RADARBANYUWANGI.ID - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, umat Islam mulai bersiap menyambut salah satu amalan sunah paling istimewa, yakni Puasa Arafah. Ibadah sunnah yang dilaksanakan setiap tanggal 9 Zulhijah ini dikenal memiliki keutamaan besar, bahkan dalam hadis sahih disebut dapat menghapus dosa selama dua tahun.
Di Indonesia, Puasa Arafah diperkirakan dilaksanakan pada Selasa (26/5/2026), sehari sebelum Hari Raya Iduladha. Momentum ini menjadi kesempatan istimewa bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji untuk memperbanyak amal saleh.
Sementara itu, jemaah haji yang sedang menjalani puncak ibadah di Padang Arafah tidak disunahkan berpuasa. Sebab, mereka membutuhkan kondisi fisik prima saat menjalankan wukuf yang menjadi rukun utama ibadah haji.
Keutamaan Puasa Arafah tidak terlepas dari kemuliaan Hari Arafah yang termasuk dalam 10 hari pertama Zulhijah. Banyak ulama menyebut periode ini sebagai waktu terbaik memperbanyak ibadah karena pahala amal saleh dilipatgandakan.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Fajr ayat 1–2:
وَالْفَجْرِۙ وَلَيَالٍ عَشْرٍۙ
Latin: Wal-fajri wa layālin 'asyr.
Artinya: "Demi fajar, dan malam yang sepuluh."
Mayoritas ulama tafsir, termasuk Imam Ibnu Katsir, menjelaskan sepuluh malam tersebut merujuk pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah.
Niat Puasa Arafah Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Puasa Arafah dilakukan sebagaimana puasa sunnah pada umumnya. Niat dapat dilakukan pada malam hari atau sebelum waktu Zuhur selama belum makan dan minum sejak terbit fajar.
Berikut bacaan niat Puasa Arafah:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma 'Arafata sunnatan lillāhi ta'ālā.
Artinya:
"Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala."
Selain niat, umat Islam dianjurkan makan sahur sebelum Subuh lalu menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa hingga matahari terbenam.
Hari Arafah juga dianjurkan diisi dengan berbagai amalan lain seperti memperbanyak zikir, membaca Al-Qur'an, bersedekah, membantu sesama, hingga memperbanyak doa.
9 Keutamaan Puasa Arafah
Puasa Arafah termasuk amalan sunnah yang memiliki banyak keistimewaan berdasarkan Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW.
Berikut sembilan keutamaannya:
1. Menghapus Dosa Dua Tahun
Keutamaan paling terkenal dari Puasa Arafah adalah penghapusan dosa selama dua tahun.
Rasulullah SAW bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ
Latin:
Shiyāmu yaumi 'Arafah, ahtasibu 'alallāhi an yukaffiras-sanatallatī qablahu was-sanatallatī ba'dahu.
Artinya:
"Puasa Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang."
(HR Muslim)
Imam An-Nawawi menjelaskan dosa yang dimaksud adalah dosa kecil, sedangkan dosa besar tetap memerlukan tobat sungguh-sungguh.
2. Amalan Paling Dicintai Allah
Hari Arafah termasuk dalam sepuluh hari pertama Zulhijah yang sangat dimuliakan.
Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah dibanding sepuluh hari pertama Zulhijah."
(HR Bukhari)
Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan keistimewaan tersebut karena berkumpulnya ibadah utama dalam satu waktu.
3. Menjadi Jalan Meraih Ketakwaan
Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Latin:
Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba 'alaikumush-shiyāmu la'allakum tattaqūn.
Artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa agar kamu bertakwa."
4. Pahala Puasa Langsung dari Allah
Dalam hadis qudsi disebutkan:
"Setiap amalan anak Adam adalah untuk dirinya kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya."
(HR Bukhari-Muslim)
Para ulama menjelaskan pahala puasa tidak dibatasi hitungan tertentu.
5. Waktu Terbaik Memperbanyak Doa
Hari Arafah dikenal sebagai salah satu waktu paling mustajab.
Rasulullah SAW bersabda:
"Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah."
(HR Tirmidzi)
Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak istigfar, zikir, dan doa.
6. Meneladani Sunnah Rasulullah SAW
Puasa Arafah termasuk ibadah yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
Menjalankan sunnah Nabi merupakan bentuk kecintaan seorang muslim kepada Rasulullah.
7. Mengajarkan Rasa Syukur
Menahan lapar dan haus membuat manusia lebih memahami arti nikmat yang sering terabaikan.
Puasa mengajarkan kerendahan hati dan rasa syukur lebih mendalam.
8. Hari Turunnya Rahmat Allah
Hari Arafah dikenal sebagai momentum penuh ampunan.
Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan tidak ada hari ketika Allah membebaskan manusia dari api neraka lebih banyak dibanding Hari Arafah.
9. Melatih Pengendalian Diri
Puasa menjadi latihan mengendalikan hawa nafsu dan emosi.
Rasulullah SAW menyebut puasa sebagai perisai dari berbagai keburukan.
Lebih dari sekadar ibadah menahan lapar dan haus, Puasa Arafah menjadi momentum memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT menjelang datangnya Hari Raya Iduladha. (*)
Editor : Ali Sodiqin