Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pengurus RMI Banyuwangi Dikukuhkan, Gus Munib Jabat Ketua

Zamrozi Wahyu • Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:43 WIB
Jajaran kepengurusan RMI NU Banyuwangi yang dinakhodai KH Munib Syafaat dikukuhkan di Auditorium Kampus 2 KH Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung, Sabtu (6/6). (Foto: Panitia Pengukuhan RMI Banyuwangi)
Jajaran kepengurusan RMI NU Banyuwangi yang dinakhodai KH Munib Syafaat dikukuhkan di Auditorium Kampus 2 KH Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung, Sabtu (6/6). (Foto: Panitia Pengukuhan RMI Banyuwangi)

Berlangsung di UIMSYA Blokagung, Sekaligus Peluncuran Gerakan Ayo Mondok, Pesantrenku Aman 

RADARBANYUWANGI.ID - Pengukuhan kepengurusan Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Banyuwangi berlangsung di Auditorium Kampus 2 KH Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung, Banyuwangi, Sabtu (6/6). Bersamaan dengan acara tersebut diluncurkan ”Gerakan Ayo Mondok, Pesantrenku Aman. 

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi Ahmad Turmudi, Rois Syuriyah, KH Fahkruddin Manan, beserta jajaran pengurusan PCNU Banyuwangi dan seluruh kepengurusan RMI NU masa khidmat 2026 - 2031. Dalam kepengurusan RMI PCNU Banyuwangi, Dr KH Ahmad Munib Syafa'at, Lc, MEI, mendapat mandat sebagai ketua. 

Selain pengukuhan kepengurusan, acara tersebut diwarnai peluncuran ”Gerakan Nasional Ayo Mondok, Pesantrenku Aman”. Hal ini bertujuan untuk membuktikan bahwa dari puluhan ribu pesantren di Indonesia merupakan tempat belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan. 

Dr KH Ahmad Munib Syafa'at, Lc, MEI mengatakan, pesantren saat ini tengah menghadapi tantangan berat berupa trik dan intrik yang sengaja diembuskan oleh pihak-pihak yang tidak senang dengan kemajuan lembaga pendidikan Islam. Sehingga mereka membuat isu-isu yang bisa merusak tatanan pondok pesantren . "Ada upaya sistematis dengan gelontoran dana yang luar biasa besar untuk merusak tatanan pesantren agar masyarakat tidak percaya lagi. Mereka tahu, jika pesantren runtuh, maka NU juga akan ikut turun," katanya. 

Dari tim Satuan Anti Kekerasan (SAKA) PBNU, lanjut dia, terdapat sekitar 42 ribu pesantren yang ada di Indonesia. Dari puluhan ribu itu, terdapat 16 pesantren terlibat kasus kekerasan yang mana, sepuluh di antaranya masih belum jelas status kelembagaanya. 

Untuk mengantisipasi hal tersebut, RMI Banyuwangi bekerja sama dengan RMI Pusat dan PBNU menggaungkan Gerakan Nasional ”Ayo Mondok dan Pesantren Aman”. Salah satu langkah taktisnya adalah mengadakan lomba video pendek atau konten kreatif bertema "Pesantrenku Aman, Nyaman, dan Menyenangkan". "Dari puluhan ribu pesantren ini, mari kita lawan dengan cara memviralkan wajah positif pesantren kepada masyarakat luas," seru Gus Munib seraya mengatakan di Banyuwangi pondok pesantren berjumlah sekitar 250.

Usai dikukuhkan sebagai Ketua RMI, Gus Munib yang juga Rektor UIMSYA memaparkan sembilan program yang akan digerakkan. Di antaranya, Sapa Santri, pelatihan, dan pendampingan konseling, musabaqoh 2 tahun sekali, liga santri, beasiswa, PDPKDNU, EBTADIN, tertib izin operasional, dan RMI Gathering. 

"Kami segenap pengasuh pondok pesantren siap menjaga amanah dan nama baik pondok pesantren, siap menjadikan pesantren sebagai tempat yang aman dan menyenangkan untuk belajar para santri, siap menyukseskan gerakan nasional Ayo Mondok Pesantrenku Keren, Pesantrenku Aman," tegasnya.  

ketua PCNU Banyuwangi Ahmad Turmudi menyatakan rasa bangganya atas kesiapan RMI yang langsung tancap gas membuat program aksi pasca-dikukuhkan. Ia menegaskan bahwa gangguan terhadap pesantren secara otomatis adalah gangguan langsung terhadap Nahdlatul Ulama. "Pondok pesantren itu adalah owner (pemilik) dari Nahdlatul Ulama. Pesantren adalah lumbung peradaban umat, lumbung moral, dan sanad keilmuan," katanya. 

Gus Turmudi juga menyampaikan bahwa keberadaan pesantren di nusantara sudah ada jauh sebelum kemerdekaan Indonesia lahir. Namun, seiring dengan keberhasilan generasi muda pesantren yang mulai menduduki ruang-ruang publik, birokrasi, dan kebijakan strategis, muncul upaya-upaya untuk meruntuhkan citra pesantren. 

"Ketika terjadi problem di satu pesantren, opini publik langsung menggeneralisir seolah puluhan ribu pesantren lainnya sama buruknya. Ini tidak adil dan harus kita lawan dengan meningkatkan kualitas tata kelola pesantren kita sendiri," tambahnya. 

Turmudi berharap kepada seluruh lembaga di bawah naungan PCNU untuk menyokong penuh gerakan kampanye besar-besaran ini yang dilakukan oleh RMI PCNU Banyuwangi. "Kampanye ini diharapkan menjadikan tata kelola pesantren NU yang aman, berkualitas, dan menyenangkan," terangnya. (why/aif) 

Editor : Ali Sodiqin
#rmi #pondok pesantren #nahdlatul ulama #pcnu banyuwangi