Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

94 Siswa TKIT Mandiri Billah 2 Klatak Banyuwangi Belajar Dunia Jurnalistik di Grha Pena Jawa Pos Radar Banyuwangi

Lugas Rumpakaadi • Minggu, 17 Mei 2026 | 22:00 WIB
BELAJAR SEJAK DINI: Sebanyak 94 Siswa TKIT Mandiri Billah 2 Banyuwangi belajar dunia jurnalistik di Graha Pena Radar Banyuwangi. (Lugas Rumpakaadi/Radar Banyuwangi)
BELAJAR SEJAK DINI: Sebanyak 94 Siswa TKIT Mandiri Billah 2 Klatak Banyuwangi belajar dunia jurnalistik di Graha Pena Radar Banyuwangi. (Lugas Rumpakaadi/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Suasana Grha Pena Jawa Pos Radar Banyuwangi mendadak ramai dan penuh keceriaan, Rabu (13/5). Sebanyak 94 siswa TKIT Mandiri Billah 2 Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, datang melakukan kunjungan edukatif untuk mengenal lebih dekat dunia jurnalistik dan proses produksi berita di kantor media tersebut.

Kunjungan itu bukan sekadar wisata sekolah biasa. Anak-anak diajak memahami bagaimana sebuah berita dibuat, mulai proses mencari fakta, menyusun kalimat yang baik, hingga menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.

Didampingi guru dan pihak yayasan, para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi pengenalan dunia media. Mereka dikenalkan pada aktivitas wartawan, ruang redaksi, hingga pentingnya penggunaan bahasa yang santun dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Perwakilan Jawa Pos Radar Banyuwangi, Niklaas Andries, menjelaskan bahwa tugas wartawan tidak hanya sekadar menulis berita, tetapi juga memastikan informasi yang disampaikan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Wartawan bukan hanya menulis berita. Kami juga harus memilih kata-kata yang baik, sopan, dan benar agar informasi yang diterima masyarakat tidak menimbulkan salah paham,” ujarnya di hadapan para siswa.

KUNJUNGAN EDUKASI: Siswa TKIT Mandiri Billah 2, guru pendamping, dan kru JP-RaBa foto bareng di Grha Pena Banyuwangi. (Lugas Rumpakaadi/Radar Banyuwangi)
KUNJUNGAN EDUKASI: Siswa TKIT Mandiri Billah 2 Klatak, guru pendamping, dan kru JP-RaBa foto bareng di Grha Pena Banyuwangi. (Lugas Rumpakaadi/Radar Banyuwangi)

Menurut Niklaas, kemampuan merangkai kata sebenarnya menjadi bekal penting bagi siapa saja, termasuk anak-anak sejak usia dini. Dengan membiasakan berbicara dan menulis secara baik, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang santun, percaya diri, serta mampu menghargai orang lain.

Dalam kunjungan tersebut, siswa juga diperkenalkan pentingnya budaya literasi di tengah perkembangan era digital yang semakin cepat. Anak-anak diajak memahami bahwa membaca dan menulis bukan hanya bagian dari pelajaran sekolah, tetapi keterampilan dasar yang sangat penting untuk masa depan.

Kepala TKIT Mandiri Billah 2 Klatak, Sulistyorini, mengatakan kunjungan edukatif ke kantor media menjadi bagian dari pembelajaran literasi sejak usia dini yang selama ini diterapkan di sekolah.

“Melalui kunjungan ini kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa kata-kata memiliki kekuatan. Kalimat yang baik dapat membuat orang lain senang, menambah ilmu, bahkan menginspirasi,” katanya.

Menurutnya, pendidikan karakter melalui literasi perlu ditanamkan sejak kecil agar anak-anak terbiasa menyampaikan pendapat secara santun dan bertanggung jawab.

Selain mengenal dunia jurnalistik, siswa juga diberi pemahaman mengenai pentingnya menyaring informasi di tengah maraknya hoaks di media sosial dan platform digital.

Ketua Yayasan Al Uswah, Karyono, menilai pembiasaan menyampaikan informasi yang benar perlu dilakukan sejak dini agar anak-anak memiliki karakter kritis dan tidak mudah terpengaruh informasi palsu.

“Di era digital seperti sekarang, anak-anak perlu dibiasakan menyampaikan informasi yang benar dan menggunakan kalimat yang baik. Jangan mudah percaya ataupun menyebarkan hoaks,” ujarnya.

Menurut Karyono, kegiatan edukatif seperti ini tidak hanya memperluas wawasan siswa, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter jujur, santun, dan bertanggung jawab dalam berkomunikasi.

“Anak-anak belajar bahwa membaca, menulis, dan berkata jujur adalah bagian penting dalam membangun karakter,” tambahnya.

Kegiatan kunjungan ditutup dengan sesi foto bersama antara siswa, guru pendamping, dan tim Jawa Pos Radar Banyuwangi. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat literasi, kreativitas, dan kebiasaan menggunakan kalimat yang baik dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda Banyuwangi sejak usia dini. (gas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#TKIT Mandiri Billah 2 #edukasi jurnalistik anak #literasi anak Banyuwangi #kunjungan Grha Pena #Jawa Pos Radar Banyuwangi