RADARBANYUWANGI.ID - Penguatan mutu pendidikan yang konsisten mulai membuahkan hasil di SMAN 1 Wongsorejo. Dalam tiga tahun terakhir, sekolah yang berada di wilayah utara Banyuwangi itu mencatat lonjakan signifikan pada capaian akademik maupun nonakademik. Peningkatan jumlah siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) hingga sederet prestasi olahraga menjadi bukti nyata transformasi sekolah yang semakin berdampak.
WONGSOREJO – SMAN 1 Wongsorejo terus menunjukkan perkembangan positif yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu sekolah menengah atas yang diperhitungkan di Banyuwangi. Berbagai capaian akademik dan nonakademik yang diraih dalam beberapa tahun terakhir menjadi bukti keberhasilan transformasi pendidikan yang tengah dijalankan sekolah tersebut.
Peningkatan prestasi paling mencolok terlihat dari jumlah lulusan yang berhasil menembus perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Pada 2024, hanya dua siswa yang diterima melalui jalur SNBP dan delapan siswa melalui jalur SNBT. Namun setahun kemudian terjadi lonjakan signifikan. Pada 2025, jumlah siswa yang lolos PTN meningkat menjadi 25 orang, terdiri atas 15 siswa melalui SNBP dan 10 siswa melalui SNBT.
Tren positif tersebut kembali berlanjut pada 2026. Sebanyak 14 siswa diterima melalui jalur SNBP dan 14 siswa lainnya lolos melalui jalur SNBT. Dengan demikian, total 28 siswa berhasil menembus perguruan tinggi negeri pada tahun ini.
Menariknya, para siswa diterima di sejumlah kampus favorit nasional seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Udayana (Unud), hingga Institut Seni Indonesia (ISI).
Pencapaian tersebut tidak lepas dari berbagai program peningkatan mutu pendidikan yang dijalankan sekolah sejak dipimpin Dr Akhlakul Kharimah SE MM pada 4 Desember 2024. Berbagai pembenahan dilakukan mulai dari penguatan kualitas pembelajaran, pembinaan karakter siswa, hingga pengembangan budaya prestasi yang sehat dan kompetitif.
Upaya tersebut perlahan membentuk iklim belajar yang lebih kondusif, adaptif, dan mendorong siswa untuk berani bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Tidak hanya di bidang akademik, prestasi siswa SMAN 1 Wongsorejo juga terlihat pada sektor nonakademik. Sekolah ini berhasil meraih Juara III cabang olahraga dayung junior pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Selain itu, siswa SMAN 1 Wongsorejo juga sukses menorehkan prestasi pada cabang pencak silat dengan meraih Juara I dan Juara II tingkat Kabupaten Banyuwangi.
Berbagai capaian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan potensi siswa dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga kemampuan, bakat, dan karakter peserta didik.
Di sisi lain, sekolah juga terus memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui berbagai program pengembangan keterampilan. Salah satu yang menjadi unggulan adalah Program Double Track yang memberikan bekal kompetensi tambahan kepada siswa.
Melalui program tersebut, siswa mendapatkan keterampilan praktis yang dapat digunakan sebagai modal memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri setelah lulus sekolah.
Program Double Track menjadi bagian dari komitmen sekolah untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing, kreativitas, dan kemandirian dalam menghadapi tantangan masa depan.
Berbagai capaian yang diraih dalam beberapa tahun terakhir menjadi indikator bahwa SMAN 1 Wongsorejo tengah bergerak menuju sekolah yang semakin maju, relevan, dan responsif terhadap perkembangan zaman.
Dengan dukungan seluruh warga sekolah, orang tua, alumni, serta masyarakat, SMAN 1 Wongsorejo terus membangun tradisi prestasi yang berkelanjutan. Transformasi yang sedang berlangsung tidak hanya tercermin dari angka-angka capaian, tetapi juga dari tumbuhnya budaya belajar, berprestasi, dan berinovasi yang semakin kuat di lingkungan sekolah. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin