Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hukum Puasa Hari Tasyrik Setelah Idul Adha, Ini Penjelasan Lengkap Beserta Hadis dan Keutamaannya

Ali Sodiqin • Selasa, 26 Mei 2026 | 20:30 WIB
Hukum puasa Hari Tasyrik setelah Idul Adha lengkap dengan hadis Arab, latin, arti, serta amalan dan keutamaan Hari Tasyrik. (wiz.or.id)
Hukum puasa Hari Tasyrik setelah Idul Adha lengkap dengan hadis Arab, latin, arti, serta amalan dan keutamaan Hari Tasyrik. (wiz.or.id)

RADARBANYUWANGI.ID - Hari Tasyrik menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian perayaan Idul Adha yang sering kali belum dipahami secara utuh oleh umat Islam. Banyak masyarakat masih bertanya-tanya mengenai hukum puasa pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah tersebut, termasuk amalan apa saja yang dianjurkan selama Hari Tasyrik berlangsung.

Dalam tradisi Islam, Hari Tasyrik dikenal sebagai hari makan, minum, serta memperbanyak dzikir kepada Allah SWT. Karena itu, mayoritas umat Muslim justru dilarang melaksanakan puasa pada hari-hari tersebut. Namun, terdapat pengecualian khusus bagi jamaah haji tertentu yang tidak mampu membayar dam saat menunaikan ibadah haji tamattu’ atau qiran.

Momentum Hari Tasyrik juga menjadi bagian penting setelah penyembelihan hewan kurban pada Idul Adha. Pada hari-hari ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak rasa syukur, mempererat silaturahmi, hingga menikmati hidangan daging kurban bersama keluarga maupun masyarakat sekitar.

Apa Itu Hari Tasyrik?

Hari Tasyrik merupakan tiga hari setelah Idul Adha yang jatuh pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah. Dalam sejumlah riwayat, Hari Tasyrik disebut sebagai ayyamun ma’dudat atau hari-hari yang telah ditentukan oleh Allah SWT.

Secara bahasa, kata “tasyrik” berasal dari bahasa Arab syarraqa yang berarti menjemur sesuatu di bawah sinar matahari. Pada masa Rasulullah SAW, daging kurban biasanya dijemur untuk diawetkan karena belum adanya teknologi pendingin seperti saat ini.

Selain itu, istilah Tasyrik juga dikaitkan dengan waktu penyembelihan kurban yang dilakukan setelah matahari terbit.

Hukum Puasa Hari Tasyrik dalam Islam

Mayoritas ulama sepakat bahwa puasa pada Hari Tasyrik hukumnya haram bagi umat Muslim secara umum. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW yang menegaskan bahwa Hari Tasyrik adalah hari makan dan minum.

Berikut hadis yang menjadi dasar larangan puasa Hari Tasyrik:

Bacaan Arab Hadis Larangan Puasa Hari Tasyrik

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ يَوْمَ عَرَفَةَ وَيَوْمَ النَّحْرِ وَأَيَّامَ التَّشْرِيقِ عِيدُنَا أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَهِيَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

Latin

“An Uqbah bin Amir anna Rasulallahi shallallahu ‘alaihi wa sallam qala: Inna yauma ‘Arafah wa yauman nahr wa ayyamat tasyriqi ‘iiduna ahlal Islam wa hiya ayyamu aklin wa syurbin.”

Artinya

“Dari Uqbah bin Amir, Rasulullah SAW bersabda: Hari Arafah, Hari Nahr (Idul Adha), dan hari-hari Tasyrik adalah hari raya umat Islam serta merupakan hari makan dan minum.” (HR An-Nasa’i)

Hadis tersebut menjadi landasan utama bahwa umat Islam dianjurkan menikmati nikmat Allah SWT pada Hari Tasyrik dan tidak berpuasa.

Siapa yang Boleh Puasa di Hari Tasyrik?

Meski puasa Hari Tasyrik dilarang, Islam memberikan pengecualian khusus bagi jamaah haji yang menjalankan haji tamattu’ atau qiran tetapi tidak mampu membayar dam.

Hal itu dijelaskan dalam hadis berikut:

Bacaan Arab Hadis Pengecualian Puasa Hari Tasyrik

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَا لَمْ يُرَخَّصْ فِي أَيَّامِ التَّشْرِيقِ أَنْ يُصَمْنَ إِلَّا لِمَنْ لَمْ يَجِدْ الْهَدْيَ

Latin

“An ibni Umar radhiyallahu ‘anhuma qala: Lam yurakhkhash fi ayyamit tasyriqi an yushamna illa liman lam yajidil hadya.”

Artinya

“Dari Ibnu Umar RA, tidak diperkenankan berpuasa pada hari Tasyrik kecuali bagi orang yang tidak mendapatkan hewan kurban ketika berhaji.” (HR Bukhari)

Karena itu, puasa Hari Tasyrik hanya diperbolehkan dalam kondisi tertentu sesuai ketentuan syariat.

Hikmah Larangan Puasa Hari Tasyrik

Larangan puasa pada Hari Tasyrik memiliki sejumlah hikmah besar dalam Islam. Salah satunya sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT setelah pelaksanaan ibadah kurban.

Selain itu, Hari Tasyrik menjadi momentum mempererat hubungan sosial antarsesama Muslim melalui pembagian dan konsumsi daging kurban.

Ulama juga menjelaskan bahwa Hari Tasyrik merupakan waktu memperbanyak dzikir dan takbir kepada Allah SWT.

Amalan yang Dianjurkan Saat Hari Tasyrik

Meski tidak diperbolehkan berpuasa, umat Islam dianjurkan memperbanyak berbagai amalan ibadah selama Hari Tasyrik, antara lain:

1. Memperbanyak Takbir dan Dzikir

Takbir muqayyad dianjurkan dibaca setelah salat fardu sejak Subuh 9 Dzulhijjah hingga Ashar 13 Dzulhijjah.

Bacaan Takbir Idul Adha

Arab

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Latin

Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, Allahu akbar walillaahil hamd.

Artinya

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah.”

2. Menyembelih Hewan Kurban

Hari Tasyrik masih menjadi waktu sah untuk penyembelihan hewan kurban hingga matahari terbenam pada 13 Dzulhijjah.

3. Memperbanyak Doa dan Sedekah

Momentum Hari Tasyrik juga dianjurkan untuk memperbanyak doa, sedekah, serta menjaga silaturahmi.

Hari Tasyrik Jadi Momentum Syukur Umat Islam

Hari Tasyrik bukan sekadar rangkaian setelah Idul Adha, melainkan bagian penting dari syiar Islam yang penuh makna spiritual dan sosial. Larangan puasa pada hari tersebut mengajarkan umat Islam untuk menikmati nikmat Allah SWT, berbagi kebahagiaan, serta memperkuat ukhuwah.

Dengan memahami hukum dan keutamaan Hari Tasyrik, umat Muslim diharapkan dapat menjalankan ibadah Idul Adha secara lebih sempurna sesuai tuntunan syariat. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Idul Adha 2026 #Puasa Hari Tasyrik #Hukum Puasa Tasyrik #Takbir Idul Adha #hari tasyrik