Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 Jangan Sampai Terlewat, Keutamaan Besarnya Disebut Hapus Dosa Dua Tahun

Ali Sodiqin • Jumat, 22 Mei 2026 | 17:00 WIB
Ilustrasi puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah. (Radar Bojonegoro)
Ilustrasi puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah. (Radar Bojonegoro)

RADARBANYUWANGI.ID – Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam kembali memasuki salah satu periode paling istimewa dalam kalender hijriah: 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Di antara deretan amalan sunnah pada fase tersebut, ada dua ibadah yang kerap disebut memiliki keutamaan besar, yakni puasa Tarwiyah dan puasa Arafah.

Sayangnya, dua ibadah yang hanya datang setahun sekali itu masih sering luput dari perhatian. Padahal, puasa Tarwiyah dan Arafah diyakini memiliki nilai spiritual yang sangat besar, bahkan salah satunya disebut dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa selama dua tahun.

Momentum dua hari itu juga hadir tepat sebelum puncak Idul Adha, menjadikannya kesempatan langka yang tidak datang berulang kali dalam setahun.

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah, sehari sebelum puasa Arafah. Sementara puasa Arafah dikerjakan pada 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan momentum wukuf jamaah haji di Padang Arafah.

Kedua puasa tersebut masuk dalam rangkaian amalan pada 10 hari pertama Dzulhijjah yang disebut Rasulullah SAW sebagai hari-hari paling dicintai Allah untuk melakukan amal saleh.

Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini," yakni sepuluh hari pertama Dzulhijjah. (HR Bukhari)

Hadis tersebut menjadi dasar mengapa para ulama sangat menganjurkan memperbanyak ibadah selama awal Dzulhijjah, termasuk menjalankan puasa sunnah.

Puasa Tarwiyah, Sering Terlupakan tetapi Punya Keutamaan Besar

Di tengah popularitas puasa Arafah, puasa Tarwiyah sering kali kurang mendapat perhatian.

Padahal, puasa ini berada tepat di salah satu hari terbaik sepanjang tahun menurut banyak riwayat.

Meski tidak ditemukan hadis sahih yang secara khusus menjelaskan keutamaan Tarwiyah secara tersendiri, para ulama, termasuk Imam Nawawi, memasukkannya sebagai bagian dari amalan yang dianjurkan pada 10 hari awal Dzulhijjah.

Karena dilaksanakan pada momentum yang dimuliakan Allah, puasa Tarwiyah dipandang sebagai amalan bernilai tinggi.

Selain itu, ibadah ini juga dianggap sebagai persiapan spiritual menuju puasa Arafah yang dilaksanakan keesokan harinya.

Dua hari puasa berturut-turut di waktu terbaik sepanjang tahun dinilai dapat menjadi latihan penguatan ibadah sekaligus meningkatkan kedekatan spiritual seseorang.

Puasa Arafah Disebut Hapus Dosa Dua Tahun

Jika Tarwiyah dianggap pembuka, maka Arafah sering disebut sebagai puncak ibadah sunnah menjelang Idul Adha.

Keutamaan puasa Arafah bahkan secara tegas disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW.

Beliau bersabda:

"Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya." (HR Muslim)

Hadis tersebut menjadikan puasa Arafah sebagai salah satu ibadah sunnah paling istimewa.

Sebab, hampir tidak ada puasa sunnah lain yang disebut memiliki keutamaan penghapusan dosa sepanjang dua tahun.

Para ulama menjelaskan penghapusan dosa dalam hadis itu berkaitan dengan dosa-dosa kecil, sedangkan dosa besar tetap memerlukan taubat secara sungguh-sungguh.

Selain keutamaan itu, ada sejumlah alasan mengapa puasa Arafah dianggap sangat istimewa.

Pertama, puasa tersebut dilakukan pada 9 Dzulhijjah, hari ketika jutaan jamaah haji melaksanakan wukuf di Arafah.

Kedua, hari Arafah diyakini sebagai salah satu hari yang sangat dimuliakan Allah.

Ketiga, kesempatan tersebut hanya datang satu kali dalam setahun.

Dan terakhir, pelaksanaannya relatif mudah karena cukup diawali dengan niat dan menahan makan serta minum sejak fajar hingga maghrib.

Jadwal dan Panduan Praktis Puasa Tarwiyah-Arafah

Agar tidak terlewat, umat Islam dianjurkan mulai menyiapkan diri sejak jauh hari.

Berikut ringkasan panduan pelaksanaannya:

Puasa Tarwiyah
Tanggal: 8 Dzulhijjah
Niat: Nawaitu shauma yaumit tarwiyati sunnatan lillahi ta'ala
Keutamaan: Amal saleh di hari terbaik Dzulhijjah

Puasa Arafah
Tanggal: 9 Dzulhijjah
Niat: Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta'ala
Keutamaan: Penghapusan dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya

Idul Adha
Tanggal: 10 Dzulhijjah
Status: Dilarang berpuasa

Selain mengetahui jadwal, ada sejumlah langkah sederhana agar dua puasa tersebut tidak terlewat.

Mulai menandai kalender sejak awal, memastikan sahur agar stamina tetap terjaga, hingga memprioritaskan puasa Arafah jika hanya mampu menjalankan satu di antaranya.

Sebab, kesempatan meraih keutamaan besar itu hanya datang sekali dalam setahun.

Ketika banyak orang sibuk mempersiapkan kebutuhan Idul Adha, dua hari menjelangnya justru bisa menjadi momen penting untuk memperbanyak bekal spiritual. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Puasa Tarwiyah dan Arafah hanya hadir setahun sekali. Simak keutamaan #dan manfaat spiritualnya. #niat #jadwal