Idul Adha di Smadatara Banyuwangi Penuh Toleransi, Taruna Lintas Agama Ikut Rayakan Kurban

Salis Ali Muhyidin • Dipublikasikan Jumat, 29 Mei 2026 | 03:30 WIB
GUYUB: Siswa Smadatara terlibat aktif dalam dalam proses penyembelihan ternak hingga pendistribusian daging kurban, Kamis (28/5). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)
GUYUB: Siswa Smadatara terlibat aktif dalam dalam proses penyembelihan ternak hingga pendistribusian daging kurban, Kamis (28/5). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

SMAN 2 Taruna Bhayangkara Genteng Sembelih 8 Sapi dan 16 Kambing, Ratusan Taruna Ikut Andil

RADARBANYUWANGI.ID – Suasana Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di SMAN 2 Taruna Bhayangkara (Smadatara) Genteng, Banyuwangi, berlangsung penuh suka cita dan sarat nilai toleransi. Ratusan taruna dan taruni yang mayoritas berasal dari luar Pulau Jawa ikut terlibat langsung dalam proses penyembelihan hewan kurban di lingkungan sekolah, Kamis (28/5).

Momentum Idul Adha di sekolah berasrama yang berada di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, itu tidak hanya menjadi kegiatan ibadah bagi siswa Muslim, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan antar siswa lintas agama.

Tahun ini, Smadatara menyembelih total 24 hewan kurban yang terdiri atas 8 ekor sapi dan 16 ekor kambing. Hewan kurban tersebut berasal dari sumbangan guru dan tenaga kependidikan (GTK), wali taruna, serta mantan Kepala Smadatara H Mujib.

Plt Kepala Smadatara I Ketut Renen mengatakan, kegiatan penyembelihan hewan kurban merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Idul Adha yang sebelumnya diawali dengan pelaksanaan Salat Id berjamaah di lingkungan sekolah.

“Sebelumnya para taruna dan taruni sudah melaksanakan Salat Id dengan khidmat,” katanya.

Menurut Ketut, para siswa tidak hanya menyaksikan proses kurban, tetapi juga ikut andil dalam penanganan daging hingga pendistribusian kepada masyarakat sekitar sekolah.

Ratusan paket daging kurban nantinya dibagikan kepada warga di sekitar lingkungan sekolah sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus menanamkan nilai berbagi kepada para siswa.

“Ini utamanya akan dibagikan kepada warga sekitar sekolah. Kami berharap ratusan paket daging ini bisa bermanfaat bagi masyarakat yang menerima,” ujarnya.

Yang menarik, daging kurban tersebut juga akan diolah dan dinikmati bersama seluruh siswa Smadatara tanpa memandang latar belakang agama. Tradisi makan bersama itu sengaja dirancang untuk mempererat tali persaudaraan dan menanamkan semangat toleransi di lingkungan sekolah.

“Para siswa nantinya juga akan diajak menikmati olahan daging bersama. Ini untuk mempererat silaturahmi antar siswa,” terang Ketut.

Ia menegaskan, kegiatan makan bersama terbuka bagi seluruh taruna dan taruni, baik yang beragama Islam, Hindu, Kristen, maupun Buddha. Menurutnya, kebersamaan lintas agama menjadi salah satu nilai penting yang terus dibangun di lingkungan Smadatara.

“Kami ingin para siswa, khususnya tingkat satu atau kelas X, bisa mengenal dan merasakan toleransi antaragama sejak dini di Smadatara,” tuturnya.

Suasana kebersamaan tampak selama proses penyembelihan berlangsung. Para siswa bahu membahu membantu proses pemotongan, pengemasan, hingga distribusi daging kurban. Banyak siswa yang mengaku antusias karena pengalaman tersebut menjadi momen pertama mereka mengikuti kegiatan kurban secara langsung di lingkungan sekolah berasrama.

Selain menjadi sarana pembelajaran nilai religius dan sosial, kegiatan tersebut juga menjadi media pendidikan karakter bagi para taruna agar memiliki jiwa empati, gotong royong, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Proses penyembelihan hewan kurban di Smadatara juga mendapat pengawasan dari petugas teknis Puskeswan Genteng untuk memastikan kesehatan hewan dan kualitas daging yang dibagikan kepada masyarakat.

Petugas Puskeswan Genteng, Erwan, mengatakan hasil pemeriksaan post mortem menunjukkan seluruh hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.

“Dari hasil pemeriksaan post mortem tidak ditemukan ternak yang sakit. Semuanya dalam kondisi prima,” katanya.

Melalui momentum Idul Adha tersebut, Smadatara Banyuwangi berharap nilai religius, toleransi, dan kebersamaan antar siswa terus tumbuh kuat di lingkungan sekolah, sekaligus menjadi bekal penting bagi para taruna dalam kehidupan bermasyarakat. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Idul Adha Banyuwangi kurban SMAN 2 Taruna Bhayangkara toleransi antaragama taruna Banyuwangi Smadatara Banyuwangi