Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Puluhan Siswa KB-TK di Banyuwangi Tanam Pohon Bendo di Sumber Gedor, Belajar Jaga Mata Air Sejak Dini

M Ksatria Raya • Kamis, 4 Juni 2026 | 07:05 WIB
PEDULI ALAM: Para siswa KB dan TK asal Kecamatan Kabat melakukan penanaman bibit pohon bendo di kawasan Sumber Gedor, Kelurahan Gombengsri, Kecamatan Kalipuro, Rabu (3/6). (Ksatria Raya/Radar Banyuwangi)
PEDULI ALAM: Para siswa KB dan TK asal Kecamatan Kabat melakukan penanaman bibit pohon bendo di kawasan Sumber Gedor, Kelurahan Gombengsri, Kecamatan Kalipuro, Rabu (3/6). (Ksatria Raya/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan tidak harus menunggu anak beranjak dewasa. Di Banyuwangi, pendidikan lingkungan hidup mulai diperkenalkan sejak usia dini melalui Program Wis Esa Sek Adi (Wisata Edukasi Sejak Usia Dini).

Rabu (3/6), puluhan siswa kelompok bermain (KB) dan taman kanak-kanak (TK) dari Kecamatan Kabat diajak belajar langsung tentang pentingnya menjaga sumber air sekaligus melakukan penghijauan di kawasan Sumber Gedor, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro.

Sebanyak 58 siswa yang mewakili 29 lembaga KB dan TK mengikuti kegiatan yang memasuki pekan keempat tersebut. Masing-masing sekolah mengirimkan dua peserta untuk mengikuti wisata edukasi yang memadukan pembelajaran lingkungan dengan aktivitas praktik di lapangan.

Tidak sekadar mendengarkan penjelasan di dalam kelas, para siswa diajak mengenal proses terbentuknya sumber air, fungsi pohon dalam menjaga keseimbangan alam, hingga pentingnya menjaga kelestarian lingkungan untuk kehidupan sehari-hari.

Belajar Air Bersih dari Sumbernya Langsung

Kegiatan diawali dengan pemutaran materi audio visual yang menjelaskan siklus air, manfaat sumber mata air, serta pentingnya menjaga kawasan resapan.

Materi tersebut disampaikan dengan metode yang mudah dipahami anak-anak sehingga mereka dapat mengenali hubungan antara pohon, air, dan kehidupan manusia.

Setelah mendapatkan edukasi, para peserta diajak turun langsung ke area sekitar Sumber Gedor untuk melakukan penanaman pohon.

Jenis pohon yang dipilih bukan tanpa alasan. Para siswa menanam bibit pohon bendo yang dikenal memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan cadangan air dalam jumlah besar sehingga sangat cocok ditanam di kawasan sumber mata air.

Puluhan siswa tampak antusias saat memegang cangkul kecil, memasukkan bibit ke dalam lubang tanam, lalu menimbunnya dengan tanah. Momen tersebut menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar peserta yang baru pertama kali melakukan penanaman pohon secara langsung.

Tanam 30 Bibit Pohon Bendo

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi Bayu Hadiyanto melalui Sub Koordinator Fungsional Pengawas DLH Anton Humaidi mengatakan, pihaknya mendukung penuh kegiatan edukasi lingkungan tersebut.

DLH Banyuwangi menyediakan bibit pohon yang dinilai paling sesuai untuk menjaga keberlangsungan sumber air.

“Kami dari DLH menyiapkan bibit pohon bendo karena bagus untuk ditanam di sekitar mata air,” ujarnya.

Anton menjelaskan, pada pelaksanaan pekan ini sebanyak 30 bibit pohon bendo berhasil ditanam oleh siswa KB dan TK se-Kecamatan Kabat di kawasan Sumber Gedor.

Jumlah tersebut akan terus bertambah karena kegiatan penghijauan serupa direncanakan dilakukan secara bertahap pada pelaksanaan program berikutnya.

Menurut Anton, Wis Esa Sek Adi menjadi salah satu program yang efektif dalam membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini.

“Kami sangat mengapresiasi Program Wis Esa Sek Adi karena menyediakan ruang bagi anak-anak sejak usia dini untuk belajar tentang lingkungan sekaligus mendidik generasi muda agar peduli terhadap kelestarian alam,” katanya.

Fokus di Sumber Gedor Demi Keselamatan Peserta

Sementara itu, Direktur Utama PUDAM Banyuwangi Abd Rahman menjelaskan bahwa pelaksanaan Wis Esa Sek Adi pekan ini dipusatkan di kawasan Sumber Gedor.

Berbeda dengan kegiatan sebelumnya yang juga mengunjungi tandon air di Kecamatan Kalipuro maupun Kelurahan Penataban, Kecamatan Giri, kali ini lokasi kegiatan dibatasi demi alasan keselamatan peserta.

“Untuk pekan ini Program Wis Esa Sek Adi sementara hanya difokuskan di Sumber Gedor demi keselamatan seluruh peserta. Karena kebanyakan siswa diantar wali murid menggunakan sepeda motor. Sedangkan pada pelaksanaan sebelumnya peserta menggunakan transportasi umum,” jelasnya.

Kebijakan tersebut diambil agar proses pembelajaran tetap berjalan optimal tanpa mengurangi aspek keamanan dan kenyamanan para siswa yang masih berusia dini.

Mengenal Fungsi Pohon dan Pentingnya Air Bersih

Selama kegiatan berlangsung, suasana Sumber Gedor yang masih asri menjadi ruang belajar terbuka bagi para peserta.

Anak-anak tampak antusias menyusuri kawasan yang dipenuhi pepohonan rindang sambil mendengarkan penjelasan mengenai fungsi pohon sebagai penyimpan cadangan air dan penjaga keseimbangan lingkungan.

Mereka juga dikenalkan pada pentingnya menjaga sumber air bersih yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Kepala TK Dharma Wanita 79 Pendarungan, Djamil, menilai program tersebut memberikan manfaat besar bagi anak-anak karena pembelajaran dilakukan secara langsung di lapangan.

“Program Wis Esa Sek Adi ini sangat bermanfaat bagi anak-anak usia dini. Mereka bisa mengetahui manfaat pohon untuk menampung air agar tidak terjadi banjir serta memahami proses air dan kegunaan air bersih dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Menurut dia, pengalaman langsung seperti itu jauh lebih mudah dipahami anak dibandingkan hanya melalui teori di dalam kelas.

Pengalaman Berkesan bagi Anak-anak

Keceriaan juga terlihat dari wajah para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Salah satunya David Maulana, siswa dari KB Islam Al Hikmah.

Ia mengaku senang bisa melihat langsung kawasan sumber mata air sekaligus ikut menanam pohon bersama teman-temannya.

“Tadi menanam pohon dan melihat air bersih. Senang bisa lihat pohon yang besar-besar,” ujarnya polos.

Pengalaman sederhana tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kecintaan terhadap alam sejak dini.

Melalui Program Wis Esa Sek Adi, Banyuwangi tidak hanya mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan kepada generasi muda, tetapi juga menyiapkan calon-calon penjaga alam di masa depan. Sebab, kesadaran untuk merawat sumber air dan menjaga kelestarian lingkungan idealnya memang ditanamkan sejak usia anak-anak. (ray/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Sumber Gedor Banyuwangi #Wis Esa Sek Adi #edukasi lingkungan Banyuwangi #siswa TK tanam pohon #pohon bendo