Wis Esa Sek Adi Dinilai Berdampak, Sopir Angkot hingga Siswa Rasakan Manfaat Program Edukasi Banyuwangi

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Jumat, 29 Mei 2026 | 06:15 WIB
Alkaf, Desi Kurnia Wulansari, dan Hadi. (Tangkapan Layar TikTok Radar Banyuwangi)
Alkaf, Desi Kurnia Wulansari, dan Hadi. (Tangkapan Layar TikTok Radar Banyuwangi)

Program Wisata Edukasi Banyuwangi Buka Peluang Ekonomi dan Tanamkan Kepedulian Lingkungan pada Pelajar

RADARBANYUWANGI.ID – Program Wis Esa Sek Adi yang digagas sebagai wisata edukasi berbasis lingkungan dan pembelajaran luar ruang mendapat respons positif dari berbagai kalangan.

Tidak hanya memberi pengalaman belajar baru bagi pelajar, program tersebut juga dinilai mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Sejumlah pihak mulai dari sopir angkot, guru, hingga siswa mengaku merasakan manfaat langsung dari program yang mengajak pelajar belajar di alam terbuka tersebut.

Salah satu yang merasakan dampak positif adalah Hadi, sopir angkot yang turut mengantar rombongan siswa dalam kegiatan Wis Esa Sek Adi. Menurutnya, program tersebut membantu menambah penghasilan sopir angkot di tengah sepinya penumpang harian.

“Dengan adanya kunjungan seperti ini kami senang. Karena ada tambahan penghasilan. Kalau melulu mencari penghasilan di jalan, tidak ada. Tinggal menunggu panggilan carter, misalnya dari sekolah-sekolah,” ujarnya.

Hadi mengaku kegiatan kunjungan edukatif seperti itu cukup membantu para sopir angkot yang kini semakin jarang mendapatkan penumpang reguler. Adanya rombongan pelajar yang melakukan kegiatan luar sekolah menjadi peluang tambahan penghasilan yang cukup berarti.

Selain memberikan dampak ekonomi, Wis Esa Sek Adi juga dinilai efektif memperkenalkan pembelajaran berbasis praktik langsung kepada siswa.

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMPN 3 Banyuwangi, Desi Kurnia Wulansari, mengatakan program tersebut sangat bermanfaat karena siswa tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga langsung melihat kondisi lingkungan di lapangan.

“Menurut saya, program ini sangat bermanfaat. Di sini, di Sumber Gedor, kita melakukan pembelajaran luar ruangan. Anak-anak langsung terjun ke lapangan dan belajar tentang sumber air serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.

Menurut Desi, metode pembelajaran luar ruang membuat siswa lebih mudah memahami materi karena mereka melihat langsung kondisi nyata di lingkungan sekitar.

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana membangun kepedulian siswa terhadap konservasi sumber daya alam, terutama menjaga keberlangsungan sumber mata air yang menjadi kebutuhan penting masyarakat.

Antusiasme juga dirasakan para siswa yang mengikuti kegiatan tersebut. Salah satunya Alkaf, siswa SMPN 3 Banyuwangi, yang mengaku senang bisa belajar langsung tentang pengelolaan dan pelestarian sumber air.

“Saya senang. Saya juga mendapatkan penjelasan tentang bagaimana cara pengelolaan air dan pelestarian sumber air,” ujarnya.

Bagi para siswa, pengalaman belajar di luar kelas memberikan suasana baru yang lebih menyenangkan sekaligus memperluas wawasan tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup.

Program Wis Esa Sek Adi sendiri menjadi salah satu upaya menghadirkan pembelajaran kontekstual yang menghubungkan pendidikan dengan kondisi sosial dan lingkungan sekitar masyarakat Banyuwangi.

Selain memberikan pengalaman edukatif, program tersebut juga mampu menggerakkan sektor ekonomi kecil di sekitar lokasi kegiatan, mulai dari transportasi, pelaku UMKM, hingga masyarakat sekitar destinasi edukasi.

Melalui konsep wisata edukasi berbasis lingkungan, Pemkab Banyuwangi berharap siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis dan kepedulian sosial sejak dini.

Program tersebut juga diharapkan terus berkembang sebagai model pembelajaran kreatif yang memberi manfaat luas bagi dunia pendidikan dan masyarakat Banyuwangi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Wis Esa Sek Adi wisata edukasi Banyuwangi pelestarian sumber air program pendidikan Banyuwangi SMPN 3 Banyuwangi