Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

SMK 17 Agustus 1945 Cluring Jadi Magnet LKBB Se-Nusantara 2026, 54 Tim dari Bali hingga Sidoarjo Adu Disiplin dan Formasi

Zamrozi Wahyu • Minggu, 31 Mei 2026 | 22:11 WIB
SEMARAK: SMK 17 Agustus 1945 Cluring jadi tuan rumah LKBB se Nusantara, Minggu (31/5). (Indra for Radar Banyuwangi)
SEMARAK: SMK 17 Agustus 1945 Cluring jadi tuan rumah LKBB se Nusantara, Minggu (31/5). (Indra for Radar Banyuwangi)

Ratusan Pelajar Padati Arena Lomba Selama Dua Hari, Penilaian Libatkan Juri Profesional dan Voting Media Sosial

RADARBANYUWANGI.ID – Suara aba-aba yang lantang, hentakan langkah yang serempak, serta formasi pasukan yang presisi mewarnai halaman SMK 17 Agustus 1945 Cluring sepanjang akhir pekan ini. Sekolah tersebut menjadi pusat perhatian para pecinta keterampilan baris-berbaris setelah dipercaya menjadi tuan rumah Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) Se-Nusantara 2026.

Ajang bergengsi yang berlangsung selama dua hari, Sabtu (30/5) hingga Minggu (31/5), itu menghadirkan puluhan tim terbaik dari berbagai daerah. Tidak hanya dari Banyuwangi dan wilayah Jawa Timur, peserta juga datang dari luar provinsi seperti Bali untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan dewan juri.

Sebanyak 54 tim ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Mereka berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga kategori purna yang diikuti alumni atau pelajar yang sudah tidak aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler paskibra.

Atmosfer kompetisi berlangsung meriah sejak hari pertama. Setiap tim tampil dengan karakter dan ciri khas masing-masing. Para peserta berlomba menunjukkan kekompakan gerakan, ketegasan komando, kreativitas formasi, hingga ketepatan langkah yang menjadi unsur utama dalam penilaian LKBB.

Di bawah terik matahari, puluhan pasukan tampil bergantian di arena perlombaan. Hentakan kaki yang seragam dan gerakan yang nyaris tanpa cela menjadi bukti hasil latihan panjang yang mereka jalani sebelum mengikuti kompetisi tingkat nasional tersebut.

Salah satu panitia LKBB, Delfin Reza Fahlefi, mengatakan bahwa penyelenggaraan kompetisi ini bertujuan menjadi wadah pengembangan potensi sekaligus meningkatkan kualitas kemampuan baris-berbaris pelajar dari berbagai daerah.

Menurut dia, LKBB bukan sekadar perlombaan ketangkasan fisik, melainkan juga sarana membangun karakter disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kerja sama tim yang sangat dibutuhkan generasi muda.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah mengembangkan potensi dan kualitas para pembaris di tingkat sekolah,” ujarnya.

Untuk menjaga kualitas kompetisi, panitia menghadirkan sejumlah juri profesional dari luar daerah. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan proses penilaian berlangsung objektif dan menghasilkan juara yang benar-benar layak.

“Penilaian dilakukan secara ketat meliputi variasi formasi pasukan, ketegasan Komandan Peleton (Danton), hingga keterlibatan publik melalui voting di media sosial Instagram,” jelas Delfin.

Menurutnya, kombinasi penilaian teknis dan partisipasi publik membuat kompetisi menjadi lebih menarik sekaligus memberikan ruang apresiasi yang lebih luas kepada peserta.

Peserta yang mengikuti LKBB tahun ini datang dari berbagai daerah seperti Banyuwangi, Jember, Lumajang, Sidoarjo hingga Bali. Kehadiran mereka menjadikan kompetisi tersebut sebagai salah satu ajang LKBB terbesar yang pernah digelar di wilayah selatan Banyuwangi.

“Untuk pembagian penghargaan dilakukan nanti malam,” katanya saat ditemui di lokasi kegiatan, Minggu (31/5).

Sementara itu, Kepala SMK 17 Agustus 1945 Cluring Dwi Mujiharianto membenarkan bahwa sekolahnya menjadi tuan rumah penyelenggaraan LKBB tingkat pelajar tersebut.

Sebagai penyelenggara, pihak sekolah berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah. Beragam fasilitas disiapkan guna mendukung kenyamanan selama mengikuti perlombaan.

Mulai dari arena pertandingan, ruang pendukung kegiatan, hingga fasilitas penginapan bagi peserta luar daerah telah disediakan oleh panitia dan pihak sekolah.

“Kami berupaya memberikan fasilitas terbaik bagi seluruh peserta. Bagi yang rumahnya jauh, kami juga menyediakan penginapan di area perlombaan. Fasilitas kami sediakan hingga acara selesai,” ujar Dwi.

Menurutnya, kepercayaan menjadi tuan rumah LKBB Se-Nusantara merupakan kebanggaan tersendiri bagi sekolah. Selain menjadi sarana promosi pendidikan, kegiatan tersebut juga memberikan dampak positif terhadap pengembangan bakat dan karakter generasi muda.

Ia berharap kompetisi serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan sehingga menjadi ruang pembinaan bagi para pelajar yang memiliki minat di bidang paskibra dan baris-berbaris.

Dengan antusiasme peserta yang terus meningkat dari tahun ke tahun, LKBB Se-Nusantara di Banyuwangi diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah mempererat persaudaraan antarpelajar dari berbagai daerah di Indonesia melalui semangat disiplin, sportivitas, dan kebersamaan. (why)

Judul SEO Alternatif:

  1. LKBB Se-Nusantara 2026 Digelar di Banyuwangi, 54 Tim dari Bali hingga Sidoarjo Bertarung

  2. SMK 17 Agustus 1945 Cluring Jadi Tuan Rumah LKBB Nasional, Peserta Datang dari Berbagai Daerah

  3. Ratusan Pelajar Ramaikan LKBB Se-Nusantara di Banyuwangi, Adu Disiplin dan Kekompakan

5 Kata Kunci SEO:

 

Meta Deskripsi (150 karakter):

Editor : Ali Sodiqin
#LKBB Se Nusantara 2026 #LKBB Banyuwangi #lomba baris berbaris nasional #peserta LKBB Bali Sidoarjo #SMK 17 Agustus 1945 Cluring