RADARBANYUWANGI.ID – Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Banyuwangi resmi memiliki nahkoda baru. Dr KH Ahmad Munib Syafaat, Lc, MEI dikukuhkan sebagai Ketua RMI NU Banyuwangi masa khidmat 2026-2031 dalam acara yang berlangsung di Auditorium Kampus 2 KH Mukhtar Syafaat Universitas Islam Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung, Sabtu (6/6).
Bersamaan dengan pengukuhan tersebut, diluncurkan pula Gerakan Nasional Ayo Mondok, Pesantrenku Aman sebagai upaya memperkuat citra positif pesantren di tengah berbagai tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan Islam.
Pengukuhan kepengurusan baru ini dihadiri Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi Ahmad Turmudi, Rois Syuriyah KH Fakhruddin Manan, jajaran pengurus PCNU Banyuwangi, serta para pengasuh pondok pesantren dari berbagai wilayah di Banyuwangi.
Dalam susunan kepengurusan yang baru, Gus Munib didampingi empat wakil ketua, yakni KH Aziz Kafrawi, Mohammad Badrudin, SE, MM, H Indy Najmu Tsaqib, dan HM Ahmali, SE. Posisi sekretaris dipercayakan kepada KH Fahrurrozi, SAg, dengan jajaran wakil sekretaris terdiri atas M Fika Afton, SPdI, MPd, Dr Muhammad Endi Fadulloh, MFILI, Moh Himami Baydarus, SAg, MPd, serta Mohammad Soleh, SPd.
Sementara itu, bidang keuangan dipimpin KH Ahmad Muhlas Rozi dengan didampingi Abdul Kholiq Mahfud, SPd, In’am Muttaqien, dan Ahmad Masruhin Hamidi sebagai wakil biro keuangan.
Untuk pengembangan pendidikan diniyah, RMI NU Banyuwangi menunjuk Solehan, SPdI sebagai Koordinator Madin yang dibantu Ufiq Husaini, SPd dan M Sholeh Mubarok, SPd, SAg. Sedangkan bidang Musabaqah dikomandoi Moh Shofiyyulloh, SPd bersama Izza Fawaid, MPd dan KH Mudzakir Salim, MPdI.
Dalam sambutannya, Gus Munib menegaskan bahwa pesantren saat ini menghadapi tantangan serius berupa berbagai isu yang dinilai berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pesantren.
Menurutnya, ada upaya sistematis yang sengaja diarahkan untuk merusak citra pesantren, padahal lembaga tersebut selama ini menjadi benteng pendidikan Islam, pembinaan moral, dan kaderisasi ulama di Indonesia.
"Jika pesantren runtuh, maka NU juga akan ikut terdampak. Karena itu kita harus menjaga marwah pesantren dan menunjukkan kepada masyarakat bahwa pesantren adalah tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk belajar," tegas Gus Munib.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data Satuan Anti Kekerasan (SAKA) PBNU, terdapat sekitar 42 ribu pesantren di Indonesia. Dari jumlah tersebut, hanya sebagian kecil yang tersangkut kasus kekerasan, bahkan sebagian status kelembagaannya masih belum jelas.
Karena itu, RMI NU Banyuwangi bersama RMI Pusat dan PBNU menggaungkan Gerakan Nasional Ayo Mondok, Pesantrenku Aman. Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah menggelar lomba video pendek dan konten kreatif bertema Pesantrenku Aman, Nyaman, dan Menyenangkan.
"Daripada membiarkan narasi negatif berkembang, lebih baik kita viralkan wajah positif pesantren kepada masyarakat luas. Di Banyuwangi sendiri ada sekitar 250 pondok pesantren yang memiliki banyak prestasi dan kontribusi nyata," ujarnya.
Usai dikukuhkan, Gus Munib juga memaparkan sembilan program prioritas yang akan dijalankan selama lima tahun ke depan. Program tersebut meliputi Sapa Santri, pelatihan dan pendampingan konseling, Musabaqah dua tahunan, Liga Santri, program beasiswa, PDPKDNU, EBTADIN, penataan izin operasional pesantren, serta RMI Gathering.
"Kami siap menjaga amanah dan nama baik pondok pesantren. Kami siap menjadikan pesantren sebagai tempat yang aman dan menyenangkan bagi para santri, sekaligus menyukseskan Gerakan Nasional Ayo Mondok, Pesantrenku Aman," tegasnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi Ahmad Turmudi menyampaikan apresiasi atas langkah cepat RMI NU Banyuwangi yang langsung meluncurkan program aksi setelah pengukuhan.
Menurutnya, pesantren merupakan fondasi utama Nahdlatul Ulama yang memiliki peran besar dalam membangun peradaban bangsa sejak sebelum Indonesia merdeka.
"Pesantren adalah owner Nahdlatul Ulama. Pesantren merupakan lumbung peradaban umat, lumbung moral, dan sanad keilmuan yang harus terus dijaga," katanya.
Turmudi menilai berbagai upaya yang berpotensi melemahkan citra pesantren harus dilawan dengan peningkatan kualitas tata kelola dan transparansi lembaga pendidikan pesantren.
Ia berharap seluruh badan otonom dan lembaga di bawah naungan PCNU Banyuwangi dapat mendukung penuh kampanye besar yang diinisiasi RMI NU Banyuwangi tersebut.
"Kampanye ini harus menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan pesantren NU yang aman, berkualitas, modern, dan menyenangkan bagi seluruh santri maupun masyarakat," pungkasnya.
Susunan Pengurus RMI NU Banyuwangi Masa Khidmat 2026-2031
Ketua
-
Dr KH Ahmad Munib Syafaat, Lc, MEI
Wakil Ketua
-
KH Aziz Kafrawi
-
Mohammad Badrudin, SE, MM
-
H Indy Najmu Tsaqib
-
HM Ahmali, SE
Sekretaris
-
KH Fahrurrozi, SAg
Wakil Sekretaris
-
M Fika Afton, SPdI, MPd
-
Dr Muhammad Endi Fadulloh, MFILI
-
Moh Himami Baydarus, SAg, MPd
-
Mohammad Soleh, SPd
Biro Keuangan
-
KH Ahmad Muhlas Rozi
Wakil Biro Keuangan
-
Abdul Kholiq Mahfud, SPd
-
In’am Muttaqien
-
Ahmad Masruhin Hamidi
Koordinator Madin
-
Solehan, SPdI
-
Ufiq Husaini, SPd
-
M Sholeh Mubarok, SPd, SAg
Koordinator Musabaqah
-
Moh Shofiyyulloh, SPd
-
Izza Fawaid, MPd
-
KH Mudzakir Salim, MPdI