RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan sistem digital Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK 2026 siap digunakan menjelang pembukaan pendaftaran Sekolah Manusia Unggul (Maung), Senin (25/5/2026). Kesiapan itu dilakukan untuk memastikan proses pendaftaran berjalan lancar tanpa hambatan akses bagi masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Adi Komar, mengatakan berbagai tahapan pengujian teknis telah dilakukan sebelum sistem dibuka secara resmi. Hasil uji coba menunjukkan server dan aplikasi pendaftaran dinilai siap melayani calon peserta didik.
“Kami mempersiapkan sistem yang tangguh sehingga masyarakat tidak perlu khawatir saat daftar SPMB,” ujar Adi, Sabtu (23/5/2026), dikutip Antara.
Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui aplikasi resmi Sekolah Maung di maung.spmb.jabarprov.go.id. Calon peserta diwajibkan masuk menggunakan akun yang telah terdaftar, kemudian memilih sekolah tujuan dan melengkapi data diri.
Setelah itu, peserta harus mengunggah sejumlah dokumen persyaratan. Dokumen tersebut meliputi akta kelahiran, kartu keluarga, KTP orang tua, rapor, ijazah, surat keterangan mengikuti ujian akhir, hasil tes kemampuan akademik dari sekolah asal, hingga surat rekomendasi sekolah.
Selain persyaratan umum, peserta juga wajib mengunggah surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM) orang tua dan surat pernyataan kesiapan mengikuti seluruh tahapan SPMB serta mendukung program Sekolah Maung.
Baca Juga: Palmer Dicoret dari Skuad Inggris Piala Dunia 2026, Tuchel Ungkap Alasan yang Menyakitkan
Khusus peserta jalur potensi akademik, diwajibkan melampirkan hasil tes potensi akademik (TPA) yang diterbitkan psikolog. Setelah seluruh dokumen lengkap, peserta diminta mencetak bukti pendaftaran dan menekan tombol “submit” sebelum menunggu proses verifikasi.
Masa pendaftaran Sekolah Maung berlangsung hingga Jumat (29/5/2026). Sementara itu, pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada Senin (8/6/2026), dilanjutkan proses daftar ulang pada 9-10 Juni 2026.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan penerimaan siswa Sekolah Maung tidak menggunakan sistem zonasi. Seleksi dilakukan sepenuhnya melalui jalur prestasi, baik akademik maupun nonakademik.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto menegaskan kebijakan tersebut diterapkan untuk menjadikan Sekolah Maung sebagai pusat pendidikan unggulan berbasis kompetensi siswa.
“Sekolah Maung ini adalah sekolah yang hanya menggunakan jalur prestasi baik prestasi akademik maupun nonakademik. Jadi di Sekolah Maung ini tidak ada lagi sistem zonasi,” kata Purwanto.
Program Sekolah Maung saat ini mencakup 41 sekolah negeri di Jawa Barat yang terdiri atas 28 SMA negeri dan 13 SMK negeri. Pada jalur akademik, penilaian mencakup potensi akademik, kemampuan akademik, hingga kategori siswa cerdas berbakat istimewa.
Sementara itu, jalur nonakademik diperuntukkan bagi siswa yang memiliki prestasi di bidang olahraga, seni, keagamaan, maupun kepemimpinan dengan melampirkan sertifikat resmi kejuaraan sebagai syarat pendukung seleksi.
Editor : Lugas Rumpakaadi