RADARBANYUWANGI.ID – Puluhan siswa SDIT Al Uswah 2 Banyuwangi mendapat pengalaman berbeda saat mengikuti program Wisata Edukasi Siswa Sejak Dini (Wis Esa Sek Adi) di kawasan Sumber Gedor, Dusun Sumberbaru, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro. Tidak hanya berwisata, para pelajar juga belajar langsung tentang pentingnya menjaga sumber air bersih dan lingkungan.
Sebanyak 75 siswa mengikuti kegiatan edukasi yang digelar di salah satu sumber mata air utama milik Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi tersebut. Sumber Gedor sendiri menjadi salah satu sumber air vital yang menyuplai kebutuhan ribuan pelanggan air bersih di Banyuwangi.
Selama berada di lokasi, para siswa diajak melihat langsung sumber mata air bersejarah yang dibangun sejak 1926 dan mulai dioperasikan pada 1927. Anak-anak tampak antusias menyaksikan aliran air alami yang selama ini menjadi sumber kebutuhan masyarakat Banyuwangi.
Tidak hanya melihat kawasan sumber air, para siswa juga mendapatkan penjelasan langsung dari pihak PUDAM Banyuwangi mengenai proses distribusi air bersih hingga pentingnya menjaga kelestarian sumber mata air.
Kegiatan edukasi semakin lengkap karena melibatkan sejumlah instansi lain. Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi memberikan pemahaman tentang pentingnya konsumsi air bersih bagi kesehatan tubuh. Sementara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi membekali siswa dengan materi menjaga kelestarian lingkungan di sekitar sumber air.
Program tersebut disambut antusias para siswa. Banyak di antara mereka mengaku baru pertama kali melihat langsung sumber mata air alami dalam skala besar.
Kepala SDIT Al Uswah 2 Banyuwangi Sugianto mengatakan, pengalaman paling berkesan bagi para siswa adalah merasakan langsung suhu air Sumber Gedor yang sangat dingin.
“Ada siswa yang bilang airnya dingin banget, seperti keluar dari kulkas,” ujarnya sambil tersenyum menirukan ucapan muridnya.
Menurut Sugianto, sensasi dinginnya air menjadi pengalaman yang sulit dilupakan anak-anak. Apalagi sebagian besar siswa terbiasa menggunakan air siap pakai di rumah tanpa mengetahui asal usul sumber air bersih yang mereka gunakan sehari-hari.
“Banyak siswa yang takjub karena suhu airnya sangat dingin dan segar. Itu menjadi pengalaman baru bagi mereka,” katanya.
Ia menilai program edukasi seperti Wis Esa Sek Adi sangat penting untuk menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sejak usia dini. Dengan melihat langsung kondisi sumber air, para siswa diharapkan memahami pentingnya menjaga kelestarian alam dan tidak merusak kawasan resapan air.
Selain menjadi sarana belajar di luar kelas, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman interaktif bagi siswa tentang pengelolaan air bersih dan konservasi lingkungan.
PUDAM Banyuwangi sendiri terus mendorong program edukasi lingkungan bagi pelajar sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan sumber air di masa depan. Edukasi sejak dini dinilai penting agar generasi muda memiliki kesadaran terhadap pentingnya air bersih bagi kehidupan masyarakat. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin