RADARBANYUWANGI.ID – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) mencatat capaian membanggakan dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Perguruan tinggi negeri (PTN) yang berbasis di Banten tersebut resmi masuk jajaran 10 PTN Akademik dengan jumlah penerima KIP Kuliah terbanyak di Indonesia.
Prestasi tersebut diumumkan dalam Konferensi Pers Hasil Seleksi Jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan Pengumuman Pendaftar KIP Kuliah Lulus Seleksi Jalur SNBT Tahun 2026 yang digelar Senin (25/5/2026).
Dalam data resmi panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, Untirta menempati posisi ke-10 nasional dengan jumlah 1.736 peserta penerima KIP Kuliah yang lolos melalui jalur SNBT 2026.
Capaian itu menjadi bukti komitmen Untirta dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Konferensi pers tersebut dihadiri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Brian Yuliarto, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026 Prof Eduart Wolok, Wakil Ketua I Prof Muryanto Amin, Wakil Ketua II Prof Dr S Martono, Wakil Ketua III Ahyar Muhammad Diah, Wakil Ketua IV Ir Bambang Hendrawan, serta Plt Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi Prof Sandro Mihradi.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Brian Yuliarto menegaskan pelaksanaan seleksi nasional tahun ini terus diarahkan menjadi lebih adil, transparan, dan tepat sasaran, terutama dalam penyaluran bantuan pendidikan seperti KIP Kuliah.
Menurutnya, pemerintah kini menggunakan basis data sensus Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan bantuan pendidikan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
“Bantuan sosial termasuk KIP Kuliah diambil dari data sensus BPS untuk desil 1 sampai 4. Arahan Bapak Presiden ini membuat program menjadi lebih tepat sasaran dan benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Brian juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil lolos SNBT 2026.
Ia berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mengembangkan kapasitas diri dan menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi bangsa.
“Kami berharap adik-adik yang lulus dapat memanfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya untuk belajar, mengembangkan diri, dan kelak berkontribusi bagi bangsa dan negara,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026 Prof Eduart Wolok mengungkapkan jumlah peserta UTBK SNBT tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Tercatat sebanyak 871.496 peserta mengikuti UTBK SNBT 2026 dengan tingkat kehadiran mencapai 97,13 persen.
Dari total daya tampung SNBT sebesar 286.864 kursi, sebanyak 256.369 peserta dinyatakan lolos atau sekitar 29,42 persen dari total peserta seleksi.
Untuk jalur KIP Kuliah, tercatat sebanyak 250.991 peserta mendaftar dan 86.118 peserta berhasil diterima melalui jalur SNBT 2026.
“Prinsipnya kami tidak ingin faktor ekonomi menjadi penghalang anak-anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan tinggi. Perguruan tinggi juga terus didorong memberikan berbagai bentuk dukungan beasiswa,” ujar Prof Eduart.
Ia juga menjelaskan pelaksanaan UTBK tahun ini menerapkan pengawasan yang jauh lebih ketat guna menekan potensi kecurangan.
Sejumlah sistem pengamanan diterapkan mulai dari pengacakan lokasi ujian hingga penguatan verifikasi identitas peserta berbasis teknologi.
“Kecurangan yang terdeteksi tahun ini berhasil kami tekan sejak awal pelaksanaan. Hampir seluruh indikasi pelanggaran dapat langsung diidentifikasi melalui pengawasan dan teknologi yang kami gunakan,” jelasnya.
Selain itu, panitia SNPMB juga mencatat adanya peningkatan minat peserta terhadap program studi vokasi dan bidang kesehatan.
Fenomena tersebut dinilai menunjukkan semakin tingginya kesadaran calon mahasiswa terhadap kebutuhan dunia kerja dan tren industri masa depan.
Masuknya Untirta dalam 10 besar PTN Akademik penerima KIP Kuliah terbanyak menjadi sinyal positif bahwa akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu semakin terbuka.
Capaian ini sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi dalam mendukung pemerataan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. (*)
Editor : Ali Sodiqin