Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sosok Fajar Lailatul Mi’rojiyah, Guru MTsN 1 Medan yang Wakili Indonesia ke China Usai Cetak Banyak Juara Sains

Ali Sodiqin • Jumat, 29 Mei 2026 | 18:00 WIB
Profil Fajar Lailatul Mi’rojiyah, Guru MTsN 1 Medan yang Wakili Indonesia di Program Internasional China. (kemenag.go.id)
Profil Fajar Lailatul Mi’rojiyah, Guru MTsN 1 Medan yang Wakili Indonesia di Program Internasional China. (kemenag.go.id)

RADARBANYUWANGI.ID – Dedikasi panjang di dunia pendidikan akhirnya mengantarkan Fajar Lailatul Mi’rojiyah menuju panggung internasional. Guru Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Medan itu resmi terpilih menjadi salah satu pendidik yang mewakili Indonesia dalam program internasional “Training Program for Backbone Teachers of Luban Workshop in Asia Countries” di China.

Program bergengsi tersebut diselenggarakan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia dan hanya diikuti guru-guru terpilih dari berbagai daerah di Indonesia.

Pelatihan berlangsung selama 14 hari mulai 21 Mei 2026 dan menjadi salah satu program peningkatan kompetensi pendidikan terbesar di kawasan Asia.

Bagi Laila—sapaan akrab Fajar Lailatul Mi’rojiyah—kesempatan tersebut bukan sekadar perjalanan ke luar negeri, melainkan bentuk penghargaan atas pengabdian panjangnya sebagai pendidik madrasah.

Mengabdi Sejak 2010 dan Cetak Banyak Juara

Laila telah mengabdi sebagai guru sejak tahun 2010.

Di MTsN 1 Medan, ia dikenal sebagai guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang aktif membimbing siswa dalam berbagai kompetisi sains dan riset.

Tak hanya mengajar di ruang kelas, ia juga menjadi pembimbing Kompetisi Sains Madrasah (KSM) serta Madrasah Young Researchers Super Camp (MYRES/OMI).

Di tangan Laila, banyak siswa berhasil meraih prestasi mulai tingkat provinsi hingga nasional.

Kesabaran, ketekunan, serta kedisiplinannya dalam membina siswa menjadi salah satu alasan dirinya dipercaya mewakili Indonesia dalam program internasional tersebut.

“Kesempatan ini menjadi ajang memperkenalkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di tingkat global,” ujar Laila di Medan, Kamis (21/5/2026).

Bukan Perjalanan Mudah Menuju China

Keberhasilan Laila menembus program internasional tersebut ternyata tidak diraih dengan mudah.

Ia harus melalui proses seleksi ketat dengan berbagai persyaratan administrasi dan kemampuan bahasa Inggris internasional.

Salah satu syarat utama ialah melampirkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris resmi yang diakui secara internasional.

Peserta diwajibkan memiliki skor minimal IELTS 5.0, TOEFL ITP 460, TOEFL iBT 45, atau English Score British Council level B2.

Seluruh sertifikat juga harus diterbitkan lembaga resmi seperti ETS dan bukan sekadar prediction test.

Persyaratan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi banyak guru di Indonesia.

Namun bagi Laila, proses itu menjadi bagian dari perjuangan untuk terus berkembang sebagai pendidik.

Belajar Teknologi Pendidikan Modern di China

Selama mengikuti pelatihan di China, para peserta akan mendapatkan berbagai materi terkait pendidikan modern dan pengembangan keterampilan vokasi.

Program tersebut juga membuka ruang kolaborasi internasional antarpendidik dari berbagai negara Asia.

Laila menjelaskan peserta akan dikenalkan dengan teknologi pendidikan modern yang terus berkembang di dunia.

Selain memperluas wawasan, pelatihan itu juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah masing-masing ketika para guru kembali ke Indonesia.

“Para peserta akan mendapatkan berbagai materi pelatihan, pengalaman kolaborasi internasional, serta pengenalan teknologi pendidikan modern,” ungkapnya.

Berawal dari Guru di Jember

Sebelum mengajar di MTsN 1 Medan, Laila memulai karier pendidikan di MAS Modern Al Islam, Jember, Jawa Timur.

Pengalaman panjang mengajar di berbagai lingkungan pendidikan membentuk karakter dan komitmennya dalam mendampingi siswa.

Baginya, profesi guru bukan hanya pekerjaan, tetapi pengabdian untuk mencetak generasi masa depan.

Karena itu, ia selalu berusaha hadir tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga pembimbing dan motivator bagi para siswa.

Pesan untuk Siswa: Jangan Takut Bermimpi

Menjelang keberangkatannya ke China, Laila juga menyampaikan pesan motivasi kepada para siswa madrasah.

Ia meminta siswa tetap semangat belajar dan tidak mudah menyerah meski menghadapi berbagai keterbatasan hidup.

Menurut dia, kesuksesan tidak datang secara instan, tetapi lahir dari kerja keras, doa, dan kesungguhan.

“Kerja keras, doa, dan kesungguhan akan membuka jalan menuju kesuksesan,” pesannya.

Nasihat tersebut menjadi cerminan perjalanan hidup Laila sendiri yang berhasil menembus panggung internasional melalui konsistensi dan dedikasi panjang di dunia pendidikan.

Kepala Madrasah Bangga

Kepala MTsN 1 Medan Syakhrim Harahap mengaku bangga atas pencapaian salah satu guru terbaik di madrasahnya.

Menurut dia, keberhasilan Laila menjadi motivasi besar bagi seluruh tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualitas pendidikan.

“Kabar ini sangat membahagiakan sekaligus memberikan motivasi dan inspirasi bagi kita semua,” ujarnya.

Ia berharap pengalaman internasional yang diperoleh Laila di China nantinya dapat dibagikan kepada guru dan siswa di lingkungan madrasah.

“Semoga akan lebih banyak lagi guru-guru yang mampu berprestasi hingga tingkat internasional,” tambahnya.

Simbol Kebangkitan Guru Madrasah Indonesia

Keberhasilan Fajar Lailatul Mi’rojiyah menjadi representasi penting bahwa guru madrasah Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat global.

Di tengah tantangan dunia pendidikan yang terus berubah, sosok seperti Laila menjadi bukti bahwa dedikasi dan semangat belajar tidak pernah mengenal batas usia maupun tempat.

Perjalanan guru IPA dari MTsN 1 Medan menuju China kini bukan hanya menjadi kebanggaan sekolah dan Kementerian Agama, tetapi juga inspirasi bagi ribuan guru dan siswa di seluruh Indonesia. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Fajar Lailatul Mi’rojiyah #MTsN 1 Medan #guru Indonesia ke China #guru berprestasi Kemenag #pelatihan internasional guru