RADARBANYUWANGI.ID - Belajar tak selalu harus di ruang kelas. Ratusan teori tentang lingkungan, air bersih, hingga pelestarian alam mendadak terasa nyata ketika siswa SMPN 3 Banyuwangi diajak menyusuri kawasan Sumber Gedor, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro. Dalam program Wis Esa Sek Adi (Wisata Edukasi Sejak Usia Dini), mereka bukan sekadar melihat alam, tetapi juga merasakan langsung dinginnya mata air yang selama ini menghidupi ribuan warga Banyuwangi.
Pengalaman berbeda itu dirasakan para peserta program Wis Esa Sek Adi gelombang III yang digelar pada Selasa (26/5).
Melalui program wisata edukatif tersebut, para siswa diajak mengenal lebih dekat ekosistem sumber air sekaligus memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Lokasi yang dipilih bukan tempat biasa.
Sumber Gedor selama ini menjadi salah satu sumber mata air penting yang dimanfaatkan ribuan bahkan puluhan ribu pelanggan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi.
Air dari kawasan itu digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Masuk ke Jantung Mata Air Sumber Gedor
Kesempatan langka diperoleh siswa saat diperbolehkan masuk ke area broncaptering Sumber Gedor.
Brongcaptering merupakan bangunan penangkap mata air yang berfungsi melindungi sekaligus mengumpulkan air agar tetap aman dari potensi pencemaran.
Di lokasi tersebut, para siswa menyaksikan langsung air yang memancar dari dalam tanah sebelum dialirkan menuju reservoir atau tempat penampungan.
Pengalaman itu memberi gambaran nyata tentang proses distribusi air bersih yang selama ini hanya dipahami lewat buku pelajaran.
Menariknya, tidak seluruh debit air dari Sumber Gedor dialirkan menuju pelanggan PUDAM.
Sebagian air tetap dibiarkan mengalir bebas ke sungai agar dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar hingga kawasan hilir.
Teguk Air Segar Seperti Baru Keluar dari Kulkas
Tak sedikit siswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk merasakan langsung kesegaran air sumber.
Sebagian membasuh muka, sebagian lain bahkan mengisi ulang botol minum.
Fadil, siswa kelas VIII SMPN 3 Banyuwangi, mengaku terkesan dengan kejernihan air di kawasan tersebut.
Ia bahkan mencoba membasuh wajah menggunakan air yang mengalir di sungai sekitar sumber.
"Saya coba membasuh muka, ternyata airnya masih terasa segar dan dingin," ungkapnya.
Pengalaman berbeda dirasakan Syarery, siswa kelas VII E.
Ia memilih mengisi tumbler miliknya menggunakan air siap minum dari Sumber Gedor.
Sensasi yang dirasakan di luar dugaan.
Menurutnya, suhu air sangat dingin meski tidak melalui proses pendinginan.
"Di tenggorokan terasa segar. Dingin. Padahal air ini tidak masuk kulkas," ujarnya sambil tersenyum.
Belajar Vegetasi Hingga Pentingnya Air Bersih
Program Wis Esa Sek Adi tidak berhenti pada wisata alam semata.
Para siswa juga mendapat edukasi langsung tentang berbagai jenis vegetasi yang tumbuh di kawasan seluas 15 hektare tersebut.
Mereka diperkenalkan aneka pohon yang memiliki fungsi penting dalam menjaga keberlangsungan sumber air.
Selain itu, siswa juga mendapat materi dari berbagai instansi.
Dinas Kesehatan (Dinkes) memberikan edukasi mengenai pentingnya air bersih bagi kesehatan masyarakat.
Sementara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menjelaskan tentang pentingnya pelestarian vegetasi di sekitar sumber air.
Edukasi tersebut menjadi bagian penting agar generasi muda memahami hubungan erat antara lingkungan yang terjaga dan keberlangsungan kehidupan manusia.
Wisata Edukasi yang Mengubah Cara Belajar
Program Wis Esa Sek Adi terus menghadirkan pendekatan belajar berbeda bagi siswa Banyuwangi.
Konsep belajar langsung di lapangan dinilai mampu memberi pengalaman lebih kuat dibanding pembelajaran konvensional.
Karena bukan hanya mendengar atau membaca, siswa diajak menyentuh, melihat, dan merasakan langsung objek pembelajaran.
Dari Sumber Gedor, para siswa tidak hanya pulang membawa pengalaman wisata.
Mereka juga membawa pelajaran penting tentang bagaimana setetes air bersih sesungguhnya bergantung pada alam yang dijaga bersama. (ray/sgt)
Editor : Ali Sodiqin