RADARBANYUWANGI.ID – Persaingan masuk SMP negeri melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Banyuwangi semakin ketat. Setelah dibuka selama dua hari, pendaftaran jalur domisili resmi ditutup pada Senin (9/6) pukul 16.00 dengan total 5.105 calon siswa tercatat mendaftar di berbagai sekolah tujuan.
Angka tersebut menjadikan jalur domisili sebagai salah satu jalur paling diminati dalam pelaksanaan SPMB tahun ini. Selain karena faktor kedekatan tempat tinggal dengan sekolah, jalur ini juga menyediakan kuota terbesar, yakni 40 persen dari total daya tampung setiap SMP negeri.
Namun, tingginya jumlah pendaftar tidak serta-merta membuat seluruh peserta diterima. Ribuan calon siswa tersebut masih harus melalui tahapan seleksi dan verifikasi administrasi sebelum ditetapkan sebagai peserta yang lolos sesuai kuota masing-masing sekolah. Hasil seleksi dijadwalkan diumumkan hari ini, Selasa (10/6).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Banyuwangi Muisman mengatakan jumlah pendaftar terus mengalami peningkatan hingga hari terakhir penutupan.
“Pendaftar sampai hari kedua (9/6) pelaksanaan SPMB jalur domisili terdapat 5.105 pendaftar calon siswa,” ujarnya.
Jumlah itu meningkat dibanding hari pertama pendaftaran. Pada Senin (8/6) hingga pukul 15.30, jumlah pendaftar tercatat sebanyak 4.787 calon siswa. Artinya, dalam kurun kurang dari satu hari terjadi penambahan ratusan peserta yang memanfaatkan kesempatan terakhir untuk mendaftar.
Di tengah tingginya antusiasme masyarakat, Dinas Pendidikan masih menemukan sejumlah kendala administratif. Salah satunya berkaitan dengan pemahaman wali murid mengenai syarat kartu keluarga (KK) yang digunakan sebagai dasar penentuan domisili calon siswa.
Menurut Muisman, masih ada orang tua yang belum mengetahui bahwa dokumen KK yang dapat digunakan dalam jalur domisili harus telah diterbitkan minimal satu tahun sebelum pelaksanaan SPMB.
“Ada sebagian wali murid yang tidak tahu tentang dokumen KK yang bisa dijadikan syarat untuk mendaftar melalui jalur domisili. Sesuai regulasi, KK yang bisa dijadikan pedoman domisili SPMB adalah yang dikeluarkan satu tahun atau lebih,” katanya.
Persyaratan tersebut menjadi bagian penting dalam proses verifikasi untuk memastikan jalur domisili benar-benar digunakan oleh calon siswa yang berdomisili sesuai ketentuan dan mencegah praktik perpindahan alamat secara mendadak demi kepentingan penerimaan sekolah.
Tingginya jumlah pendaftar juga menunjukkan meningkatnya persaingan pada SPMB tahun ini. Sistem akan melakukan pemeringkatan berdasarkan aturan yang berlaku untuk menentukan siapa saja yang berhak mengisi kuota 40 persen jalur domisili di masing-masing sekolah.
Sejumlah SMP negeri favorit bahkan mencatat jumlah pendaftar jauh melampaui kapasitas yang tersedia. Kondisi ini membuat peluang lolos semakin kompetitif.
Kepala SMP Negeri 3 Banyuwangi Kholili mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar di sekolah yang dipimpinnya telah melebihi daya tampung jalur domisili.
“Untuk pendaftar SPMB jalur domisili di sekolah kita banyak hingga sekitar 130, padahal kuota yang tersedia hanya 102 anak,” ujarnya.
Data tersebut menunjukkan bahwa tidak semua calon siswa yang memilih sekolah favorit akan berhasil memperoleh kursi. Karena itu, hasil pengumuman yang akan dirilis hari ini menjadi momen yang dinantikan ribuan peserta dan orang tua untuk mengetahui hasil perjuangan mereka dalam seleksi jalur domisili.
Dengan berakhirnya tahap ini, pelaksanaan SPMB Banyuwangi akan berlanjut ke jalur berikutnya sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Sementara itu, perhatian masyarakat kini tertuju pada pengumuman hasil seleksi yang akan menentukan langkah para calon siswa menuju jenjang pendidikan berikutnya. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin