wiyata Dinas Pendidikan Banyuwangi pada 13 Mei lalu. Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Alfian, Kepala Kemenag Banyuwangi Chaironi Hidayat, unsur Forkopimda, serta kepala sekolah SD dan SMP se-Banyuwangi.

Plt Kepala Dispendik Banyuwangi Alfian menegaskan bahwa deklarasi integritas perlu dilakukan setiap tahun karena persoalan penerimaan siswa baru selalu menjadi perhatian masyarakat.

“SPMB ini menjadi persoalan kita setiap tahunnya. Karena itu deklarasi harus dilakukan sebagai komitmen bersama agar pelaksanaannya berjalan baik,” tegasnya.

Dengan selesainya tahapan seleksi dan daftar ulang, sekolah kini bersiap menyambut peserta didik baru yang akan mengikuti MPLS sebelum memulai tahun ajaran baru. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#daftar ulang SMP #Dispendik banyuwangi #SMP negeri #wali murid #spmb banyuwangi