RADARBANYUWANGI.ID – Tahapan pengambilan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Negeri 2026 di Banyuwangi resmi dimulai. Sejak Jumat (29/5), sekolah-sekolah negeri mulai dipadati calon siswa bersama orang tua yang datang untuk melakukan verifikasi dokumen sebagai syarat utama pendaftaran.
Antrean terlihat di sejumlah sekolah negeri favorit sejak pagi. Para calon peserta didik tampak membawa map berisi dokumen penting mulai kartu keluarga, rapor, hingga surat keterangan lulus. Proses validasi berlangsung di hadapan operator sekolah sebelum PIN diterbitkan oleh sistem.
Fenomena ini menandai dimulainya persaingan masuk SMA dan SMK negeri di Banyuwangi yang setiap tahun selalu menyedot perhatian masyarakat.
Salah satu calon pendaftar, Dwi, sengaja datang lebih awal ke SMAN 1 Glagah untuk melakukan verifikasi sekaligus melihat langsung kondisi sekolah yang akan dipilihnya nanti.
“Rencananya mau daftar di SMAN 1 Glagah, jadi sekalian verifikasi di sini. Kebetulan juga dekat dari rumah,” ujar siswi SMPN 1 Banyuwangi tersebut.
Sekolah Siapkan Operator Khusus Layani Verifikasi
Kepala SMAN 1 Glagah Abdullah mengatakan, pihak sekolah menyiapkan 10 operator khusus untuk membantu proses validasi dokumen para calon siswa.
Menurutnya, mayoritas peserta sudah memahami alur pendaftaran karena sebelumnya telah melakukan input data secara mandiri melalui sistem daring.
“Operator tinggal mencocokkan data yang sudah diunggah siswa dengan dokumen asli yang dibawa,” katanya.
Untuk menghindari penumpukan antrean, sekolah membatasi kuota verifikasi sekitar 200 siswa per hari. Pelayanan dibuka mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB.
Jika kuota harian habis, siswa diarahkan melakukan verifikasi di sekolah negeri lain yang masih masuk daftar 10 sekolah terdekat berdasarkan domisili.
“Kalau kuota hari itu penuh ya kami tutup. Siswa masih bisa melakukan verifikasi di sekolah lain yang terdekat sesuai sistem,” jelas Abdullah.
Sistem Otomatis Pilihkan Sekolah Terdekat
Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Banyuwangi Arief Ainurrozie menjelaskan, tahapan pengajuan PIN sebenarnya sudah dimulai sejak Kamis (28/5). Pada tahap awal, siswa diminta melakukan registrasi mandiri dengan mengunggah seluruh dokumen persyaratan.
Selanjutnya, proses diverifikasi langsung oleh petugas sekolah negeri yang telah ditentukan sistem berdasarkan domisili calon peserta.
“Sistem otomatis memilihkan sekolah terdekat dari alamat pendaftar. Jadi siswa Banyuwangi kota misalnya bisa diarahkan ke sekolah negeri di Glagah, Giri, Kalipuro, hingga Rogojampi,” ujarnya.
Menurut Arief, sistem terbaru dibuat lebih aman untuk meminimalkan kesalahan titik domisili. Kini pilihan titik lokasi hanya muncul sesuai desa tempat tinggal siswa.
Banyak Kesalahan Upload Dokumen
Meski proses berjalan lancar, masih ditemukan berbagai kesalahan input data saat pengajuan PIN berlangsung.
Arief menyebut, banyak calon peserta yang salah mengunggah dokumen sehingga proses penerbitan PIN terhambat.
“Yang sering terjadi itu salah upload. Yang diminta kartu keluarga, malah foto keluarga yang diunggah,” katanya.
Tidak hanya itu, ada pula peserta yang salah memasukkan tanggal lahir karena justru mengisi tanggal penerbitan kartu keluarga.
Kesalahan kecil tersebut dinilai cukup fatal karena data dianggap tidak sinkron dengan dokumen resmi. Bahkan beberapa siswa harus melakukan reset data akibat kesalahan identitas.
“Kalau data tidak cocok dengan dokumen resmi, sistem tidak bisa memproses. Jadi siswa harus sangat teliti,” tegasnya.
Dokumen Asli Wajib Dibawa
Dalam proses verifikasi, calon peserta wajib membawa dokumen asli beserta fotokopinya. Dokumen asli hanya diperlihatkan kepada petugas, sedangkan salinan diserahkan sebagai arsip sekolah.
Berkas yang diverifikasi meliputi kartu keluarga, rapor, surat keterangan lulus, atau surat keterangan telah menyelesaikan ujian dari sekolah asal.
Jika seluruh data dinyatakan sesuai, sistem akan langsung menerbitkan PIN yang nantinya digunakan untuk mengikuti proses pendaftaran sesuai jalur pilihan.
“Kalau berkas lengkap dan valid, PIN langsung keluar dan bisa dipakai untuk daftar sekolah,” ujar Arief.
Masa Pengambilan PIN Berlangsung hingga 9 Juni
Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Banyuwangi memastikan proses pengambilan PIN dan verifikasi dokumen berlangsung hingga 9 Juni 2026 mendatang.
Setelah PIN diterbitkan, siswa baru dapat mengikuti tahapan pendaftaran sesuai jalur SPMB yang dipilih, mulai jalur domisili, afirmasi, prestasi, hingga mutasi orang tua.
Arief juga mengimbau masyarakat agar tidak panik jika mengalami kendala teknis selama proses pengajuan PIN berlangsung.
“Kalau ada kesalahan titik lokasi atau kendala data, siswa bisa langsung datang ke sekolah negeri terdekat untuk dibantu perbaikan,” tandasnya.
Tingginya antusiasme masyarakat pada hari pertama verifikasi menunjukkan bahwa persaingan masuk SMA dan SMK negeri di Banyuwangi tahun ini diprediksi kembali berlangsung ketat. Banyak orang tua berharap anaknya bisa masuk sekolah favorit demi menunjang pendidikan ke jenjang lebih tinggi. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin