Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Belajar di Alam Terbuka, Siswa SD Banyuwangi Kenali Proses Air Bersih di Sumber Gedor

M Ksatria Raya • Kamis, 11 Juni 2026 | 06:30 WIB
Para siswa SD se-Kecamatan Kabat melihat langsung sekaligus merasakan lansung kesegaran air Sumber Gedor, Rabu (20/6). (Ksatria Raya/Radar Banyuwangi)
Para siswa SD se-Kecamatan Kabat melihat langsung sekaligus merasakan lansung kesegaran air Sumber Gedor, Rabu (20/6). (Ksatria Raya/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Tawa riang dan rasa penasaran terpancar dari wajah puluhan siswa sekolah dasar saat menyentuh langsung air jernih yang mengalir dari Sumber Gedor, Kelurahan Gombengsari, Kalipuro, Banyuwangi, Rabu (11/6). Sebanyak 80 siswa perwakilan dari 17 SD se-Kecamatan Kabat diajak keluar dari ruang kelas untuk mengenal lebih dekat perjalanan air bersih yang setiap hari mereka gunakan.

Melalui program Wisata Edukasi Sejak Usia Dini (Wis Esa Sek Adi) yang digagas Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi, para pelajar tidak hanya mendapatkan teori tentang air bersih, tetapi juga menyaksikan langsung sumber mata air yang menjadi salah satu penopang kebutuhan air minum masyarakat Banyuwangi.

Kegiatan dimulai dengan kunjungan ke kawasan Sumber Gedor, salah satu sumber mata air bersejarah yang hingga kini masih menjadi andalan penyediaan air bersih. Setelah itu, peserta melanjutkan perjalanan menuju tandon air di Kecamatan Kalipuro untuk melihat proses distribusi air kepada pelanggan.

Direktur Utama PUDAM Banyuwangi Abd Rahman mengatakan, program Wis Esa Sek Adi rutin digelar setiap hari Rabu sebagai sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih memahami pentingnya menjaga sumber daya air dan lingkungan.

“Siswa tidak hanya diajak berwisata, tetapi juga mendapat edukasi tentang pengelolaan air, pelestarian lingkungan, dan edukasi kesehatan,” ujarnya.

Selama berada di kawasan Sumber Gedor, para siswa diajak berkeliling menikmati suasana alam sekaligus mengenal bangunan peninggalan era kolonial Belanda yang masih berdiri di lokasi tersebut. Mereka juga mendapatkan penjelasan mengenai berbagai jenis pohon yang tumbuh di sekitar mata air serta proses pengolahan air hingga akhirnya dapat mengalir ke rumah-rumah warga.

Momen yang paling menarik perhatian para siswa terjadi ketika mereka berinteraksi langsung dengan air yang keluar dari sumber. Sebagian mencuci muka, membasuh tangan, hingga mengisi ulang botol minum mereka dengan air siap konsumsi yang tersedia di lokasi.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak siswa yang aktif bertanya mengenai proses pengolahan air maupun fungsi mata air bagi kehidupan masyarakat.

Kepala SDN Benelan Lor, Sodikin, mengapresiasi program tersebut karena memberikan pengalaman belajar yang tidak bisa diperoleh peserta didik hanya melalui buku pelajaran di dalam kelas.

“Dengan adanya kesempatan ini para siswa bisa belajar mulai dari sejarah Sumber Gedor hingga berbagai jenis pohon yang mungkin tidak didapatkan di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan sumber mata air besar seperti Sumber Gedor memiliki manfaat yang sangat luas bagi kehidupan masyarakat Banyuwangi, terutama dalam penyediaan air bersih.

“Di sini sumber air yang begitu besar juga mengandung manfaat yang banyak yang nantinya disalurkan ke rumah warga Banyuwangi sebagai air bersih,” katanya.

Sodikin berharap program tersebut dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah sehingga semakin banyak pelajar yang memperoleh pengalaman belajar langsung di lapangan.

“Terima kasih, semoga ke depannya semakin banyak para siswa yang mendapat kesempatan untuk mengikuti program Wis Esa Sek Adi,” harapnya.

Bagi para siswa, kegiatan ini bukan sekadar kunjungan edukatif biasa. Mereka dapat melihat secara nyata bagaimana air bersih yang sehari-hari digunakan ternyata berasal dari proses panjang yang membutuhkan pengelolaan dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Salah satu peserta, Hafidzh, siswa SDN 2 Dadapan, mengaku senang karena mendapatkan pengalaman baru yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.

“Di sini saya dapat pengalaman baru. Saya juga sempat mencoba membasuh tangan dengan air sumber yang bersih dan segar sekali,” ungkapnya.

Melalui Wis Esa Sek Adi, PUDAM Banyuwangi berharap kesadaran menjaga sumber air dapat tumbuh sejak usia dini. Dengan mengenalkan pentingnya konservasi lingkungan melalui pengalaman langsung, generasi muda diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sumber air bersih untuk masa depan.

Belajar sambil berwisata di alam terbuka seperti ini pun menjadi cara yang efektif untuk menanamkan kepedulian lingkungan. Bukan hanya memahami bagaimana air dikelola, para siswa juga diajak merasakan langsung betapa berharganya sumber kehidupan yang mengalir dari Sumber Gedor bagi masyarakat Banyuwangi. (ray/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Wis Esa Sek Adi #Sumber Gedor #PUDAM Banyuwangi #air bersih #wisata edukasi