RADARBANYUWANGI.ID – Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak hanya menghadirkan peluang teknologi, tetapi juga tantangan etika dan kemanusiaan. Hal itu menjadi fokus dalam International Guest Lecture bertajuk “Beyond Algorithms: Ethics, Trust, and Human Flourishing in the AI Era” yang digelar Universitas Islam Cordoba, Jumat (5/6/2026).
Forum internasional tersebut menghadirkan Dr Halimin Herjanto dari Marymount University, Prof Suyatno Ladiqi dari Universiti Sultan Zainal Abidin, dan Rektor Universitas Islam Cordoba, Prof Agus Trihartono, yang membahas hubungan antara AI, etika, kepercayaan publik, dan masa depan manusia.
Turut hadir Ketua Lakpesdam PCNU Banyuwangi, Purnomo SSos, MSi dan Sekertarisnya Mahasin Hakal Amanullah SAg. Mereka menilai, forum tersebut sebagai momentum penting untuk memperkuat jejaring intelektual NU di tingkat nasional maupun internasional.
Menurut Purnomo, perkembangan AI harus direspons secara serius oleh kalangan akademisi, pesantren, dan organisasi masyarakat agar teknologi tetap berpijak pada nilai kemanusiaan dan kemaslahatan publik.
“Kami melihat discours akademik ini sebagai pintu masuk membangun sinergi lintas nasional dan internasional. Lakpesdam PCNU Banyuwangi ingin menjadi bagian dari jaringan kolaborasi yang menghubungkan kampus, pesantren, peneliti, dan komunitas global dalam merespons tantangan AI,” ujar Purnomo.
Ia menegaskan bahwa PCNU Banyuwangi melalui LAKPESDAM akan terus mendorong penguatan literasi digital, riset sosial-keagamaan, dan pengembangan sumber daya manusia agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memberikan arah etik bagi perkembangan teknologi itu sendiri.
“NU memiliki modal besar berupa tradisi keilmuan, etika, dan pengalaman sosial. Karena itu, sinergi dengan akademisi dari Amerika Serikat, Malaysia, dan berbagai negara menjadi penting agar Banyuwangi dan NU dapat berkontribusi dalam percakapan global tentang masa depan teknologi dan kemanusiaan,” tambahnya.
Melalui forum ini, Lakpesdam PCNU Banyuwangi berharap terbangun kerja sama berkelanjutan antara PCNU Banyuwangi, Rektor Universitas Islam Cordoba Prof Dr Agus Trihartono SSos, MA, PhD yang sekaligus adalah Dewan Pakar Lakpesdam PCNU Banyuwangi, dan jaringan akademik internasional untuk memperkuat riset, pendidikan, serta pengembangan kebijakan publik yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat di era kecerdasan buatan.
Pembicara pertama, Dr Halimin Herjanto, Associate Professor of Marketing dari Marymount University, Amerika Serikat, menyampaikan materi berjudul “Barakah Algorithm: Building Brand Trust in a Skeptical World”. Melalui riset-risetnya di bidang perilaku konsumen dan pemasaran digital, Dr Halimin menjelaskan bagaimana dunia bisnis saat ini menghadapi krisis kepercayaan. Konsumen semakin skeptis terhadap iklan dan komunikasi pemasaran yang dianggap manipulatif. Dalam konteks tersebut, nilai-nilai Islam seperti Amanah (trustworthiness) dan Sidq (truthfulness) menawarkan fondasi yang kuat untuk membangun hubungan jangka panjang antara merek dan pelanggan. Menurutnya, pemasaran yang jujur bukan hanya etis, tetapi juga menciptakan loyalitas dan keberlanjutan bisnis yang lebih kuat.
Pembicara kedua, Prof Suyatno Ladiqi dari Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia, mengusung tema “From Westphalia to Webphalia: How Islamic Ethics Can Guide AI in World Politics”. Dalam presentasinya, Prof Ladiqi mengulas bagaimana revolusi digital dan AI telah mengubah struktur kekuasaan global. Jika sistem internasional modern selama ini bertumpu pada konsep negara-bangsa dan kedaulatan Westphalia, maka era digital menghadirkan aktor-aktor baru berupa platform teknologi, algoritma, dan jaringan data yang memiliki pengaruh lintas batas negara.
Di tengah perubahan tersebut, prinsip-prinsip Islam seperti adl (keadilan), amanah (akuntabilitas), dan maslahah (kemaslahatan publik) dapat menjadi landasan etik dalam membangun tata kelola AI yang lebih bertanggung jawab dan berorientasi pada kesejahteraan manusia.
Sementara itu, Rektor Universitas Islam Cordoba Prof Agus Trihartono menyampaikan keynote lecture berjudul “The Human Advantage: Faith, Wisdom, and Relevance in the Age of AI.”
Pada sesi ini Prof Agus mengajak peserta merefleksikan apa yang membuat manusia tetap relevan ketika kecerdasan buatan semakin mampu menjalankan berbagai fungsi intelektual yang sebelumnya menjadi domain manusia. Ia menegaskan bahwa keunggulan manusia tidak hanya terletak pada kemampuan berpikir, tetapi juga pada kebijaksanaan, empati, kreativitas, karakter, dan spiritualitas. Di tengah perkembangan AI yang semakin pesat, kualitas-kualitas inilah yang akan menentukan kepemimpinan, makna hidup, dan masa depan peradaban.
Menurut Prof Agus Trihartono, diskusi mengenai AI tidak boleh berhenti pada aspek teknologi semata. “Teknologi menjawab pertanyaan tentang apa yang bisa dilakukan. Etika menjawab pertanyaan tentang apa yang seharusnya dilakukan. Sementara kebijaksanaan membantu kita memahami mengapa sesuatu perlu dilakukan. Masa depan AI harus dibangun di atas ketiga fondasi tersebut," ujarnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi