Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Wis Esa Sek Adi Banyuwangi Diserbu Pelajar, Edukasi Sumber Gedor Bikin Anak-anak Takjub Air Sedingin Kulkas

Sigit Hariyadi • Selasa, 19 Mei 2026 | 05:14 WIB
Pembekalan materi tentang lingkungan dan air kepada peserta Wis Esa Sek Adi di Sumber Gedor asal siswa SDIT Al Uswah 2 pada Rabu pekan lalu (13/5). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Pembekalan materi tentang lingkungan dan air kepada peserta Wis Esa Sek Adi di Sumber Gedor asal siswa SDIT Al Uswah 2 pada Rabu pekan lalu (13/5). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Program Wis Esa Sek Adi (Wisata Edukasi Sejak Usia Dini) yang digagas Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mulai menunjukkan dampak positif bagi dunia pendidikan dan lingkungan. Tidak sekadar mengajak siswa berwisata, program ini sukses mengenalkan pentingnya air bersih, konservasi lingkungan, hingga pelestarian sumber mata air kepada kalangan pelajar sejak dini.

Edisi perdana yang digelar di kawasan Sumber Gedor, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, bahkan meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Banyak siswa mengaku takjub dengan kondisi sumber mata air alami yang jernih dan bersuhu sangat dingin.

“Airnya dingin banget, kayak keluar dari kulkas,” ujar Kepala SDIT Al Uswah 2 Banyuwangi, Sugianto, menirukan ungkapan polos para siswanya usai mengikuti kegiatan tersebut.

Program Wis Esa Sek Adi perdana yang berlangsung Rabu lalu (13/5) diikuti 75 siswa SDIT Al Uswah 2 Banyuwangi. Antusiasme peserta terlihat sejak keberangkatan hingga kegiatan berakhir. Sesampainya kembali di sekolah, para siswa disebut langsung menceritakan pengalaman mereka kepada teman-teman maupun guru.

Menurut Sugianto, pengalaman melihat langsung sumber mata air alami menjadi sesuatu yang baru bagi sebagian besar siswa. Sensasi air dingin alami di tengah cuaca Banyuwangi yang cenderung panas menjadi pengalaman yang paling membekas di benak anak-anak.

“Bagi mereka, sensasi dingin yang menyegarkan di tengah udara Banyuwangi yang kadang panas adalah hal yang paling berkesan,” tuturnya.

Namun, Wis Esa Sek Adi tidak hanya menawarkan pengalaman wisata semata. Program ini juga dikemas sebagai sarana edukasi lintas sektor yang melibatkan sejumlah instansi daerah. Selama berada di kawasan Sumber Gedor, siswa mendapatkan materi langsung dari petugas Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi terkait sumber air dan proses pengelolaannya.

Selain itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi turut memberikan edukasi tentang pentingnya air bersih bagi kesehatan. Sementara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi membekali siswa dengan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di sekitar sumber mata air.

Kolaborasi tersebut dinilai efektif membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini. Anak-anak tidak hanya diajak bermain dan melihat alam, tetapi juga memahami keterkaitan antara air bersih, kesehatan, dan kelestarian lingkungan.

Program edukasi berbasis wisata ini pun akan terus berlanjut. Pada edisi kedua yang dijadwalkan berlangsung Rabu besok (20/5), giliran 75 siswa TK Negeri Model Banyuwangi yang akan mengikuti kegiatan serupa di Sumber Gedor.

Menyesuaikan usia peserta, materi edukasi yang disiapkan pun dibuat lebih ringan dan interaktif. Dinkes Banyuwangi, misalnya, menugaskan Petugas Kesehatan Lingkungan dari Puskesmas Klatak untuk memberikan materi yang mudah dipahami siswa jenjang taman kanak-kanak.

Pihak PUDAM dan DLH juga telah menyiapkan metode pembelajaran yang lebih komunikatif agar anak-anak dapat memahami pentingnya menjaga sumber air dan lingkungan sekitar sejak dini.

Sebelumnya, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa pendekatan edukasi berbasis wisata seperti Wis Esa Sek Adi menjadi metode pembelajaran yang relevan untuk generasi saat ini. Menurut dia, anak-anak akan lebih mudah memahami materi ketika mereka melihat dan merasakan langsung objek pembelajaran di lapangan.

Selain meningkatkan antusiasme belajar, siswa juga dapat mengenal sejarah sumber mata air, manfaatnya bagi kehidupan masyarakat, hingga pentingnya menjaga pohon dan ekosistem lingkungan.

“Dengan mencintai air dan pohon, mereka akan mencintai kehidupan. Ini menjadi cara agar anak-anak lebih mengenal daerah yang mereka cintai. Saya berharap kegiatan ini digelar secara kontinu,” ujarnya saat meluncurkan program tersebut.

Program Wis Esa Sek Adi kini mulai dipandang sebagai salah satu inovasi pendidikan lingkungan yang potensial dikembangkan lebih luas di Banyuwangi. Selain memperkuat pendidikan karakter, kegiatan tersebut juga menjadi media mengenalkan kekayaan sumber daya alam daerah kepada generasi muda sejak usia dini. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Sumber Gedor Banyuwangi #edukasi air bersih #Wis Esa Sek Adi #wisata edukasi Banyuwangi #PUDAM Banyuwangi