Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bupati Ipuk Luncurkan Wis Esa Sik Adi, Wisata Edukasi untuk Cegah Anak Kecanduan Gadget

Fredy Rizki Manunggal • Kamis, 14 Mei 2026 | 05:00 WIB
DIBANGUN SEJAK 1926: Dirut PUDAM Abd Rahman menjabarkan sejarah Sumber Gedor kepada Bupati Ipuk Fiestiandani. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
DIBANGUN SEJAK 1926: Dirut PUDAM Abd Rahman menjabarkan sejarah Sumber Gedor kepada Bupati Ipuk Fiestiandani. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

Siswa Diajak Belajar Langsung di Sumber Mata Air, Kenali Lingkungan Sejak Dini

RADARBANYUWANGI.ID - Kalangan pelajar di Banyuwangi kini memiliki sarana pembelajaran baru yang memadukan wisata, edukasi, dan pembentukan karakter lingkungan. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi resmi meluncurkan program Wis Esa Sik Adi (Wisata Edukasi Sejak Usia Dini) sebagai upaya mengenalkan pentingnya pelestarian lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget dan media sosial.

Program tersebut diluncurkan langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di kawasan Sumber Gedor, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Selasa (13/5). Pada pelaksanaan perdana, sebanyak 75 siswa SDIT Al Uswah 2 diajak belajar langsung di kawasan sumber mata air bersejarah tersebut.

Anak-anak tidak hanya diajak berwisata, tetapi juga mendapat pengalaman edukatif mengenai proses pengelolaan air bersih. Mulai dari memahami sumber mata air, vegetasi penyangga lingkungan, sistem distribusi air, hingga manfaat air bagi masyarakat.

TAMBAH WAWASAN: Selain melihat dari dekat Mata Air Gedor, para siswa juga mendapat bekal materi dari Dinkes dan DLH petingnya air sehat serta pentingnya merawat lingkungan. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
TAMBAH WAWASAN: Selain melihat dari dekat Mata Air Gedor, para siswa juga mendapat bekal materi dari Dinkes dan DLH petingnya air sehat serta pentingnya merawat lingkungan. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

Menurut Ipuk, program lintas instansi tersebut menjadi langkah strategis untuk mengenalkan lingkungan hidup kepada anak-anak sejak usia dini melalui pendekatan yang lebih menyenangkan dan relevan dengan generasi saat ini.

“Anak-anak tidak hanya harus pintar secara akademis, tetapi juga mengenal lingkungan dan tempat tinggalnya. Selama ini mereka mungkin belajar dari buku tentang asal air, tapi lewat kegiatan ini mereka bisa melihat langsung bagaimana prosesnya,” ujar Ipuk.

Dia menilai pembelajaran berbasis wisata edukasi mampu meningkatkan antusiasme belajar siswa sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan. Dengan melihat langsung sumber mata air dan ekosistem di sekitarnya, anak-anak diharapkan memahami pentingnya menjaga kelestarian alam.

“Dengan mencintai air dan pohon, mereka akan mencintai kehidupan. Ini menjadi cara agar anak-anak lebih mengenal daerah yang mereka cintai,” imbuhnya.

Program Wis Esa Sik Adi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menghadirkan alternatif kegiatan positif bagi anak di tengah tingginya penggunaan gadget dan media sosial. Edukasi lapangan dinilai menjadi solusi agar anak-anak tidak hanya terpaku pada layar gawai.

Direktur PUDAM Banyuwangi, Abd Rahman, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman nyata kepada siswa tentang keterkaitan lingkungan dan sumber kehidupan manusia.

Selain mengenalkan teori, siswa juga diajak memahami proses pengelolaan air bersih secara langsung di lapangan. Mereka diperlihatkan bagaimana sumber mata air dikelola dan dijaga agar tetap lestari.

Rahman menjelaskan, Sumber Gedor sendiri memiliki nilai sejarah panjang karena mulai dibangun sejak 1926 dan dioperasikan pada 1927. Hingga kini sumber air tersebut masih menjadi salah satu penopang kebutuhan air bersih masyarakat Banyuwangi.

“Anak-anak tidak hanya tahu, tetapi memahami realitas di lapangan bahwa prosesnya saling berkaitan satu sama lain. Tujuannya agar anak tidak tergantung gadget dan memiliki kesadaran lingkungan,” katanya.

Ke depan, program tersebut akan melibatkan siswa jenjang PAUD, SD, hingga SMP dengan pengaturan dari Dinas Pendidikan Banyuwangi. Materi edukasi juga diperkuat melalui kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah.

Dinas Kesehatan akan memberikan edukasi tentang pentingnya air sehat bagi kehidupan, sementara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menjelaskan keterkaitan vegetasi dengan keberlangsungan sumber mata air. Selain itu, pelibatan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga diarahkan untuk mengembangkan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata edukasi terbatas.

Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi, Samsudin Adlawi, menyebut program wisata edukasi tersebut relevan dengan tantangan era digital saat ini. Menurutnya, pembatasan penggunaan gadget pada anak harus diimbangi dengan aktivitas pembelajaran yang menarik dan berdampak langsung.

Dia menyinggung kebijakan PP Tunas yang membatasi akses media sosial dan penggunaan gadget bagi anak di bawah usia 16 tahun tanpa pendampingan orang tua.

“Setelah anak-anak dibatasi bermain media sosial dan game, tentu harus ada solusi. Salah satunya dengan menghadirkan pembelajaran berdampak seperti ini agar mereka bisa belajar langsung di lapangan,” ujarnya.

Samsudin berharap program Wis Esa Sik Adi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan edukasi lingkungan berkelanjutan yang mampu membangun karakter generasi muda Banyuwangi.

Dengan konsep belajar langsung di alam terbuka, program tersebut diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih membekas sekaligus menanamkan kesadaran pentingnya menjaga air dan lingkungan sejak usia dini. (fre)

Editor : Ali Sodiqin
#wisata edukasi Banyuwangi #Wis Esa Sik Adi #cegah kecanduan gadget #Sumber Gedor Kalipuro #Bupati Ipuk Fiestiandani