RADARBANYUWANGI.ID - Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Banyuwangi terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Senin (8/6), progres pembangunan kompleks pendidikan yang berlokasi di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, telah mencapai 77 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Juni mendatang.
Sekolah yang digagas pemerintah pusat tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pusat pendidikan modern terbesar di Banyuwangi. Berdiri di atas lahan seluas 7 hektare milik Pemkab Banyuwangi, kawasan pendidikan itu akan melayani jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan kapasitas sekitar 1.000 siswa.
Saat ini, untuk tahap awal penyelenggaraan pendidikan, Sekolah Rakyat Banyuwangi menempati dua lokasi sementara, yakni Balai Diklat milik Pemkab Banyuwangi di Kecamatan Licin dan kompleks Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di Kecamatan Muncar. Namun ke depan, seluruh aktivitas belajar mengajar dan pemondokan siswa akan dipusatkan di kompleks Sekolah Rakyat yang tengah dibangun di Desa Blambangan.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan dirinya telah meninjau langsung perkembangan proyek tersebut. Berdasarkan hasil pemantauan, pembangunan berjalan sesuai target dan saat ini telah melewati angka 75 persen.
“Pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi telah mencapai 75 persen lebih. Semoga seluruh pekerjaan berjalan tepat waktu dan segera bisa digunakan untuk anak-anak,” ujarnya.
Sekolah Rakyat Banyuwangi dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan konsep sekolah modern berstandar internasional. Selain ruang belajar yang representatif, kawasan pendidikan tersebut juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang yang dirancang untuk mendukung proses pembelajaran dan kehidupan siswa selama tinggal di asrama.
Fasilitas yang dibangun meliputi gedung SD, SMP, dan SMA masing-masing dua lantai, asrama putra dan putri untuk setiap jenjang pendidikan, serta rumah susun bagi tenaga pendidik. Selain itu tersedia gedung serbaguna, masjid, gedung ibadah, dapur umum, kantin untuk masing-masing jenjang sekolah, hingga guest house.
Tidak hanya itu, kawasan tersebut juga dilengkapi lapangan upacara, lapangan sepak bola, lapangan basket, jogging track, rumah genset, tempat pembuangan sampah, green house, rumah pompa, gudang perawatan, pos jaga, instalasi pengolahan limbah dapur, area parkir kendaraan, gerbang utama, hingga signage kawasan.
“Semoga segera bisa dimanfaatkan dengan baik oleh anak-anak,” harap Ipuk.
Sementara itu, Manajemen Konstruksi Proyek Sekolah Rakyat Banyuwangi, Johansyah, menjelaskan bahwa percepatan pekerjaan terus dilakukan agar target penyelesaian pada 20 Juni mendatang dapat tercapai.
Menurutnya, pembangunan mencakup total 38 rombongan belajar (rombel), terdiri atas 18 rombel SD, sembilan rombel SMP, dan sembilan rombel SMA. Seluruh bangunan utama maupun fasilitas pendukung saat ini berada pada kisaran progres 75 hingga 80 persen.
“Sampai hari ini (kemarin) perkembangan pembangunan sudah 77 persen. Progress bangunan seperti asrama, gedung, dan fasilitas penunjang antara 75 sampai 80 persen. Target kami bulan ini selesai,” kata Johan.
Keberadaan Sekolah Rakyat di Banyuwangi diharapkan menjadi terobosan dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat. Dengan konsep sekolah terpadu berasrama dan fasilitas lengkap, sekolah ini diproyeksikan menjadi pusat pengembangan pendidikan sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Jika seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai jadwal, kompleks Sekolah Rakyat Banyuwangi akan segera menjadi rumah belajar baru bagi ratusan siswa dari berbagai wilayah, sekaligus menandai hadirnya model pendidikan modern yang terintegrasi di ujung timur Pulau Jawa. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin