Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jalur Domisili Ditutup, Keluhan Tak Lolos SPMB Membanjiri Sejumlah SMP Negeri

Ali Sodiqin • Rabu, 10 Juni 2026 | 02:00 WIB
SPMB SMP Banyuwangi berlangsung daring melalui Smart Kampung. Sekolah tetap membuka layanan konsultasi bagi wali murid yang kesulitan mendaftar. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
SPMB SMP Banyuwangi berlangsung daring melalui Smart Kampung. Sekolah tetap membuka layanan konsultasi bagi wali murid yang kesulitan mendaftar. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Meski seluruh proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP di Banyuwangi telah beralih ke sistem daring melalui aplikasi Smart Kampung, sekolah tetap menjadi tempat yang ramai didatangi wali murid. Mereka datang bukan untuk mendaftar secara langsung, melainkan mencari informasi, meminta pendampingan, hingga memastikan peluang anaknya diterima di sekolah tujuan.

Fenomena tersebut terlihat di sejumlah SMP negeri selama masa pendaftaran SPMB. Di tengah transformasi layanan pendidikan berbasis digital, kebutuhan masyarakat terhadap pendampingan dan konsultasi tatap muka ternyata masih cukup tinggi.

Salah satu sekolah yang membuka layanan informasi secara intensif adalah SMP Negeri 3 Banyuwangi. Sekolah tersebut menyediakan petugas khusus untuk membantu wali murid yang mengalami kendala selama proses pendaftaran online berlangsung.

Kepala SMPN 3 Banyuwangi Holilik mengatakan, layanan konsultasi telah dibuka sejak awal tahapan pendaftaran hingga berakhirnya jalur domisili pada Senin (9/6). Langkah itu dilakukan agar masyarakat memperoleh informasi yang benar terkait mekanisme penerimaan murid baru.

“Di SMPN 3 Banyuwangi, pelayanan baik konsultasi maupun informasi mengenai SPMB sudah dibuka sejak awal pendaftaran hingga tadi (kemarin) untuk melayani para wali murid yang bertanya,” ujarnya.

Menurut Holilik, sebagian besar pertanyaan yang disampaikan wali murid berkaitan dengan teknis pendaftaran melalui aplikasi Smart Kampung. Selain itu, banyak pula yang ingin mengetahui prosedur daftar ulang serta dokumen yang wajib diunggah ke dalam sistem.

“Banyak yang datang untuk menanyakan cara pendaftaran, daftar ulang, hingga berkas apa saja yang harus diunggah di Smart Kampung,” katanya.

Tingginya antusiasme masyarakat juga terlihat dari jumlah pendaftar jalur domisili di SMPN 3 Banyuwangi. Sekolah tersebut menerima sekitar 130 pendaftar, sementara daya tampung yang tersedia hanya 102 kursi.

Kondisi itu membuat persaingan masuk sekolah negeri favorit semakin ketat. Tidak semua calon murid yang mendaftar dapat diterima meski telah memenuhi syarat administrasi.

Pada hari terakhir pendaftaran jalur domisili, banyak wali murid mendatangi sekolah untuk menanyakan hasil seleksi. Sebagian di antaranya menyampaikan keluhan karena anak mereka tidak berhasil lolos.

Holilik menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara otomatis oleh sistem sehingga pihak sekolah tidak memiliki kewenangan untuk mengubah hasil yang telah ditetapkan.

“Kemarin memang banyak wali murid yang datang karena hari terakhir pendaftaran. Ada juga yang mengeluhkan anaknya tidak diterima, tetapi kami jelaskan bahwa penerimaan calon murid sudah dilakukan secara sistem sehingga sekolah tidak bisa melakukan intervensi apa pun selain memberikan informasi dan pelayanan terkait SPMB,” jelasnya.

Hal serupa juga terjadi di SMP Negeri 1 Glagah. Kepala SMPN 1 Glagah Dardiri mengatakan hampir seluruh tahapan SPMB saat ini dilaksanakan secara daring. Hanya jalur prestasi lomba yang masih mengharuskan calon murid hadir langsung ke sekolah untuk mengikuti uji petik atau tes kemampuan.

“Hampir semua jalur pendaftaran SPMB dilaksanakan secara daring, kecuali saat uji petik pada jalur prestasi lomba yang mengharuskan siswa datang ke sekolah untuk mengikuti tes,” ujarnya.

Meski sistem penerimaan sudah berbasis digital, SMPN 1 Glagah tetap membuka layanan informasi bagi masyarakat. Menurut Dardiri, keberadaan layanan tersebut penting agar seluruh calon murid memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti proses seleksi tanpa terkendala pemahaman teknis.

Sekolah berharap pendampingan yang diberikan dapat membantu masyarakat beradaptasi dengan sistem digital sekaligus meminimalkan kesalahan saat pendaftaran. Dengan demikian, proses SPMB tidak hanya berjalan transparan dan efisien, tetapi juga tetap ramah bagi seluruh lapisan masyarakat. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#pendaftaran online #SMP negeri #jalur domisili #smart kampung #spmb banyuwangi