RADARBANYUWANGI.ID – Program Wis Esa Sek Adi yang dikembangkan di kawasan Sumber Gedor, Banyuwangi, mendapat respons positif dari kalangan pelajar dan tenaga pendidik. Tidak sekadar menjadi wisata edukasi, program tersebut dinilai mampu membuka wawasan tentang pentingnya pengelolaan sumber air bersih hingga distribusinya ke rumah warga.
Pengalaman itu dirasakan langsung guru dan siswa SMPN 3 Banyuwangi saat mengikuti kegiatan edukasi di kawasan sumber air tersebut. Mereka mengaku mendapat banyak pelajaran baru terkait proses pengolahan air siap minum yang selama ini dianggap sederhana.
Guru SMPN 3 Banyuwangi, Prasmarani Wigati, mengaku terkesan dengan proses distribusi air bersih yang diperlihatkan dalam program Wis Esa Sek Adi.
Menurutnya, selama ini banyak orang menganggap aktivitas minum air hanya sebatas mengambil air dari gelas. Padahal, terdapat proses panjang dan teknologi yang bekerja di balik tersedianya air bersih di rumah masyarakat.
“Ternyata minum itu tidak semudah yang dibayangkan. Langsung ambil gelas, tetapi ada pembelajaran besar dari sini. Bagaimana menangkap air yang keluar langsung dari mata air lalu dimasukkan melalui pipa yang besar hingga sampai ke rumah warga,” ujarnya.
Ia menilai program tersebut sangat penting dikenalkan kepada generasi muda agar mereka memahami pentingnya menjaga kelestarian sumber air dan lingkungan.
Selain memberikan edukasi teknis tentang pengelolaan air bersih, kawasan Sumber Gedor juga menghadirkan suasana alam yang sejuk dan asri sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
Hal itu diungkapkan salah satu siswa SMPN 3 Banyuwangi, Syarery. Ia mengaku kagum dengan kualitas air siap minum yang berasal langsung dari sumber mata air di kawasan tersebut.
“Selain suasana sejuk di kawasan Sumber Gedor, saya sempat meminum air siap minum yang berasal dari sumber tersebut. Rasanya segar, terasa dingin walaupun tidak masuk kulkas,” katanya.
Program Wis Esa Sek Adi sendiri menjadi salah satu upaya edukasi lingkungan dan pengelolaan sumber daya air yang mulai dikenalkan kepada pelajar di Banyuwangi.
Melalui program tersebut, peserta tidak hanya diajak mengenal sumber mata air, tetapi juga memahami proses distribusi air bersih, pentingnya konservasi lingkungan, hingga kesadaran menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Kegiatan edukasi semacam ini dinilai penting di tengah meningkatnya kebutuhan air bersih dan ancaman kerusakan lingkungan yang dapat berdampak terhadap ketersediaan sumber air di masa mendatang.
Dengan konsep wisata edukasi berbasis lingkungan, Wis Esa Sek Adi diharapkan mampu menjadi sarana pembelajaran yang menarik sekaligus menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk lebih peduli terhadap kelestarian sumber air dan lingkungan hidup. (*)
Editor : Ali Sodiqin