Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dosen Unair Dampingi Warga Marmoyo Jombang, Dorong UMKM Berbasis Hasil Pertanian dan Tingkatkan Ketahanan Budidaya Cabai

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 4 Juni 2026 | 14:09 WIB
Program Pengabdian Masyarakat Universitas Airlangga di Desa Marmoyo, Jombang. (Istimewa)
Program Pengabdian Masyarakat Universitas Airlangga di Desa Marmoyo, Jombang. (Istimewa)

RADARBANYUWANGI.ID - Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui penguatan sektor ekonomi dan pertanian terus dilakukan berbagai pihak. Salah satunya melalui program Pengabdian Masyarakat yang digelar di Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (2/5/2026) tersebut diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri atas petani serta ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan yang menghadirkan materi kewirausahaan dan pengelolaan budidaya cabai.

Program ini diinisiasi oleh tim Pengabdian Masyarakat Departemen Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga yang terdiri dari Dr. Ika Atma Kurniawanti, SE., M.Si., Ak., Prof. Dr. Dian Agustia, SE., M.Si., Ak., CMA., CA., dan Izzato Millati, SIP., M.I.P. Kegiatan juga menghadirkan Peni Lestari, S.Ak. dan Sulliyantoro, S.Pd. sebagai narasumber.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai dasar-dasar memulai usaha sekaligus strategi antisipasi hama pada tanaman cabai yang menjadi salah satu komoditas unggulan Desa Marmoyo.

Pada sesi pertama, materi difokuskan pada pengembangan usaha rumahan yang dapat dijalankan masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK. Peserta diajak mengenali potensi ekonomi desa yang selama ini bertumpu pada hasil pertanian seperti cabai dan bawang.

Selain itu, warga juga mendapatkan pemahaman mengenai proses pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah, strategi mengenali peluang pasar, hingga pengelolaan modal usaha skala kecil. Materi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya pelaku usaha mikro baru yang dapat menambah sumber pendapatan keluarga.

Para peserta juga diajak membangun pola pikir kewirausahaan dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia. Produk hasil pertanian tidak lagi dipandang sebagai komoditas mentah semata, melainkan dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan daya saing di pasar.

Memasuki sesi berikutnya, perhatian peserta tertuju pada materi teknis budidaya cabai. Komoditas hortikultura tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi, namun rentan terhadap serangan berbagai jenis hama yang dapat menurunkan produktivitas tanaman.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan pentingnya pengendalian hama sejak tahap persiapan lahan. Petani dianjurkan menjaga kebersihan lahan dari gulma, memastikan tingkat keasaman tanah berada pada kisaran pH ideal 6 hingga 7, serta memanfaatkan kompos granul untuk meningkatkan kesuburan tanah.

Pada fase vegetatif atau usia tanaman 0 hingga 40 hari setelah tanam, petani diminta mewaspadai serangan kutu kebul, kutu daun, thrips, ulat grayak, dan jangkrik. Pengendalian dilakukan melalui penyemprotan yang tepat serta pemberian nutrisi yang mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman.

Sementara pada fase generatif atau saat tanaman mulai berbunga dan berbuah, ancaman utama berasal dari lalat buah dan ulat pemakan bunga maupun buah. Petani dikenalkan dengan berbagai metode pencegahan, mulai dari pemasangan perangkap kuning, penggunaan feromon lalat buah, hingga pemusnahan buah yang telah terinfeksi.

Selain pengendalian hama, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan unsur hara makro seperti fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium guna meningkatkan ketahanan tanaman serta kualitas hasil panen.

Melalui kolaborasi antara keilmuan ekonomi, akuntansi, dan praktik pertanian yang tepat, program pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi warga Desa Marmoyo. Tidak hanya meningkatkan kapasitas petani dalam menjaga produktivitas lahan, kegiatan tersebut juga membuka peluang lahirnya usaha-usaha baru berbasis potensi lokal.

Dengan dukungan pengetahuan dan keterampilan yang semakin baik, masyarakat Desa Marmoyo diharapkan mampu membangun perekonomian yang lebih tangguh, mandiri, dan berkelanjutan di tengah berbagai tantangan sektor pertanian maupun ekonomi rumah tangga.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Pengabdian Masyarakat Unair #Desa Marmoyo Jombang #UMKM Desa #Budidaya Cabai #Pemberdayaan PKK