RADARBANYUWANGI.ID - Ribuan calon siswa langsung memadati pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP melalui jalur domisili pada hari pertama pembukaan. Hingga Senin sore (8/6), sebanyak 4.787 calon siswa tercatat telah mengajukan pendaftaran ke sekolah tujuan masing-masing di Banyuwangi.
Lonjakan pendaftar tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap jalur domisili yang menjadi salah satu jalur paling diminati dalam pelaksanaan SPMB tahun ini. Selain menawarkan kuota terbesar, mekanisme seleksinya juga dinilai lebih sederhana karena mengutamakan jarak tempat tinggal siswa dengan sekolah tujuan.
Plt Kabid SMP Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi Muisman mengungkapkan, berdasarkan data yang masuk hingga pukul 15.30 WIB kemarin, jumlah pendaftar jalur domisili sudah mencapai 4.787 calon siswa.
“Per pukul 15.30 tadi (kemarin), pendaftar SPMB di jalur domisili sebanyak 4.787 calon siswa,” ujarnya.
Besarnya animo masyarakat tidak terlepas dari posisi jalur domisili sebagai jalur dengan peluang paling besar untuk diterima. Dalam skema SPMB Banyuwangi, jalur ini mendapatkan tambahan kuota dari jalur lain yang tidak terisi secara maksimal.
Plt Kepala Dispendik Banyuwangi Alfian menjelaskan, jalur domisili sengaja ditempatkan pada tahapan terakhir pelaksanaan SPMB. Kebijakan tersebut dilakukan agar sisa kuota dari jalur afirmasi, mutasi, maupun prestasi dapat dialihkan untuk mengakomodasi lebih banyak calon siswa yang tinggal di sekitar sekolah.
“Jika kuota dari jalur afirmasi, mutasi, maupun prestasi belum terisi penuh, maka sisa kuotanya akan dialihkan dan diisi oleh calon siswa melalui jalur domisili,” katanya.
Menurut Alfian, strategi tersebut memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat sekitar sekolah negeri untuk memperoleh akses pendidikan yang lebih dekat dengan tempat tinggalnya.
Di tingkat sekolah, jalur domisili memang hampir selalu menjadi magnet utama setiap pelaksanaan penerimaan siswa baru. Kepala SMPN 1 Giri Hadi Bagijono menyebutkan bahwa proses pendaftaran dilakukan sepenuhnya secara daring melalui aplikasi Smart Kampung sehingga memudahkan masyarakat.
“Pendaftaran dilakukan secara online melalui Smart Kampung. Jadi siswa tidak perlu datang ke sekolah untuk mendaftar,” ujarnya.
Selain praktis, kuota yang tersedia juga tergolong besar. Di SMPN 1 Giri, misalnya, jalur domisili memperoleh alokasi 40 persen dari total daya tampung sekolah.
“Kuota jalur domisili mencapai 40 persen dari total daya tampung pagu. Di SMPN 1 Giri jumlahnya 102 siswa yang bisa masuk,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Kepala SMPN 1 Glagah Dardiri. Menurutnya, jalur domisili hampir setiap tahun menjadi jalur dengan jumlah peminat tertinggi dibandingkan jalur lainnya.
Meski seluruh proses pendaftaran dilakukan secara online, pihak sekolah tetap membuka layanan konsultasi bagi siswa maupun orang tua yang membutuhkan bantuan teknis atau penjelasan terkait mekanisme pendaftaran.
“Biasanya jalur domisili memang yang paling ramai. Walaupun pendaftaran dilakukan secara online, siswa maupun orang tua tetap bisa datang ke sekolah untuk bertanya mengenai mekanisme pendaftaran,” ujarnya.
Pendaftaran jalur domisili dijadwalkan berakhir hari ini (9/6). Tahapan tersebut sekaligus menjadi kesempatan terakhir bagi calon siswa untuk memperebutkan kursi di SMP negeri setelah proses seleksi melalui jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi selesai dilaksanakan.
Dengan tingginya jumlah pendaftar pada hari pertama, persaingan masuk sekolah negeri melalui jalur domisili diperkirakan akan semakin ketat hingga penutupan pendaftaran. (why/aif)
Editor : Ali Sodiqin