Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kacabdin Baru Banyuwangi Buka Nomor Pribadi, Sekolah Diminta Curhat

Fredy Rizki Manunggal • Senin, 8 Juni 2026 | 05:00 WIB
PIMPINAN BARU: Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Banyuwangi Iwan Triyono menandatangani surat serah terima jabatan di Aula SMKN 1 Banyuwangi, Minggu (7/6). (Fredy Rizki/Radar Banyuwangi)
PIMPINAN BARU: Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Banyuwangi Iwan Triyono menandatangani surat serah terima jabatan di Aula SMKN 1 Banyuwangi, Minggu (7/6). (Fredy Rizki/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Pergantian pucuk pimpinan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Banyuwangi menghadirkan pesan yang tidak biasa. Di tengah prosesi serah terima jabatan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Cabdindik yang baru, Iwan Triyono, justru menawarkan sesuatu yang jarang terdengar dari seorang pejabat: membuka akses komunikasi seluas-luasnya, termasuk melalui nomor telepon pribadinya.

Langkah itu menjadi sinyal awal arah kepemimpinan baru Cabdindik Banyuwangi setelah Eko Budi Santosa resmi memasuki masa purnatugas per 1 Juni 2026. Kini, tongkat estafet pendidikan tingkat SMA, SMK, dan SLB di Banyuwangi berada di tangan Iwan Triyono yang berkomitmen melanjutkan program-program positif sekaligus memperkuat komunikasi dengan seluruh satuan pendidikan.

Prosesi serah terima jabatan berlangsung di Aula SMKN 1 Banyuwangi, Minggu pagi (7/6). Kegiatan tersebut dihadiri para kepala sekolah, pengawas, perwakilan SMA, SMK, SLB, pondok pesantren, hingga sejumlah perwakilan Cabdindik dari daerah sekitar Banyuwangi. Hadir pula Sekretaris Kabupaten Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo Wicaksono dan Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Alfian.

Dalam sambutannya, Iwan menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak bisa dibangun hanya oleh satu lembaga. Menurutnya, keberhasilan pendidikan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai pemerintah, sekolah, pengawas, hingga masyarakat.

“Saya berharap mendapat dukungan dari seluruh stakeholder pendidikan di Banyuwangi. Kami akan melanjutkan langkah-langkah baik yang sudah dilakukan Kacabdin sebelumnya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Banyuwangi,” ujarnya.

Nomor Pribadi Dibuka untuk Sekolah

Salah satu program yang langsung menjadi perhatian Iwan adalah penguatan layanan komunikasi dan informasi. Ia menilai banyak persoalan pendidikan yang sebenarnya dapat diselesaikan lebih cepat apabila jalur komunikasi antara sekolah dan cabang dinas berjalan efektif.

Karena itu, ia memastikan akses komunikasi dengan Cabdindik akan dibuat lebih terbuka dibanding sebelumnya.

“Kami akan terbuka terkait layanan informasi. Bahkan kontak pribadi saya siap digunakan untuk komunikasi dan koordinasi. Kami siap menjadwalkan rapat dengan teman-teman sekolah untuk membahas persoalan yang ada,” tegasnya.

Menurut Iwan, langkah pertama yang akan dilakukan adalah memetakan berbagai persoalan yang dihadapi sekolah-sekolah di Banyuwangi. Mulai kebutuhan sarana dan prasarana, hambatan administrasi, hingga berbagai persoalan yang selama ini belum mendapatkan solusi optimal.

“Apa yang dibutuhkan sekolah? Mana yang masih buntu? Mana yang terhambat dan belum bisa cepat terselesaikan? Itu yang akan kami petakan terlebih dahulu,” katanya.

Warisan Kolaborasi dari Eko Budi Santosa

Di sisi lain, Eko Budi Santosa meninggalkan pesan penting sebelum mengakhiri masa pengabdiannya. Menurut dia, Banyuwangi memiliki modal besar untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan karena didukung potensi sekolah yang sangat beragam dan kompetitif.

Namun, potensi tersebut harus dibarengi dengan inovasi serta sinergi yang kuat antar seluruh unsur pendidikan.

“Potensi sekolah-sekolah di Banyuwangi luar biasa. Karena itu perlu inovasi dan pengelolaan yang baik. Mulai dari cabdin, pengawas, kepala sekolah hingga guru harus terus bersinergi,” ujarnya.

Eko menilai salah satu kekuatan terbesar pendidikan Banyuwangi selama ini adalah budaya kekeluargaan yang terjalin di antara lembaga pendidikan. Hubungan yang harmonis tersebut menjadi modal penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan.

“Rasa kekeluargaan dan kerja sama di Banyuwangi sangat luar biasa. Selama ini tidak ada kendala yang berarti karena semua bisa diselesaikan melalui komunikasi yang baik,” imbuhnya.

Pemkab Dorong Sinergi Pendidikan

Sementara itu, Sekretaris Kabupaten Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo Wicaksono berharap kepemimpinan baru Cabdindik mampu memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, dan seluruh lembaga pendidikan.

Menurutnya, pendidikan merupakan ekosistem yang saling terhubung dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi. Karena itu, koordinasi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci peningkatan kualitas sumber daya manusia di Banyuwangi.

“Kami berharap Kacabdin yang baru bisa terus membangun bonding dan kolaborasi. Pendidikan dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi merupakan satu rangkaian yang harus berjalan bersama. Pemkab Banyuwangi siap terus berkoordinasi untuk memberikan layanan pendidikan yang responsif dan solutif,” tandasnya.

Pergantian kepemimpinan ini bukan sekadar seremoni administratif. Di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, Banyuwangi kini menaruh harapan pada kepemimpinan baru yang menjanjikan komunikasi lebih terbuka, penyelesaian masalah yang lebih cepat, serta kolaborasi yang semakin erat demi meningkatkan kualitas pendidikan di ujung timur Pulau Jawa. (fre/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#pendidikan Banyuwangi #Cabdindik Banyuwangi #Iwan Triyono #SMA SMK Banyuwangi #Cabang Dinas Pendidikan Jatim