Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jelang Idul Adha 2026, Grand Mufti Arab Saudi Serukan Perbanyak Ibadah di 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Ali Sodiqin • Selasa, 19 Mei 2026 | 23:00 WIB
Jelang Idul Adha 2026, Grand Mufti Arab Saudi mengajak umat Islam memperbanyak ibadah pada 10 hari pertama Dzulhijjah. (Himpuh)
Jelang Idul Adha 2026, Grand Mufti Arab Saudi mengajak umat Islam memperbanyak ibadah pada 10 hari pertama Dzulhijjah. (Himpuh)

RADARBANYUWANGI.ID - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, umat Islam di seluruh dunia diingatkan untuk memaksimalkan salah satu periode paling istimewa dalam kalender Islam: sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Momentum yang diyakini memiliki keutamaan besar itu kembali menjadi sorotan setelah Grand Mufti Arab Saudi, Syeikh Saleh Al-Fawzan, menyerukan umat Islam memperbanyak amal saleh dan ibadah.

Pesan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya persiapan umat Muslim menyambut musim haji dan Idul Adha. Bagi jutaan jemaah di Tanah Suci maupun umat Islam di berbagai negara, Dzulhijjah bukan sekadar bulan ibadah haji, tetapi juga menjadi musim spiritual yang diyakini penuh limpahan pahala.

Syeikh Saleh Al-Fawzan menegaskan, sepuluh hari pertama Dzulhijjah termasuk waktu paling mulia dalam Islam. Karena itu, umat Islam diminta tidak melewatkannya begitu saja.

“Kaum Muslimin hendaknya bersungguh-sungguh memperbanyak amal saleh pada hari-hari ini, menjaga ibadah wajib, dan menjauhi perbuatan dosa. Sepuluh hari ini merupakan musim penuh keberkahan yang Allah anugerahkan kepada hamba-hamba-Nya,” ujarnya.

10 Hari Dzulhijjah Disebut Lebih Utama untuk Beramal

Keutamaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah selama ini memang memiliki posisi istimewa dalam berbagai riwayat Islam.

Dalam sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW disebutkan bahwa amal saleh yang dilakukan pada periode tersebut lebih dicintai Allah SWT dibandingkan amal pada hari-hari lainnya.

Karena itu, Grand Mufti mengajak umat Islam meningkatkan berbagai bentuk ibadah.

Mulai dari menjaga salat wajib, memperbanyak sedekah, memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, hingga memperkuat ibadah sunnah seperti puasa.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menjelang Idul Adha, fokus umat Islam bukan hanya pada persiapan kurban atau perayaan semata, tetapi juga memperkuat kualitas ibadah.

Momentum Dzulhijjah dinilai sebagai kesempatan tahunan yang memiliki nilai spiritual sangat tinggi.

Puasa Arafah Disebut Mampu Hapus Dosa Dua Tahun

Dalam pesannya, Syeikh Al-Fawzan juga menyoroti salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar, yakni puasa Arafah.

Puasa yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah itu diperuntukkan bagi umat Islam yang tidak sedang menjalankan ibadah haji.

Menurutnya, keutamaan puasa Arafah sangat besar karena disebut dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa selama dua tahun.

Satu tahun dosa yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang.

Karena itu, masyarakat Muslim dianjurkan mempersiapkan diri sejak awal bulan Dzulhijjah agar tidak melewatkan kesempatan tersebut.

Di berbagai negara Muslim, puasa Arafah bahkan menjadi salah satu ibadah yang paling banyak dijalankan menjelang Idul Adha.

Umat yang Hendak Berkurban Diingatkan Tidak Memotong Rambut dan Kuku

Selain soal ibadah harian, Grand Mufti juga mengingatkan sunnah penting bagi umat Islam yang berniat melaksanakan ibadah kurban.

Mereka dianjurkan tidak memotong rambut, kuku, maupun bagian kulit sejak awal masuk bulan Dzulhijjah hingga hewan kurban disembelih.

Anjuran tersebut selama ini menjadi salah satu sunnah yang banyak dijalankan umat Islam sebagai bentuk penyempurnaan ibadah kurban.

Praktik itu dimaksudkan agar seseorang yang berkurban turut merasakan sebagian nilai spiritual yang dijalani para jemaah haji.

Karena itu, masyarakat diminta memahami ketentuan tersebut sejak jauh hari menjelang Idul Adha.

Idul Adha Bukan Sekadar Kurban, Tapi Momentum Memperbanyak Amal

Menjelang Idul Adha, perhatian masyarakat biasanya tertuju pada harga hewan kurban, persiapan penyembelihan, hingga distribusi daging.

Namun seruan Grand Mufti Arab Saudi mengingatkan bahwa substansi Idul Adha tidak berhenti pada ritual kurban semata.

Ada dimensi spiritual yang lebih luas, yakni momentum memperbanyak amal, memperbaiki diri, dan meningkatkan hubungan dengan Allah SWT.

Dengan musim haji 2026 yang telah berjalan dan Hari Raya Idul Adha semakin dekat, sepuluh hari pertama Dzulhijjah kembali menjadi waktu yang dinanti umat Islam di berbagai penjuru dunia untuk memburu keberkahan dan pahala terbaik. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Idul Adha 2026 #Grand Mufti Arab Saudi #amal saleh #Dzulhijjah #puasa arafah