RADARBANYUWANGI.ID – Program Wis Esa Sek Adi (Wisata Edukasi Sejak Usia Dini) Banyuwangi terus mendapat antusiasme tinggi dari kalangan pelajar. Memasuki gelombang ketiga, sebanyak 50 siswa SMPN 3 Banyuwangi diajak belajar langsung tentang pelestarian sumber air, pengelolaan air minum, hingga pentingnya menjaga lingkungan di kawasan Sumber Gedor, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Senin (26/5).
Tak sekadar wisata edukasi biasa, para siswa diajak menyelami sejarah sumber air peninggalan Belanda yang telah menjadi penopang kebutuhan air bersih masyarakat Banyuwangi sejak hampir satu abad lalu.
Di lokasi tersebut, para siswa mendapatkan penjelasan mengenai bangunan Sumber Gedor yang mulai dibangun pada 1926 dan dioperasikan sejak 1927. Kawasan itu kini menjadi salah satu sumber air penting di Banyuwangi sekaligus kawasan konservasi dengan hutan seluas kurang lebih 15 hektare.
Para siswa terlihat antusias saat menyusuri area sumber air sambil mengenali puluhan jenis vegetasi yang tumbuh di sekitar kawasan hutan penyangga sumber mata air tersebut.
Tak hanya belajar teori, mereka juga diperkenankan masuk langsung ke bangunan sumber air dan melihat proses distribusi air minum hingga bisa mengalir ke rumah-rumah warga Banyuwangi.
Bahkan, beberapa siswa tampak membasuh wajah menggunakan air segar langsung dari sumbernya. Sebagian lainnya mengisi ulang botol minum yang dibawa dari rumah dengan air siap minum dari Sumber Gedor.
Kegiatan Wis Esa Sek Adi kali ini turut dihadiri Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo Wicaksono atau Yayan, Direktur Utama PUDAM Banyuwangi Abd Rahman, serta Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi bersama jajaran.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bappeda Banyuwangi Yayan mengajak para siswa ikut menjaga kelestarian lingkungan dan sumber air sejak dini. Ia juga memotivasi para pelajar untuk terus semangat belajar demi masa depan yang lebih baik.
“Lingkungan dan sumber air harus dijaga bersama karena menjadi kebutuhan hidup masyarakat,” ujarnya di hadapan peserta.
Sementara itu, Dirut PUDAM Banyuwangi Abd Rahman mengatakan program Wis Esa Sek Adi digelar secara berkelanjutan setiap pekan sebagai bagian edukasi lingkungan kepada generasi muda.
“Biasanya digelar setiap Rabu. Namun hari ini cukup spesial, kegiatan dimajukan sehari karena Rabu esok bertepatan libur Idul Adha,” katanya.
Tak hanya mendapatkan edukasi soal sumber air dan distribusi air minum, para siswa juga memperoleh pemahaman tentang pentingnya air bersih bagi kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes). Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) turut memberikan edukasi mengenai pelestarian vegetasi di kawasan sumber air.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 3 Banyuwangi, Desi Kurnia Wulansari, menilai program tersebut sangat bermanfaat karena siswa bisa belajar langsung di lapangan melalui metode outdoor learning.
Menurut dia, pengalaman terjun langsung ke lokasi sumber air akan membuat siswa lebih memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
“Para siswa bisa belajar di Sumber Gedor langsung. Ini berkaitan dengan SMPN 3 Banyuwangi yang merupakan sekolah Adiwiyata Nasional,” tuturnya.
Desi menambahkan, pembelajaran langsung di lapangan membuat siswa lebih menghargai pentingnya menjaga kebersihan air dan kelestarian sumber mata air di sekitar mereka.
Program Wis Esa Sek Adi sendiri menjadi salah satu inovasi edukasi lingkungan di Banyuwangi yang menggabungkan wisata, pembelajaran sejarah, konservasi, dan pengenalan sistem penyediaan air bersih kepada pelajar sejak usia dini.
Melalui program tersebut, pemerintah daerah berharap kesadaran menjaga lingkungan dan sumber daya air dapat tumbuh lebih kuat di kalangan generasi muda Banyuwangi. (ray/sgt)
Editor : Ali Sodiqin