Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

SPMB SMP Banyuwangi Sisakan Jalur Domisili, Kuota Terbesar 40 Persen

M Ksatria Raya • Minggu, 7 Juni 2026 | 01:00 WIB
Plt Kadispendik Banyuwangi Alfian ikut menandatangani deklarasi SPMB yang transparan, objektif, dan bebas dari gratifikasi di Aula Dharma Wiyata Dispendik Banyuwangi, Rabu (13/5). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Plt Kadispendik Banyuwangi Alfian ikut menandatangani deklarasi SPMB yang transparan, objektif, dan bebas dari gratifikasi di Aula Dharma Wiyata Dispendik Banyuwangi, Rabu (13/5). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP negeri di Banyuwangi memasuki tahap akhir. Setelah jalur afirmasi, mutasi, prestasi lomba, dan prestasi akademik selesai dilaksanakan, kini tinggal tersisa jalur domisili yang akan dibuka pada Senin hingga Selasa, 8-9 Juni 2026.

Jalur domisili diprediksi menjadi tahapan paling ramai dalam pelaksanaan SPMB tahun ini. Selain menjadi kesempatan terakhir bagi calon murid untuk masuk sekolah negeri, jalur tersebut juga memiliki kuota terbesar dibandingkan jalur penerimaan lainnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfian, mengatakan bahwa jalur domisili mendapat alokasi sebanyak 40 persen dari total pagu yang tersedia di setiap sekolah.

“Jalur domisili mengambil 40 persen dari pagu di setiap sekolah, yang merupakan kuota terbesar dibandingkan jalur lainnya seperti afirmasi maupun prestasi,” ujarnya.

Besaran kuota tersebut jauh lebih tinggi dibanding jalur prestasi akademik yang mendapat alokasi 25 persen dan jalur afirmasi sebesar 20 persen. Kondisi itu membuat jalur domisili menjadi tumpuan utama bagi banyak calon murid baru yang belum lolos pada tahapan sebelumnya.

Dalam petunjuk teknis yang tertuang dalam Keputusan Bupati Banyuwangi Nomor 100.3.3.2/56/KEP/429.011/2026 tentang SPMB, proses seleksi jalur domisili dilakukan menggunakan sistem pemeringkatan berdasarkan jarak tempat tinggal calon murid dengan sekolah tujuan.

Semakin dekat jarak rumah ke sekolah yang dipilih, semakin besar peluang peserta untuk diterima. Seluruh data pemeringkatan dapat dipantau secara real time selama proses pendaftaran berlangsung sehingga peserta dapat memantau peluangnya setiap saat.

Alamat tempat tinggal yang digunakan sebagai dasar seleksi harus sesuai dengan data yang tercantum dalam Kartu Keluarga (KK). Selain itu, calon murid wajib telah menetap di alamat tersebut minimal satu tahun sebelum pelaksanaan SPMB.

Aturan ini diterapkan untuk memastikan jalur domisili benar-benar diperuntukkan bagi siswa yang tinggal di sekitar wilayah sekolah dan mencegah perpindahan alamat secara mendadak demi kepentingan pendaftaran.

Apabila terdapat dua atau lebih peserta yang memiliki jarak sama dengan sekolah tujuan, penentuan peringkat akan dilakukan berdasarkan waktu pendaftaran. Peserta yang lebih dahulu melakukan pendaftaran akan memperoleh prioritas lebih tinggi dibandingkan pendaftar berikutnya.

Berbeda dengan beberapa jalur lain, pada jalur domisili calon murid hanya diperbolehkan memilih satu sekolah tujuan saat proses pendaftaran berlangsung.

Meski demikian, peserta yang tidak masuk dalam pagu sekolah pilihannya masih memiliki kesempatan untuk mengalihkan pilihan ke sekolah lain yang kuotanya masih tersedia selama masa pendaftaran berlangsung.

Menurut Alfian, penempatan jalur domisili pada tahapan terakhir bukan tanpa alasan. Kebijakan tersebut sengaja diterapkan agar kuota yang tidak terisi pada jalur afirmasi, mutasi, maupun prestasi dapat dialihkan seluruhnya ke jalur domisili.

Dengan mekanisme tersebut, peluang penerimaan melalui jalur domisili menjadi lebih besar karena jumlah kursi yang tersedia berpotensi bertambah dari sisa kuota jalur lainnya.

“Ditaruh terakhir dari jalur afirmasi, mutasi, atau prestasi. Jika tiga jalur tersebut belum terisi penuh, maka sisa kuotanya akan dialihkan dan diisi oleh para calon siswa melalui jalur domisili,” jelasnya.

Karena menjadi tahap penentuan terakhir sekaligus memiliki kuota terbesar, para calon murid dan orang tua diimbau mencermati jarak sekolah tujuan serta segera melakukan pendaftaran saat sistem dibuka. Kecepatan mendaftar dapat menjadi faktor penting apabila terjadi persaingan dengan peserta lain yang memiliki jarak tempat tinggal sama.

Dengan kuota minimal 40 persen yang bahkan berpotensi bertambah dari sisa jalur lain, jalur domisili menjadi peluang terbesar bagi calon peserta didik untuk memperoleh kursi di SMP negeri favorit di Banyuwangi pada tahun ajaran 2026/2027. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#SPMB Banyuwangi 2026 #Jalur Domisili SMP #kuota SMP negeri #Dispendik banyuwangi #ppdb banyuwangi