Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

KIP Kuliah SNBT 2026: 86 Ribu Peserta Lolos, Tapi Hanya 39 Ribu Dinyatakan Eligible

Ali Sodiqin • Selasa, 26 Mei 2026 | 10:00 WIB
ILUSTRASI kartu penerima KIP kuliah kemenag.
ILUSTRASI kartu penerima KIP kuliah.

RADARBANYUWANGI.ID – Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah kembali menjadi sorotan dalam hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Dari total 86.118 peserta yang lolos SNBT melalui jalur KIP Kuliah, ternyata hanya 39.662 peserta yang dinyatakan memenuhi syarat atau eligible sebagai calon penerima bantuan pendidikan tersebut.

Data itu diungkap langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT), Sandro Mihradi, dalam konferensi pers pengumuman hasil SNBT 2026 di Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Jakarta, Senin (25/5/2026).

“Total pendaftar KIP Kuliah yang lulus SNBT itu totalnya ada 86.118,” ujar Sandro.

Namun, setelah dilakukan proses verifikasi berdasarkan sistem Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DataSain), jumlah peserta yang benar-benar memenuhi syarat penerima KIP Kuliah hanya sekitar 46 persen dari total yang lolos.

“Yang eligible sebagai penerima KIP Kuliah atau ditetapkan sebagai calon penerima KIP Kuliah itu sejumlah 39.662,” katanya.

Sementara itu, sebanyak 46.456 peserta lainnya dinyatakan non-eligible atau belum memenuhi syarat sebagai penerima bantuan pendidikan tersebut.

Meski demikian, Sandro menegaskan tidak semua peserta non-eligible otomatis gugur mendapatkan peluang bantuan pendidikan.

Dari total peserta non-eligible itu, terdapat 2.656 peserta yang belum tercatat dalam sistem desil kesejahteraan nasional atau masuk kategori “desil nol”.

Menurut Sandro, kondisi tersebut bukan kesalahan peserta, melainkan akibat data sosial ekonomi mereka belum masuk dalam sistem nasional.

“Nantinya bagi mereka yang belum tercatat masuk ke dalam desil atau desil nol istilah kita, yaitu sejumlah 2.656 ini mereka akan diverifikasi dan juga divalidasi oleh pihak perguruan tinggi,” jelasnya.

Ia menegaskan, apabila peserta tersebut dinilai layak secara ekonomi, maka perguruan tinggi tetap dapat mengusulkan mereka sebagai penerima KIP Kuliah.

Kebijakan penentuan penerima KIP Kuliah tahun ini sendiri mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DataSain).

Aturan tersebut kini resmi menggantikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai basis utama penyaluran bantuan sosial pemerintah, termasuk KIP Kuliah.

Selain itu, dasar hukum lainnya adalah Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 2 Tahun 2026 tentang Program Indonesia Pintar Pendidikan Tinggi.

Dalam regulasi tersebut dijelaskan bahwa penerima KIP Kuliah diprioritaskan bagi masyarakat kategori sangat miskin hingga rentan miskin, yakni kelompok desil 1 sampai desil 4.

“Kalau kita buat ekuivalensinya itu dari desil 1, 2, 3, dan 4,” terang Sandro.

Menariknya, distribusi penerima KIP Kuliah berdasarkan kelompok desil disebut relatif merata.

Sandro menyebut persentase peserta eligible di masing-masing desil berkisar antara 24 hingga 26 persen.

“Desil 1 ada 24 persen, desil 2 26 persen, dan seterusnya,” ujarnya.

Selain itu, sekitar 60 persen peserta eligible KIP Kuliah ternyata merupakan penerima Program Indonesia Pintar (PIP) saat duduk di bangku SMA.

Artinya, mayoritas penerima KIP Kuliah merupakan kelanjutan dari program bantuan pendidikan pemerintah sebelumnya.

“Rata-rata 60 persen di antara mereka itu adalah penerima PIP SMA,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sandro juga mengungkap daftar perguruan tinggi negeri (PTN) dengan jumlah penerima KIP Kuliah terbanyak melalui jalur SNBT 2026.

Untuk kategori PTN Akademik, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menempati posisi pertama dengan 3.107 peserta diterima.

Posisi berikutnya ditempati Universitas Negeri Medan dengan 3.060 peserta dan Universitas Negeri Padang sebanyak 2.705 peserta.

Mayoritas kampus dengan penerima KIP Kuliah terbanyak berada di luar Pulau Jawa.

“Ini bisa menjadi refleksi bahwa cukup banyak calon mahasiswa eligible KIP Kuliah berasal dari luar Jawa,” kata Sandro.

Berikut daftar 10 besar PTN Akademik penerima KIP Kuliah terbanyak jalur SNBT 2026:

  1. Universitas Negeri Surabaya – 3.107 peserta

  2. Universitas Negeri Medan – 3.060 peserta

  3. Universitas Negeri Padang – 2.705 peserta

  4. Universitas Negeri Makassar – 2.576 peserta

  5. Universitas Lampung – 2.209 peserta

  6. Universitas Nusa Cendana – 1.959 peserta

  7. Universitas Tadulako – 1.946 peserta

  8. Universitas Negeri Malang – 1.905 peserta

  9. Universitas Pendidikan Indonesia – 1.887 peserta

  10. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa – 1.736 peserta

Sementara untuk kategori PTN Vokasi, Politeknik Negeri Lampung menjadi kampus dengan penerima KIP Kuliah terbanyak, yakni 1.028 peserta.

Pemerintah juga memastikan peserta yang lolos SNBT tetapi tidak memenuhi syarat KIP Kuliah tetap memiliki peluang memperoleh bantuan biaya pendidikan lainnya.

Kemdiktisaintek mendorong masing-masing perguruan tinggi memberikan opsi UKT rendah maupun program beasiswa alternatif.

“Kami mendorong perguruan tinggi untuk menetapkan kategori UKT 1 atau UKT 2 dan juga mengupayakan pembiayaan beasiswa lainnya,” tegas Sandro.

Kementerian saat ini juga tengah menjalin komunikasi dengan berbagai mitra di luar pemerintah guna memperluas akses beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Penerima KIP Kuliah #Eligible KIP Kuliah #PTN penerima KIP terbanyak #SNBT 2026 #KIP Kuliah 2026