Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

234 Santri dan Siswa Darun Najah Banyuwangi Wisuda Tahfidz, Hafalan Tembus Juz 6 dan Bikin Haru Wali Murid

M Ksatria Raya • Jumat, 15 Mei 2026 | 12:52 WIB
GENERASI EMAS: Sejumlah wisudawan tahfidz  Darun Najah membacakan hafalan Al-Quran didepan wali murid di Ballroom el Hotel Banyuwangi, Kamis (14/5). (Ksatria Raya/Radar Banyuwangi)
GENERASI EMAS: Sejumlah wisudawan tahfidz Darun Najah membacakan hafalan Al-Quran didepan wali murid di Ballroom el Hotel Banyuwangi, Kamis (14/5). (Ksatria Raya/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Suasana haru dan kebanggaan memenuhi Ballroom el Hotel Banyuwangi, Rabu (14/5). Sebanyak 234 siswa dan santri Yayasan Pendidikan dan Sosial (YPS) Darun Najah Banyuwangi resmi diwisuda dalam prosesi Tahfidz Al-Quran tahun ajaran 2025/2026. Momen itu bukan sekadar seremoni kelulusan hafalan, tetapi menjadi penanda lahirnya generasi Qurani baru di Banyuwangi.

Ratusan wali murid yang memadati ballroom tampak larut dalam suasana khidmat. Beberapa di antaranya tak kuasa menahan haru saat menyaksikan putra-putri mereka naik ke panggung setelah melewati proses panjang menghafal Al-Quran.

Para wisudawan berasal dari MI Darun Najah 1, MI Darun Najah 2, serta MTs Darun Najah. Capaian hafalan mereka beragam, mulai juz 30 hingga juz 1 sampai juz 6.

Di tengah maraknya tantangan dunia digital dan perubahan sosial yang cepat, capaian ratusan pelajar tersebut menjadi perhatian tersendiri. Sebab, proses menghafal Al-Quran bukan hanya menuntut kecerdasan, tetapi juga kedisiplinan, adab, dan ketekunan.

Pengasuh Pondok Pesantren Darun Najah Banyuwangi, Kiai Abdul Latif Harun, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup, bukan sekadar hafalan.

Ia menyebut salah satu tanda seseorang mendapatkan hidayah Allah adalah rasa cinta terhadap Islam dalam seluruh aspek kehidupan.

"Ilmu itu di hati, bukan di tulisan. Semoga anak-anak kita meneladani Al-Quran dan Rasulullah serta menjadi orang yang dicintai Allah," ujarnya.

Kiai Latif juga mengingatkan para wisudawan agar tidak meninggalkan Al-Quran di mana pun berada.

Menurutnya, Al-Quran memiliki kedudukan istimewa karena ketika dipelajari, manusia seolah mendapat bimbingan langsung dari Sang Pencipta.

"Dimanapun kalian berada, Al-Quran jangan dilupakan maupun dihilangkan. Ia kalau dipelajari maka tutornya adalah Allah," katanya.

Sesi Ikhtibar Jadi Momen Menegangkan

Salah satu momen yang paling menyita perhatian dalam prosesi wisuda adalah sesi ikhtibar, yakni pengujian hafalan secara terbuka.

Pada sesi ini, wali murid diberi kesempatan mengajukan pertanyaan maupun potongan ayat untuk dilanjutkan oleh para peserta tahfidz.

Suasana ballroom sempat berubah tegang. Para orang tua tampak antusias sekaligus penasaran menguji kemampuan hafalan anak-anak mereka secara langsung.

Namun satu per satu peserta mampu menjawab dengan lancar. Tepuk tangan berkali-kali menggema di ruangan.

Model evaluasi seperti ini dinilai menjadi bukti bahwa hafalan yang dimiliki para siswa bukan sekadar formalitas administrasi, tetapi benar-benar teruji.

Kemenag: Jangan Hanya Jadi Penghafal

Kepala Kantor Kementerian Agama Banyuwangi, Chaironi Hidayat, meski tidak hadir secara langsung, tetap memberikan sambutan melalui tayangan video.

Ia berharap para wisudawan tidak berhenti pada tahap menghafal, tetapi mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.

"Kita berdoa untuk seluruh wisudawan tahfidz, mudah-mudahan mereka bukan sekadar menghafal Al-Quran, tetapi menjadi kader yang betul-betul menghayati ajaran di dalamnya serta Darun Najah bisa terus melahirkan kader Islami bangsa di Banyuwangi," ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Banyuwangi, Fakhrurrazi, juga memberikan testimoni yang menarik perhatian.

Ia mengaku memiliki pengalaman pribadi dengan Darun Najah karena empat anaknya merupakan lulusan lembaga tersebut.

Bahkan, salah satu anaknya berhasil menjadi hafidz 30 juz.

"Yang dilakukan dan disediakan Darun Najah sudah luar biasa. Kemampuan intelektual bisa dinalar akal sehat, tetapi di atas itu ada tangan-tangan dari Allah selama bisa menjaga adab kepada guru," katanya.

Menurutnya, anak penghafal Al-Quran merupakan investasi akhirat yang nilainya tidak dapat diukur secara materi.

Rincian 234 Wisudawan Tahfidz

Kepala MI Darun Najah 2, Majidatul Himmah, membacakan Surat Keputusan Ketua YPS Darun Najah Banyuwangi Nomor 05/YPSDN/SK/5/2026 tentang peserta didik yang lulus munaqosah tahfidzul Quran tahun ajaran 2025/2026.

Ia menjelaskan, total 234 peserta terdiri dari:

Sedangkan capaian hafalannya meliputi:

"Wisudawan tahfidz Darun Najah ada 234 anak," ungkapnya.

Di akhir acara, seluruh peserta menerima sertifikat tahfidz sebagai simbol perjalanan panjang yang telah mereka lalui.

Wali Murid Rela Tinggalkan Sekolah Gratis Demi Barokah

Ada kisah menarik dari salah satu wali murid, Ilyas. Guru di SMP Al-Irsyad itu mengaku sebenarnya memiliki kesempatan menyekolahkan anaknya secara gratis di tempatnya mengajar.

Namun ia justru memilih Darun Najah.

Alasannya bukan soal fasilitas atau biaya, melainkan keyakinan terhadap pendidikan karakter dan nilai keberkahan.

"Sebenarnya kalau sekolah di Al-Irsyad gratis karena saya guru di sana, tetapi saya memilih menyekolahkan anak di MI Darun Najah untuk mendapatkan barokah Kiai Harun serta berencana melanjutkan sampai jenjang MTs," ujarnya.

Pernyataan itu menegaskan bahwa bagi sebagian orang tua, pendidikan hari ini bukan sekadar soal akademik, tetapi juga pembentukan akhlak dan pondasi spiritual anak di masa depan. (ray)

Editor : Ali Sodiqin
#Darun Najah Banyuwangi #wisuda tahfidz #santri Banyuwangi #penghafal Al-Quran #YPS Darun Najah