RADARBANYUWANGI.ID - Gelombang pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP di Banyuwangi mulai memanas. Baru dibuka dua hari, jalur afirmasi dan mutasi langsung dibanjiri ribuan pendaftar. Persaingan memperebutkan kursi sekolah negeri pun diperkirakan bakal semakin ketat.
Data Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi mencatat jumlah pendaftar pada dua jalur tersebut menembus 3.320 siswa. Angka itu dihimpun sejak pendaftaran dibuka pada Selasa (19/5) hingga Rabu (20/5).
Mayoritas calon peserta didik baru membidik jalur afirmasi yang memang diperuntukkan bagi kelompok tertentu dengan kuota khusus.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Banyuwangi, Muisman, mengatakan dari total ribuan pendaftar tersebut, sebanyak 3.237 siswa mendaftar melalui jalur afirmasi.
Jumlah tersebut mendominasi keseluruhan pendaftar dan menunjukkan tingginya minat masyarakat pada skema penerimaan tersebut.
"Dari total pendaftar, mayoritas memilih jalur afirmasi," ujarnya.
Jalur Disabilitas Mulai Diakses Peserta
Dalam ketentuan SPMB tahun ini, jalur afirmasi mendapatkan alokasi kuota sebesar 20 persen dari total daya tampung atau pagu setiap sekolah.
Dari total kuota tersebut, tiga persen di antaranya dikhususkan bagi anak penyandang disabilitas.
Muisman menjelaskan hingga penutupan tahap pendaftaran awal tercatat sudah ada 21 peserta dari kelompok disabilitas yang mendaftar.
Kondisi itu dinilai menjadi sinyal positif terhadap upaya pemerataan akses pendidikan yang lebih inklusif.
Sementara pada jalur mutasi, jumlah pendaftar tercatat lebih sedikit.
Sebanyak 62 calon siswa mendaftar melalui skema tersebut di sejumlah SMP negeri yang tersebar di Banyuwangi.
Jalur mutasi sendiri biasanya diperuntukkan bagi peserta didik yang mengikuti perpindahan tugas orang tua atau ketentuan administratif tertentu.
Sekolah Favorit Mulai Dikepung Pendaftar
Persaingan ketat mulai terlihat di sejumlah sekolah tujuan favorit.
Kepala SMPN 1 Glagah, Dardiri, mengungkapkan antusiasme pendaftar terlihat tinggi bahkan sejak hari pertama.
Di sekolah yang dipimpinnya, jumlah pendaftar jalur afirmasi dan mutasi langsung menembus 61 calon siswa.
Padahal kursi yang tersedia pada jalur tersebut hanya sebanyak 31.
Artinya, jumlah pendaftar hampir dua kali lipat dibanding daya tampung yang disediakan.
"Jumlah pendaftar pada hari pertama mencapai 61 calon siswa, sedangkan pagunya hanya 31 kursi," katanya.
Tingginya angka pendaftar sejak awal menunjukkan persaingan masuk sekolah negeri favorit di Banyuwangi diperkirakan akan semakin ketat hingga tahapan akhir penerimaan.
Pendaftaran Dilakukan Lewat Smart Kampung
Berbeda dengan sistem sebelumnya yang mengharuskan banyak proses tatap muka, pelaksanaan SPMB tahun ini memanfaatkan sistem digital.
Pendaftaran jalur afirmasi dan mutasi dilakukan sepenuhnya secara daring melalui aplikasi Smart Kampung.
Peserta tidak perlu datang langsung ke sekolah saat proses pendaftaran berlangsung.
Menurut Dardiri, kehadiran peserta ke sekolah hanya diperlukan pada tahapan tertentu, khususnya jalur prestasi yang menggunakan mekanisme uji petik.
"Pendaftar jalur mutasi dan afirmasi dilakukan secara online lewat Smart Kampung. Yang menghadirkan peserta hanya jalur prestasi saat uji petik," jelasnya.
Pemanfaatan sistem digital tersebut diharapkan membuat proses penerimaan lebih efektif, transparan, dan mempermudah akses masyarakat.
Di sisi lain, tingginya jumlah pendaftar juga menjadi indikator meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap layanan pendidikan berbasis digital di Banyuwangi.
Dengan angka ribuan pendaftar hanya dalam dua hari, tahapan SPMB tahun ini diprediksi bakal berlangsung lebih kompetitif dibanding tahun-tahun sebelumnya. (ray/sgt)
Editor : Ali Sodiqin