RADARBANYUWANGI.ID - Berikut adalah contoh materi khutbah Idul Adha: terdiri dari mukadimah khutbah, dalil Al-Qur’an, hadis, empat pelajaran utama Idul Qurban, khutbah kedua, serta penutup dan doa agar siap dibacakan saat salat Id. Silakan di-copy, diedit, dan dipergunakan sebagaimana mestinya. Semoga bermanfaat
Khutbah Pertama
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ
وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِلْإِيْمَانِ وَالإِسْلَامِ، وَشَرَعَ لَنَا شَرَائِعَ الدِّيْنِ وَالْأَحْكَامِ، وَفَضَّلَ أَيَّامًا وَمَوَاسِمَ تَتَنَزَّلُ فِيْهَا الرَّحْمَاتُ وَالْبَرَكَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim." (QS Ali Imran: 102)
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Idul Adha bukan sekadar perayaan penyembelihan hewan kurban. Di balik syariat kurban tersimpan pelajaran besar dari Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Allah SWT berfirman:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
"Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah." (QS Al-Kautsar:2)
Pelajaran Pertama: Kepatuhan Total kepada Allah
Ketika Nabi Ibrahim mendapatkan putra yang sangat dicintai, Allah justru mengujinya.
Dalam QS Ash-Shaffat ayat 102:
يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ
Nabi Ismail menjawab:
يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ
"Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu."
Pelajarannya, anak, harta, jabatan hanyalah titipan Allah.
Pelajaran Kedua: Sabar dan Ikhlas Menghadapi Ujian
Nabi Ibrahim menunggu puluhan tahun memperoleh anak. Ketika mendapatkannya, Allah mengujinya.
Rasulullah SAW bersabda:
أَشَدُّ النَّاسِ بَلَاءً الْأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الْأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ
"Manusia yang paling berat ujiannya adalah para nabi, lalu yang semisalnya." (HR Tirmidzi)
Setiap orang diuji menurut kadar imannya.
Pelajaran Ketiga: Kemuliaan Nyawa Manusia
Allah mengganti Nabi Ismail dengan sembelihan agung.
فَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ
(QS Ash-Shaffat:107)
Islam menghapus tradisi pengorbanan manusia. Allah memuliakan manusia.
Allah berfirman:
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ
"Sungguh Kami telah memuliakan anak cucu Adam." (QS Al-Isra:70)
Pelajaran Keempat: Hakikat Pengorbanan untuk Sesama
Kurban bukan hanya daging, tetapi pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, dan kepedulian.
Membantu orang lain, menghentikan ego, dan berbagi merupakan bentuk kurban kehidupan.
Allah SWT berfirman:
لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنكُمْ
"Daging dan darahnya tidak akan sampai kepada Allah, tetapi ketakwaanmulah yang sampai kepada-Nya." (QS Al-Hajj:37)
Mari menyembelih ego, keserakahan, dan sifat kebinatangan dalam diri.