Program Wis Esa Sek Adi Ajak Anak Belajar dari Alam, Kenali Proses Air Bersih hingga Pentingnya Menjaga Lingkungan
RADARBANYUWANGI.ID – Program Wisata Edukasi Sejak Usia Dini (Wis Esa Sek Adi) terus berlanjut di Banyuwangi. Memasuki pekan kedua pelaksanaan, sebanyak 75 siswa Taman Kanak-Kanak Negeri (TKN) Model Banyuwangi diajak belajar langsung di kawasan sumber air Sumber Gedor, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Rabu (20/5).
Tak sekadar wisata alam, para siswa mendapat pengalaman belajar langsung tentang pentingnya air bersih, pelestarian lingkungan, hingga bahaya kecanduan gadget sejak usia dini. Program ini menjadi bagian dari edukasi berbasis alam yang digagas Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama lintas instansi.
Di kawasan Sumber Gedor, siswa dikenalkan proses pengelolaan air bersih oleh Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi. Anak-anak juga mendapat edukasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) terkait pentingnya menjaga kualitas air bersih bagi kesehatan.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga vegetasi dan kelestarian kawasan sumber mata air agar tetap terjaga untuk kebutuhan masyarakat.
Tidak hanya berkunjung ke sumber air alami, para siswa juga diajak melihat langsung tandon air milik PUDAM di Kecamatan Kalipuro dan tandon air minum di Kelurahan Penataban, Kecamatan Giri.
Direktur Utama PUDAM Banyuwangi, Abd Rahman mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kelanjutan program Wis Esa Sek Adi yang sebelumnya diluncurkan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pada Rabu pekan lalu (13/5).
Menurut Rahman, program tersebut tidak boleh berhenti hanya sebagai seremoni peluncuran, tetapi harus berjalan secara berkelanjutan karena memiliki banyak manfaat positif bagi anak-anak.
“Ini acara kedua program Wis Esa Sek Adi. Sesuai pesan Ibu Bupati, kegiatan ini tidak boleh hanya gebyar saat peluncuran saja tetapi harus berkelanjutan mengingat banyak manfaat positif yang diperoleh para siswa,” ujarnya.
Rahman menjelaskan, program Wis Esa Sek Adi akan diikuti siswa mulai jenjang TK, SD hingga SMP secara bergiliran setiap hari Rabu.
Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan lintas sektor dalam menindaklanjuti Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 atau PP Tunas yang menyoroti perlindungan anak dari dampak negatif penggunaan gadget berlebihan.
“Ini adalah bagaimana peran serta kita sebagai orang tua untuk menyelamatkan anak-anak agar tidak kecanduan gadget,” katanya.
Rahman menambahkan, melalui kegiatan luar ruang seperti ini anak-anak diajak belajar langsung dari alam dan tidak terus menerus bergantung pada gawai.
Selain mendapatkan udara segar dan suasana alami, para siswa juga bisa memahami proses panjang distribusi air bersih mulai dari sumber mata air, proses pengolahan, hingga akhirnya dapat digunakan masyarakat sehari-hari.
“Ini dilakukan supaya anak-anak tidak selalu bermain gadget, tetapi bisa belajar dari alam seperti mengetahui bagaimana proses air dimulai dari sumbernya, kualitasnya, prosesnya serta mengalir dengan apa dan lain sebagainya,” jelasnya.
Menurut Rahman, pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman langsung seperti ini dinilai lebih efektif untuk membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini.
Sementara itu, Kepala TKN Model Banyuwangi, Sulastri mengatakan, kegiatan Wis Esa Sek Adi memberikan pengalaman belajar berbeda bagi para siswa karena anak-anak dapat berinteraksi langsung dengan lingkungan alam.
“Anak-anak bisa langsung belajar dari alam serta bagaimana proses air dari sumber hingga sampai bisa diminum dan digunakan setiap hari oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai, metode pembelajaran di luar kelas membuat siswa lebih mudah memahami pentingnya menjaga lingkungan, terutama keberadaan sumber air bersih yang menjadi kebutuhan utama kehidupan sehari-hari.
Program Wis Esa Sek Adi sendiri menjadi salah satu inovasi pendidikan berbasis lingkungan di Banyuwangi yang menggabungkan unsur edukasi, wisata alam, kesehatan, serta penguatan karakter anak sejak usia dini. (ray/sgt)
Editor : Ali Sodiqin