Dispendik Surabaya siapkan sistem online penuh untuk SPMB TK, SD, dan SMP Negeri 2026/2027. Jalur prestasi akademik SMP kini menggabungkan nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah Kota Surabaya mulai mematangkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 untuk jenjang TK, SD, hingga SMP Negeri. Meski secara umum mekanisme penerimaan tidak mengalami perubahan besar, ada satu poin penting yang dipastikan bakal menjadi perhatian ribuan calon peserta didik dan orang tua, yakni perubahan skema jalur prestasi akademik untuk masuk SMP Negeri.
Jika sebelumnya seleksi jalur prestasi akademik hanya mengandalkan akumulasi nilai rapor, tahun ini Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya mulai memasukkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai komponen penilaian resmi.
Perubahan tersebut dipastikan langsung oleh Kepala Dispendik Kota Surabaya, Febrina Kusumawati. Menurutnya, kebijakan baru itu mengikuti arahan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) agar proses seleksi lebih terukur dan objektif.
“SPMB tahun ini tidak akan banyak perubahan dibanding tahun sebelumnya. Yang sedikit berubah hanya jalur prestasi akademik untuk masuk SMP Negeri,” kata Febrina, Kamis (14/5/2026).
Dalam skema terbaru tersebut, nilai rapor tetap menjadi komponen utama, tetapi porsinya tidak lagi dominan penuh. Dispendik kini menggabungkan rata-rata nilai rapor selama lima semester dengan nilai TKA sebagai instrumen tambahan penilaian akademik calon murid.
“Nanti nilai rapor bobotnya 60 persen, sedangkan TKA 40 persen,” jelas Febri.
Jalur Prestasi SMP Negeri Diprediksi Makin Ketat
Perubahan formula seleksi itu diperkirakan bakal membuat persaingan jalur prestasi akademik SMP Negeri di Surabaya semakin kompetitif. Sebab, calon peserta didik tidak hanya dituntut memiliki konsistensi nilai rapor yang tinggi, tetapi juga kemampuan akademik saat menghadapi TKA.
Pada sistem sebelumnya, seluruh penilaian jalur prestasi akademik sepenuhnya didasarkan pada rata-rata nilai rapor lima semester, mulai kelas 4 SD hingga kelas 6 semester ganjil.
Kini, dengan masuknya komponen TKA, peluang siswa dengan kemampuan akademik kuat namun nilai rapor kurang stabil tetap terbuka.
Dispendik Surabaya menilai integrasi TKA dapat memperkuat objektivitas seleksi sekaligus menjadi langkah penyelarasan kebijakan pendidikan nasional.
Kebijakan tersebut juga merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Selain itu, aturan teknis diperkuat melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Nomor 0301/C/HK.04.01/2026 tentang pelaksanaan SPMB tahun ajaran 2026/2027.
Website Resmi SPMB Surabaya Segera Diluncurkan
Untuk mendukung kelancaran proses penerimaan siswa baru, Dispendik Surabaya juga tengah menyiapkan laman resmi SPMB berbasis digital yang bisa diakses masyarakat secara daring.
Portal tersebut nantinya dapat diakses melalui:
spmb.surabaya.go.id
“Website SPMB segera diluncurkan,” ujar Febri.
Melalui laman tersebut, masyarakat dapat memantau seluruh tahapan penerimaan murid baru, mulai dari syarat pendaftaran, jadwal seleksi, jalur penerimaan, hingga simulasi sistem pendaftaran online.
Pemkot Surabaya menargetkan sistem digital ini mampu meningkatkan transparansi sekaligus mempermudah akses informasi bagi orang tua dan calon peserta didik.
Pendaftaran Dimulai Juni 2026
Dispendik memastikan seluruh tahapan penerimaan murid baru jenjang TK Negeri, SD Negeri, hingga SMP Negeri akan dilaksanakan pada Juni 2026 secara online.
Pelaksanaannya dilakukan bertahap, dimulai dari TK Negeri, kemudian SD Negeri, dan terakhir SMP Negeri.
“Semua tahapan pendaftaran dilakukan pada bulan Juni secara online,” terang Febri.
Sebelum pendaftaran resmi dibuka, masyarakat juga akan diberi kesempatan mengikuti simulasi atau uji coba sistem pendaftaran secara mandiri.
Langkah ini dilakukan agar calon peserta didik maupun orang tua lebih memahami alur pendaftaran digital dan meminimalkan kesalahan saat proses seleksi berlangsung.
“Masyarakat bisa melatih diri secara mandiri terhadap prosedur SPMB sebelum pendaftaran sesungguhnya benar-benar dibuka,” imbuhnya.
Transparansi dan Digitalisasi Jadi Fokus Utama
Pemkot Surabaya menegaskan bahwa digitalisasi sistem penerimaan murid baru menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas layanan pendidikan.
Dengan sistem online, masyarakat nantinya dapat memantau proses seleksi secara real time, termasuk posisi peringkat dan peluang diterima di sekolah tujuan.
Selain itu, integrasi data pendidikan dan administrasi kependudukan juga terus diperkuat agar proses verifikasi lebih cepat dan minim potensi kecurangan.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu menciptakan proses penerimaan murid baru yang lebih adil, terbuka, dan berbasis kompetensi akademik.
Di sisi lain, perubahan jalur prestasi akademik dengan tambahan TKA diperkirakan akan mendorong siswa lebih siap menghadapi kompetisi masuk sekolah negeri favorit di Surabaya.
Dengan tingginya minat masyarakat terhadap SMP Negeri unggulan setiap tahun, para orang tua kini diminta mulai mempersiapkan strategi sejak dini, baik dari sisi akademik maupun kesiapan mengikuti sistem seleksi digital yang semakin ketat. (*)
Editor : Ali Sodiqin