Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pendaftar Jalur Prestasi SPMB Banyuwangi Membludak, 1.213 Siswa Berebut Kuota 10 Persen di SMP Negeri

M Ksatria Raya • Jumat, 5 Juni 2026 | 06:30 WIB
SPMB Banyuwangi jalur prestasi diserbu 1.213 siswa dalam dua hari. Kuota hanya 10 persen, terbagi untuk prestasi akademik dan non-akademik. (M Ksatria Raya/Radar Banyuwangi)
SPMB Banyuwangi jalur prestasi diserbu 1.213 siswa dalam dua hari. Kuota hanya 10 persen, terbagi untuk prestasi akademik dan non-akademik. (M Ksatria Raya/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Persaingan masuk SMP Negeri melalui jalur prestasi pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 di Banyuwangi berlangsung ketat. Baru dua hari pendaftaran dibuka, jumlah pendaftar jalur prestasi akademik dan non-akademik telah menembus 1.213 siswa.

Tingginya angka pendaftar tersebut menunjukkan jalur prestasi masih menjadi salah satu pilihan favorit calon peserta didik untuk mengamankan kursi di SMP Negeri. Padahal, kuota yang tersedia relatif terbatas, yakni hanya 10 persen dari total daya tampung sekolah.

Data Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi mencatat, pendaftaran jalur prestasi lomba yang berlangsung sejak Selasa (3/6) hingga Rabu (4/6) mendapat respons luar biasa dari masyarakat. Ribuan siswa berlomba memanfaatkan sertifikat dan rekam jejak prestasi yang dimiliki untuk bersaing pada jalur tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang SMP Dispendik Banyuwangi Muisman mengungkapkan, dari total 1.213 pendaftar, sebanyak 390 siswa memilih jalur prestasi akademik. Sementara itu, jalur prestasi non-akademik menjadi yang paling diminati dengan jumlah pendaftar mencapai 823 siswa.

“Untuk siswa yang mendaftarkan diri di SPMB jenjang SMP melalui jalur prestasi lomba akademik sebanyak 390 anak, sedangkan jalur prestasi lomba non-akademik sebanyak 823 anak,” ujarnya.

Dominasi pendaftar jalur non-akademik tersebut menunjukkan tingginya minat siswa yang memiliki prestasi di bidang olahraga, seni, keagamaan, maupun kompetensi lain di luar akademik. Meski demikian, jumlah pendaftar jalur akademik juga terbilang tinggi karena ratusan siswa berupaya memanfaatkan capaian mereka dalam berbagai kompetisi sains, matematika, teknologi, maupun lomba bidang pendidikan lainnya.

Saat ini, tahapan verifikasi dan uji petik terhadap dokumen prestasi yang diajukan peserta sedang berlangsung. Proses tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan keabsahan sertifikat dan kesesuaian prestasi yang dilampirkan saat pendaftaran.

Muisman menjelaskan, uji petik jalur prestasi lomba dilaksanakan mulai Selasa (3/6) hingga Kamis (5/6). Pengujian dilakukan oleh masing-masing SMP Negeri yang menjadi pilihan calon peserta didik.

“Uji petik dilakukan di sekolah tujuan yang dipilih pendaftar untuk memastikan dokumen prestasi yang diajukan sesuai dengan ketentuan,” jelasnya.

Menurut dia, tingginya jumlah pendaftar menjadi indikator bahwa jalur prestasi semakin diminati masyarakat. Jalur ini dianggap memberikan kesempatan bagi siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan di sekolah negeri sesuai capaian yang telah diraih selama menempuh pendidikan dasar.

Sementara itu, Plt Kepala Dispendik Banyuwangi Alfian mengatakan, tahun ini pemerintah daerah melakukan sejumlah penyempurnaan dalam petunjuk teknis pelaksanaan SPMB. Salah satunya berkaitan dengan pembagian kuota jalur prestasi lomba.

Pada SPMB tahun ini, jalur prestasi mendapatkan alokasi kuota sebesar 10 persen dari total daya tampung sekolah. Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kuota tersebut kini dibagi secara proporsional antara prestasi akademik dan non-akademik.

Masing-masing kategori memperoleh jatah lima persen. Dengan pembagian tersebut, siswa yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik memiliki peluang yang lebih seimbang untuk diterima melalui jalur prestasi.

Alfian menjelaskan, kebijakan tersebut lahir dari hasil evaluasi pelaksanaan SPMB tahun sebelumnya. Saat itu, kuota prestasi tidak dipisahkan berdasarkan kategori sehingga peserta dari jalur non-akademik mendominasi penerimaan.

“Ini perbaikan juknis yang lama karena dulu tidak dibedakan untuk jalur prestasi lomba. Karena paling banyak non-akademik, jadi sekarang ada sendiri-sendiri untuk prestasi akademik dan non-akademik,” ujarnya.

Menurut Alfian, pemisahan kuota tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem seleksi yang lebih adil. Siswa yang memiliki prestasi akademik tidak lagi harus bersaing langsung dengan peserta dari kategori non-akademik yang jumlahnya cenderung lebih banyak.

Selain itu, kebijakan tersebut juga menjadi bentuk apresiasi terhadap berbagai jenis prestasi yang diraih siswa selama menempuh pendidikan di sekolah dasar. Baik prestasi akademik maupun non-akademik dinilai memiliki kontribusi yang sama penting dalam mendukung pengembangan potensi peserta didik.

Dengan jumlah pendaftar yang telah mencapai lebih dari seribu siswa hanya dalam dua hari, persaingan jalur prestasi diperkirakan akan berlangsung semakin ketat hingga seluruh tahapan seleksi selesai. Para peserta kini menunggu hasil verifikasi dan penilaian untuk memastikan peluang mereka memperoleh kursi di SMP Negeri yang diincar pada tahun ajaran baru mendatang. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#SPMB Banyuwangi 2025 #jalur prestasi SMP Negeri #pendaftar SPMB Banyuwangi #kuota jalur prestasi #Dispendik banyuwangi