Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Wis Esa Sek Adi Masuk Gelombang Keempat, Ratusan Siswa KB-TK Kabat Belajar Langsung di Sumber Gedor

Sigit Hariyadi • Selasa, 2 Juni 2026 | 08:35 WIB
Puluhan Siswa SMPN 3 Banyuwangi mendapat pemaparan tentang pengelolaan air oleh petugas PUDAM Banyuwangi saat mengunjungi Sumber Gedor pada 26 Mei lalu. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Puluhan Siswa SMPN 3 Banyuwangi mendapat pemaparan tentang pengelolaan air oleh petugas PUDAM Banyuwangi saat mengunjungi Sumber Gedor pada 26 Mei lalu. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Belajar tidak harus selalu di dalam kelas. Melalui program pembelajaran berdampak bertajuk Wisata Edukasi Sejak Usia Dini (Wis Esa Sek Adi), ratusan siswa Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-Kanak (TK) kembali diajak mengenal lingkungan secara langsung. Memasuki gelombang keempat, giliran perwakilan murid KB dan TK se-Kecamatan Kabat yang akan mengunjungi kawasan mata air Sumber Gedor di Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro.

Program yang digagas sebagai kolaborasi lintas sektor tersebut tidak hanya menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Lebih dari itu, Wis Esa Sek Adi menjadi sarana menanamkan kesadaran tentang pentingnya air bersih, pelestarian lingkungan, dan pola hidup sehat sejak usia dini.

Sumber Gedor dipilih karena memiliki peran vital sebagai salah satu sumber air baku utama yang dikelola Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi. Dari kawasan inilah air bersih mengalir menuju ribuan bahkan puluhan ribu rumah tangga di wilayah Kota Banyuwangi dan sekitarnya.

Mengenal Perjalanan Air Hingga Sampai ke Rumah Warga

Saat berada di lokasi, para siswa tidak hanya diajak melihat langsung mata air yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat. Mereka juga akan mendapatkan penjelasan mengenai proses pengelolaan air mulai dari sumber hingga siap digunakan masyarakat.

Petugas PUDAM Banyuwangi akan memberikan edukasi sederhana yang disesuaikan dengan usia anak-anak. Melalui pendekatan interaktif dan menyenangkan, siswa dikenalkan bagaimana air yang berasal dari alam harus dijaga kualitasnya sebelum akhirnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

Pembelajaran langsung di lapangan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus kepedulian terhadap sumber daya air yang selama ini sering dianggap sebagai sesuatu yang tersedia begitu saja.

Belajar Pentingnya Hidup Sehat dan Menjaga Alam

Tidak hanya mendapatkan edukasi tentang pengelolaan air bersih, para peserta juga akan memperoleh materi kesehatan dari petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi.

Mereka dikenalkan pentingnya mengonsumsi air bersih yang aman, menjaga kebersihan diri, serta membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.

Sementara itu, petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi akan memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga vegetasi di sekitar sumber mata air.

Anak-anak akan diajak memahami bahwa pepohonan dan tumbuhan di kawasan sumber air memiliki peran besar dalam menjaga ketersediaan air bagi kehidupan manusia.

Dengan bahasa sederhana dan metode yang mudah dipahami, siswa diperkenalkan pada konsep dasar pelestarian lingkungan yang menjadi fondasi penting bagi generasi masa depan.

Kurangi Sampah Plastik Sejak Usia Dini

Salah satu pesan utama yang diusung dalam Wis Esa Sek Adi adalah membangun budaya ramah lingkungan.

Karena itu, seluruh peserta diwajibkan meminimalkan penggunaan sampah anorganik selama mengikuti kegiatan.

Panitia melarang siswa membawa makanan maupun minuman yang dikemas menggunakan plastik sekali pakai. Sebagai gantinya, para siswa dianjurkan membawa tumbler atau wadah minum isi ulang dari rumah.

Langkah sederhana tersebut diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif dalam mengurangi produksi sampah plastik sejak usia dini.

Menariknya, tumbler yang dibawa siswa nantinya dapat langsung diisi menggunakan air siap minum yang bersumber dari mata air Gedor. Air tersebut telah disediakan panitia di lokasi kegiatan sehingga anak-anak dapat merasakan langsung kualitas air dari sumber yang selama ini menjadi andalan masyarakat Banyuwangi.

Belajar Lewat Karya Kreatif

Kegiatan Wis Esa Sek Adi tidak berhenti setelah kunjungan lapangan selesai.

Sebagai bagian dari proses pembelajaran, para siswa akan diajak menuangkan pengalaman dan kesan mereka dalam bentuk karya kreatif.

Mereka dapat membuat puisi sederhana, gambar, maupun cerita pendek berdasarkan apa yang dilihat dan dipelajari selama berada di Sumber Gedor.

Karya-karya tersebut nantinya akan menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengekspresikan pemahaman mereka tentang pentingnya air bersih dan menjaga lingkungan.

Menariknya, sepuluh karya terbaik akan mendapatkan kesempatan untuk dipublikasikan di Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa).

Kesempatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus memotivasi anak-anak untuk terus berkarya dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

Menanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini

Program Wis Esa Sek Adi menjadi bukti bahwa pendidikan lingkungan dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami anak-anak.

Melalui pengalaman langsung di alam, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan lingkungan yang selama ini menopang kehidupan mereka.

Dengan mengenalkan pentingnya air bersih, kesehatan, dan pelestarian alam sejak usia dini, Banyuwangi berupaya menyiapkan generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan serta memiliki kesadaran untuk menjaga sumber daya alam bagi masa depan.

Sebab, menjaga kelestarian sumber air bukan hanya tugas pemerintah atau pengelola, melainkan tanggung jawab bersama yang perlu ditanamkan sejak anak-anak mengenal dunia di sekelilingnya. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#edukasi lingkungan anak #Sumber Gedor Banyuwangi #Wis Esa Sek Adi #wisata edukasi Banyuwangi #PUDAM Banyuwangi